The Evil Prince and his Precious Wife: The Sly Lady

The Evil Prince and his Precious Wife: The Sly Lady
BAB 1



     Setengan sadar, Mu Rong Xue merasakan sakit yang menusuk di dadanya, setiap bernafas seperti ada ribuan jarum yang menusuk di jantungnya, begitu menyakitkan sampai keningnya berkerut sangat jelas. Diang dengan perlahan membuka kelopak matanya yang terasa berat, tapi kemudian tertegun dengan apa yang di lihatnya.


     Meja dengan Marmer Putih di atasnya, Kursi dari Kayu Cendana Merah, Tempat tidur yang di lapisi Brokat Sutra, Aula Besar yang sangat Megah, di salah satu sudut ruangan terdapat Tungku Pembakaran yang di hiasi dengan emas ke unguan melingkarinya yang membuat terlihat sangat antik dan mahal. Di Jendela ada 2 coral merah yang masing-masing tingginya 1 meter yang bahkan lebih berharga dan hampir punah di era modern. Disamping itu di dinding ruangan di hiasi dengan Night Pearls(Mutiara yang bisa menyala dalam gelap, bisa di cari di mbah Google), yang begitu banyak dan  luar biasa.


     Murong Xue pun merasa takjub. Masyarakat Modern dimanapun terbiasa memiliki penerangan listrik tapi disini dilengkapi dengan barang-barang kuno. Bahkan Aula Istana the Forbidden Palace di Beijing tidak se elegant dan se mewah ini.


     “Yang Mulia, Hamba meminta untuk Yang Mulia mengabulkan permintaan Hamba agar Puteri Yuyuan sebagai Istri saya dan Murong Xue sebagai Selir..”


     Suara dari pria yang terdengar dingin sampai ke telinga Murong Xue, Membuyarkan kejutan menyenangkan dari pemandangan di hadapannya. Murong Xue menoleh ke arah suara tersebut berasal dan melihat seorang pria yang mengenakan jubah ungu-merah berdiri di atas karpet merah, di tengah aula. Rambutnya seperti Sutra Hitam dan di ikat menggunakan mahkota ungu-emas. Ekspresinya tenang, wajahnya tampan tanpa tadingan, tatapannya tajam dan kejam.


      Murong Xue merasakan bunyi berdebum di kepalanya dan menerima ingatan yang asing denga tiba-tiba, bercampur dengan ingatan aslinya. Dia tidak dapat percaya, tapi tidak punya pilihan lain kecuali mengakuinya – Jiwanya sudah berpindah waktu dan tubuh.


     Pemilik asli dari tubuh ini juga bernama Murong Xue dan Anak perempuan Istri Pertama dari Keluarga Marquis (Marquist ~kelas Bangsawan), Dia dulu di jodohkan dengan Pangeran Jing , Ye Yicen dari kecil. Tiga tahun lalu Pangeran Jing memimpin pasukan ke perbatasan untuk menghadapi musuh sementara Murong Xue dengan sedihnya menunggu di Ibu Kota.


      Setelah akhirnya menunggu tunangannya pulang, tanpa di duga, dia kembali bersama dengan Putri dari Mobei, Qin Yuyan. Dia bahkan mengutarakan permintaanya untuk menikahi Qi Yuyan sebagai istri pertamanya di depan umum, di depan para Pejabat Istana dan keluarga mereka di acara perjamuan penyambutan Selamat datang, menurunkan derajat Murong Xue sebagai Selir, dia tak menduga, terkejut dan marah, penyakit lamanya kambuh dan meniggal.


    Demi memberikan gelar Istri Pertama pada Qin Yuyan. Ye Yicen tanpa moral menggunakan pencapainnya dalam militernya untuk meminta pada Kaisar dan mengabulkan pernikahannya. Tapi apa kesalahan yang di lakukan Murong Xue? Dia hanya menuruti permintaan orang tuanya untuk bertunangan dengan Ye Yicen. Dia bahkan tidak punya kesempatan untuk berbicara dengan tunangannya sebelum dia di rendahkan untuk jadi selir, Egonya sebagai puteri keluarga bangsawan telah di injak-injak tanpa perasaan.


     Murong Xue menatap dengan tajam. Mengahadapi pandangan simpati, kasihan, mengejek, hinaan dan rasa puas dari orang-orang. Perlahan dia mengangkat wajahnya ke arah Ye Yicen, “ Saya bertunangan dengan anda terlebih dahulu, dan Pernikahan politik Putri Yuyan datang kemudian, Tidakkah anda berfikir bahwa menurunkan saya menjadi selir itu berlebihan?”


    Pandangan heran jatuh pada Murong Xue, Ye Yicen adalah War Prince dan mempunyai banyak prestasi dalam bidang militer. Bahkan semua Petinggi Istana mengalah dan menghormatinya. Murong Xue hanya gadis sakit-sakitan yang tinggal dalam kamar hiasnya. Dan dia berani untuk menegurnya. Berani Sekali!!.


     Kaisar yang ber umur setengah baya duduk di singgasana emas juga mengangkat kepalanya dan memandang ke arah Murong Xue dengan tenang, tatapan tajam dan berkharisma tersembunyi di balik rumbai giok putih, samar-samar terlihat.


     Murong Xue tidak memperdulikan tatapan orang-orang padanya dan memandang dengan tatapan dingin ke Ye Yicen.


    “Yuyan adalah Putri yang paling di sayang oleh Raja Mobei, Jika dia dijadikan selir maka itu akan mejadi hinaan bagi Mobei. Dan Dua Kerajaan, Qingyan dan Mobei akan di pastikan berperang lagi!” Ye Yicen menjawab dengan dingin tanpa memandangnya. Alisnya memperlihatkan sedikit perasaan kesal.


     Murong Xue meminta dengan cara yang berbeda, dan dengan dingin berkata, “Qingyan adalah Kerajaan yang kuat dengan kekuatan militer yang memadai. Jika Mobei berani untuk menyerang, maka kirim saja pasukan untuk menghancurkan mereka. Kenapa Pangeran harus takut terhadap mereka?”


     “Aku tidak takut untuk pergi berperang. Aku hanya tidak ingin pasukan kita di perbatasan mati sia-sia!” Ye Yicen berbalik dan Memandang rendah ke Murong Xue, Kesan dingin diperlihatkan pada mata dan alisnya. “Jika kedua Kerajaan dapat menyelesaikan perang melalui pernikahan politik, kenapa kita masih perlu untuk berperang dengan sengit dan mengorbankan begitu banyak prajurit?”


     Bibir Murong Xue tersenyum dengan sentuhan mengejek, dan dengan dinginnya memandang Ye Yicen. “Pangeran dari Keluarga kerajaan semua masih muda dan cakap. Bangsawan di Ibu kota juga punya banyak Pemuda yang berbakat. Putri Yuyan bisa menikahi salah satu dari mereka dan menjalin hubungan baik antar dua kerajaan. Jadi dia tidak harus menikahi anda yang sudah bertunangan.”


     Ye Yicen bertindak tanpa perasaan menurunkan derajat Morong Xue sebagai Selir di depan publik adalah suatu penghinaan dan tidak memberikan rasa hormat padanya sebagai tunangannya. Pemilik asli tubuh ini sangat marah sampai mati gara-gara Ye Yicen. Dia adalah putri yang sangat di hargai dari istri pertama keluarga bermartabat, tidak akan mengijinkan siapapun untuk menintimidasinya!


     “Pada saat kedua kerajaan gencatan senjata, Raja dari Mobei meminta secara pribadi padaku untuk menjaga Putri Yuyuan. Dan aku Setuju!” Ye Yicen berkata dengan tenang, suaranya tenang dan tak tergoyahkan.


      Permintaan kecil dengan imbalan 20 tahun perdamaian antara Qingyan dan Mobei tampaknya seperti kesepakatan yang sangat baik. Ye Yicen menikahi Qin Yuyan untuk kepentingan seluruh Qingyan. Menurunkan derajat Murong Xue sebagai Selir karena dia tidak punya pilihan lain. Jika dia tetap berlanjut untuk menegur Ye Yicen, maka dia akan di anggap egois dan tidak menghargai.


      Dalam beberapa kata, dia telah menepis kritikannya. Metode Ye Yichen benar-benar tak terduga. Reputasinya sebagai Dewa Perang memang layak untuknya. Tapi dia, Murong Xue, juga bukan kambing lemah yang menanti untuk di sembelih, “Jika memang begitu keadaannya, Pernikahan Pangeran Jing dan Putri Yuyuan tidak dapat di hentikan dan tidak bisa dirubah?”


      Menatap pada Mata Murong Xue yang dingin seperti kolam yang dalam, Jantung Ye Yicen bedegup, seolah-olah sesuatu yang mengejutkan akan terjadi, dia mengerutkan dahinya dan dengan dingin berkata “Tentu saja”.


     “Bila demikian, maka Saya Memohon pertunangan dengan Pangeran Jing untuk di batalkan.”


     Begitu dia mengatakannya, Kerumunan menjadi gempar. Murong Xue ingin memutuskan pertunangan dan tidak menikahi Prince of War yang masih muda, bertalenta dan mempunyai banyak prestasi militer? Apakah dia menjadi bodoh karena penyakitnya? Qinyang punya banya pemuda bertalenta, tapi tidak mungking untuk menemukan orang punya pencapaian seperti Ye Yicen! Bahkan sebagai selirnya, itu masih lebih baik daripada sebagi istri pertama dengan menikahi orang lain


      Expresi terkejut tampak pada mata Ye Yicen. Saat dia memutuskan meminta Kaisar utuk menyetujui pernikahannya, dia telah mempertimbangkan segala reaksi dari Murong Xue dan telah memikirkan cara untuk menhadapinya. Tapi dia tidak menyangka bahwa Murong Xue benar-benar akan menyarankan untuk membatalkan pertunangan. Alisnya sedikit terangkat dan dengan dingin berkata, “Tidak Akan!”


      Murong Xue dengan dingin juga bertanya, “Kenapa Tidak?”


      Ye Yicen menurunkan kelopak matanya, “Jika ini di batalkan, maka akan mempengaruhi reputasimu….”


      “Di depan banyak orang, Pangeran Jing Menurunkan saya menjadi Selir tanpa belas kasihan. Membuat saya menjadi bahan tertawaan di ibu kota. Reputasi saya telah benar-benar hancur.” Murong Xue dengan dingin menyela perkataan dari Ye Yicen. Cemoohan di tunjukkan wajahynya pada Ye Yicen.


     “Apakakah kau menyalahkan saya?” Ye Yicen melihat ke Murong Xue, Ancaman terlihat di matanya.


     “Saya tidak berani, Saya hanya meminta pada Pangeran Jing untuk membatalkan perjanjian pernikahan kita. Kita masing-masih bisa menikah dan tidak punya ikatan apapun!”Murong Xue dengan santai menjawab di sertai dengan cemoohan dan tidak terburu-buru