
"Dari mana datangnya cahaya ini?" Shu Feng bertanya ketika dia mendongak ke atas dengan kaki yang masih di udara, mengapung seperti dia ada di air.
"Kemungkinan karena batu roh di atas sana yang mengantarkan cahaya." Fenghua menjawab dengan santai.
"Hah?" Shu Feng terkejut.
"Kamu ingat Hutan di atas sana?"
Shu Feng menganggukkan kepala.
"Itu adalah upaya dalam menyembunyikan tempat besar ini. Formasi Array di atas menyembunyikan seluruh tempat ini."
Semakin lama Shu Feng mendengarnya, semakin bingung dan terkejut dia.
"Formasi Array? Menyembunyikan? Apa maksudmu?" Shu Feng bergumam tak karuan. Pikirannya kacau dan hatinya berdegup dengan sangat cepat.
"Aku bercanda." Fenghua tertawa lepas melihat reaksi Shu Feng lalu dia menjelaskan, sambil menunjuk ke atas. "Beberapa spot di atas sana menerima sejumlah cahaya, melipatgandakannya dan menghantarkannya ke dalam gua ini melalui struktur yang sangat rumit. Kami menemukan bahwa ada 789 Batu roh yang tersebar luas di seluruh Hutan, jadi kemungkinan besar itu penyebabnya."
"... ... ..."
ITU BAHKAN LEBIH MENGEJUTKAN LAGI!
Shu Feng menelan ludahnya dan berpikir bahwa dunia sangat mengagumkan. Dengan memikirkan ini saja dia bisa memikirkan betapa kayanya dia jika dia mengambil setiap bongkahan batu untuk dirinya sendiri.
"Tapi tempat seistimewa ini ada bukan tanpa alasan bukan?" Tiba-tiba, terbesit pikiran jahat dalam kepala Shu Feng dan dia bertanya langsung.
"Kemungkinan." Fenghua memandang langit dengan serius.
Tak selang lama, dua sosok melintas dengan pedang terbang. Itu adalah You Bai dan Luo Qi. Melihat dua orang itu, Shu Feng menyipitkan matanya. Dia merasa hatinya sesak melihat dua orang itu bersama tapi dia menggeleng kepalanya dan meminta Fenghua untuk terus bergerak ke wilayah yang belum diamankan.
Dan kemudian mereka terbang ke wilayah yang belum disentuh.
Sesampainya di sana, Shu Feng melihat seekor monster besar raksasa, setinggi 17-20 meter, dengan berat sekitar ribuan kilogram. Dalam sekali pandang, kalian juga akan melihat kulitnya yang sekasar batu.
"Beruang Batu?" Shu Feng menerka.
"Benar." Fenghua tersenyum dan menepuk kepala Shu Feng seperti dia adalah kakaknya. "Itu adalah Beruang batu yang berusia sekitar 600 tahun. Dia ada di ranah Inti Emas sekarang. Dia juga adalah evolusi dari Beruang jadi bentuk tubuhnya sedikit mirip beruang."
Shu Feng menganggukkan kepala. "Dia sudah mendekati ajalnya... ... ..."
"Tak ada yang bisa kita lakukan. Itu adalah lingkaran hidup dan mati."
Shu Feng tersenyum pahit. Gara-gara perkataannya, dia mengingat ibunya sekarang. Dia berharap ibunya sehat dan aman diluar sana.
"Jadi apa yang akan kita lakukan dengan makhluk ini?" Shu Feng menoleh ke Fenghua.
"Kita akan membiarkannya disini. Binatang Roh tidak akan menyerang kecuali kamu menyerangnya." jawab Fenghua.
Setelah itu mereka kembali terbang menjelajahi wilayah yang belum tersentuh.
Pada saat mereka dalam perjalanan, mereka merasakan getaran yang kuat dan segera energi Yuan yang sangat murni menyembur keluar dari bumi.
"Apa ini... ... ...?" Shu Feng menelan ludah.
Sementara itu, Fenghua berwajah pucat dan tatapannya memandang asal dari energi Yuan penuh dengan keputusasaan.
Shu Feng melihat reaksi Fenghua, terdiam.
Sekarang, dia sadar bahwa dia sudah memancing bos tersembunyi!
...... ... ... ......
Ada banyak hal yang membuat Shu Feng kesal,
Salah satunya adalah saat dia bermain game mmorpg dan hanya berniat untuk melihat-lihat saja, tiba-tiba monster raksasa berkekuatan maha dahsyat menyerangnya tanpa ampun disaat dia tak berwaspada.
Sudah lebih 10 tahun dia tak merasakan ini.
"F@ck!" Shu Feng sudah lama tidak berkata kasar, berteriak keras dan hendak kabur namun tiba-tiba, energi Yuan yang menyembur keluar lenyap seperti ombak yang sudah surut.
Shu Feng berhenti sejenak, melihat Fenghua, namun dia mengatupkan bibirnya dan terbang untuk kabur secepat mungkin akan tetapi gerakannya dihentikan lagi oleh bisikan Fenghua.
"Jangan bergerak. Jika kamu bergerak, aku tak akan tau bagaimana nasibmu."
Mendengar betapa seriusnya Fenghua, Shu Feng yang sudah menyiapkan jimat Pengendara Surga nya, menelan ludah dan dengan tenang tidak bergerak dan panik. Tiba-tiba, dia langsung menyadari bahwa tempat itu tidak lagi sekacau sebelumnya.
Setelah benar-benar tenang, Shu Feng bertanya untuk terakhir kalinya dengan tatapan yang serius. "Apa yang baru saja terjadi?"
"Pernah kah kamu bertemu dengan Orang Suci?"
Alis Shu Feng langsung berkerut mendengar pertanyaan Fenghua dan tentu saja, dia menggeleng kepalanya. Penguasa pertama yang dia lihat adalah Fenghua dan dia adalah orang yang paling kuat yang pernah dia temui.
"Yang barusan itu adalah nafas suci, aliran energi Yuan yang berasal dari hembusan nafas Orang Suci Duniawi." Fenghua menjelaskan dengan pelan dan serius. "Seseorang pernah berkata, satu langkah keluar dari kefanaan, memasuki spiritual, berjalan di tapak dewa dan dewi sebagai Orang Suci. Mereka yang bersisa di dunia akan tetap Duniawi dan mereka yang diangkat ke Surga akan menjadi Bentuk Keberadaan Surgawi. Satu tatapan bisa menggetarkan kehidupan dan kematian, satu kalimat bisa membuka Surga dan Bumi dan satu tarikan nafas mampu menghidupkan tanah yang terbengkalai. Itu lah Orang Suci."
Mendengar apa yang dikatakan Fenghua, Shu Feng menarik nafasnya dengan pelan. Jadi Orang Suci bisa mengatur hidup dan mati di atas dunia? Namun ada satu hal yang membuatnya penasaran, "Apakah Orang Suci itu kekal? Atau mereka bisa mati?"
"Mereka yang bersifat duniawi bisa mati." Fenghua mengatakan apa yang ada dalam benaknya dan melanjutkan, "Tapi tidak ada dalam Catatan Purba Pahlawan Abadi tentang keabadian dalam Orang Suci. Dengan kata lain — "
"Mereka bisa mati." Shu Feng melanjutkan dengan pikiran yang semakin kacau.
"Jangan bicarakan ini. Membuat suatu kesimpulan tentang keberadaan di ranah Gerbang Surga hanya akan membuatmu dikutuk surga dan hati Tao mu retak," Fenghua mengatakan, "Akan lebih baik jika kamu merasakannya langsung." Lalu dia tersenyum lembut pada Shu Feng.
Shu Feng masih sedikit berkonflik dalam hatinya namun dia tetap menganggukkan kepala.
"Baiklah. Apa rencana kita? Haruskah kita pergi?" Shu Feng bertanya lagi.
"Tidak. Kita akan melihat perkembangannya. Jika nafas suci ini mengandung niat membunuh, kita akan segera pergi." Fenghua kemudian turun ke atas hutan dan mendirikan dua tenda di sana.
Shu Feng melihat Fenghua dan memerhatikan asal dari nafas suci di ujung cakrawala lalu melihat ke atas — cahaya sudah redup, karena itu dia memutuskan untuk turun dan bersegera untuk beristirahat sehingga besoknya dia siap untuk segala kemungkinan yang akan terjadi.
Namun saat tengah malam tiba,
Tiba-tiba mereka berdua merasakan aura yang akrab mendekat.
Dalam gelap malam, mereka keluar dan melihat aura keemasan yang megah mendekati mereka. Shu Feng merasa terpesona, namun segera setelah dia menyadari siapa yang ada di balik aura itu, dia langsung terkaget-kaget.
"Luo Qi?!"
Benar, itu adalah Luo Qi, sesosok gadis dengan jubah putihnya bercorak merah darah. Tatapannya penuh dengan niat membunuh ketika memandang Fenghua, namun ketika melihat Shu Feng, seluruh niat membunuhnya menghilang dan aura majestik nya menghilang.
"Shu Feng... ... ..." gadis itu jatuh ke hadapan Shu Feng dan menatapnya dengan dalam.
"Apa yang kamu lakukan?" Shu Feng berkedip melihat corak darah yang semakin jelas dan memutuskan untuk bertanya.
"You Bai... ... ..." Luo Qi menyebut namanya, berhenti sejenak dan melanjutkan, "... ... ... Dia ingin memerk*sa ku jadi kubunuh dia."
Shu Feng menarik nafasnya dengan dalam. Akhirnya dia menganggukkan kepala. "Baiklah. Serahkan sisanya denganku."
Luo Qi kemudian menggeleng kepalanya, "Tidak. Aku tak bisa merepotkanmu."
"Tak apa. Kita adalah partner dan kita saling mendukung." Shu Feng tersenyum lembut lalu dia menoleh ke arah Fenghua. "Kamu mendengarnya sendiri kan? Bisakah kamu menerima Luo Qi?"
"Tentu saja." Fenghua kagum. Sangat jarang bagi seorang dibawah ranah Inti Emas menang melawan seorang Master. Terutama orang itu adalah perempuan. Dia semakin kagum.
"tapi dia akan bermalam di tendaku." Fenghua lalu melanjutkan, "Bagaimana bisa aku membiarkan dua anak saling bertunangan berada di tenda yang sama... ... ..."
"Itu tidak seperti kami akan melakukan sesuatu... ... ..." Shu Feng memalingkan matanya ketika dia mencoba membela diri.
"Apapun itu, Luo Qi akan ada di tendaku. Ini adalah perintahku sebagai Penguasa."
"Baiklah." Shu Feng menganggukkan kepala. Padahal dia ingin menanyakan beberapa hal, akhirnya dia hanya bisa mengalah dan mencobanya besok.
Dengan begitu, hari ke-3 di dunia tersembunyi berakhir... ... ...