Stuck With My Feelings

Stuck With My Feelings
SWMF. Bagian 19



felli pun keluar dari perpustakaan berniat untuk kembali ke kelasnya, namun tidak sengaja melihat Bryan yang hanya duduk di pinggir lapangan basket sambil mengawasi teman-temannya.


" woii, tumben nggak main ? " ucap felli berjalan menuju tempat duduk Bryan dan duduk tepat disampingnya.


" ehh Jubaedah, kalau nyapa yang bener, wai woi wai woi, kayak gue nggak punya nama aja..." balas Bryan jengkel


" ye Monmaap " ucap felli sambil memanyunkan bibirnya.


" eh iya, tadi malem nyokap Lo pulang ? udah lama banget gue nggak ketemu sama nyokap Lo, terakhir ketemu pas ada acara di perusahaan papa gue kan ? gue udah siapin hadiah buat nyokap Lo dan...."


" nyokap gue udah berangkat lagi keluar kota " ucap Bryan berbohong agar felli tidak membicarakan ibunya lebih banyak lagi.


" loh kok cepet banget baliknya? berangkat kapan? "


" tadi pagi..." ucap Bryan santai, sesekali memperhatikan teman setimnya yang sedang bermain basket.


" padahal gue udah minta nyokap gue beliin hadiah buat nyokap Lo, gimana dong ? " ucap felli sambil bingung.


" ya siapa suruh beliin hadiah segala blwee "


" Lo mah sukanya gitu " balas felli cemberut


" nah iyaaa, sebagai gantinya pulang sekolah Lo harus nemenin belanja bulanan gue buat bujuk nyokap gue biar nggak marah. gimana ? plis ya nggak ada yang namanya penolakan titik !? " ucap felli menekan ucapannya.


" idihh pemaksaan dong namanyaaa "


" ya bodoamat, Lo juga sih nggak ngabarin gue kalau nyokap Lo udah balik kerja lagi "


" iya iya, sekarang diem bisa nggak ? nggak fokus nih mantau anak buah gue "


" sok- soan anak buah- anak buah.... eh iya ya mereka kan emang anak buah Lo " ucap felli pada dirinya sendiri. Bryan hanya meliriknya heran, dalam pikirannya 'bisa-bisanya dia suka sama cewek kayak gini ya ampun'.


" udaahh, masuk kelas aja sana, baca buku Lo biar tambah encer otak Lo.."


" oke siapp,...eh bentar.. kok gue merasa ucapan Lo ada yang nggak beres ya ? otak gue emang dah encer anjir, bisa-bisanyaaa..." felli pun pergi, namun sebelum pergi felli sempat menabok punggung Bryan dengan keras sampai berbunyi ' plak'.


" sakit wooy dasar cumiii " gerutu Bryan


Feli membalik badannya menghadap Bryan yang menggerutu


" lakikkk" sambil menunjukan otot lengannya padahal lengannya tidak berotot.


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


Bel sekolah berbunyi bertanda jam belajar mengajar telah selesai, para siswa berhamburan keluar kelas agar cepat sampai kerumah masing masing.


" ini si mas playboy alias Bryan kemana sih ? lama banget di tungguin dari tadi juga, perasaan kelasnya nggak jauh-jauh amat dari parkiran " gerutu felli yang dari tadi menunggu Bryan di temapat parkiran.


" cecap tu apa sih Rin ?" tanya salah satu teman gearin tidak mengerti ucapannya.


" masa Lo nggak tau sih ? cecap alias 'CEWEK CAPER' lah " ucap gearin memperjelas ucapannya untuk mempermalukan felli.


Namun felli tidak ingin meladeni mereka, felli hanya fokus pada ponselnya untuk menyuruh Bryan lekas ke parkiran sekolah.


" dia kayaknya nggak denger deh Rin " ucap salah satu teman gearin.


" eh iya nih felli lagi sok tuli " ucap gearin menyindir felli.


" ya udah yuk kita pulang dulu, dari pada ngurusin cecap dan sok tuli ini " sambung gearin lagi pada teman-temannya.


" hayuk " gearin dan gengnya pun meninggalkan tempat itu dan pulang.


" Anjirr Bryan kemana aja sih lama bengettt, sampai lumutan nih gue " ucap felli kesal


Felli kembali menghubungi ponsel Bryan dan benar saja panggilannya diangkat oleh yang punya.


" hehh, mas playboy alias tuan muda Bryan...Lo tau gue udah nunggu Lo dari tadi anjirr, cepat kesini atau ban motor Lo gue kempasin ?". ucap felli kesal


" iya iya bentar dongg, sabarr tunggu aja disitu gue otww "


" otw otw, awas aja ya kalau Lo kelamaan "


" iyaaa, ini lagi gas ke lokasi..."


" oke deh " felli menutup telponnya. selang beberapa menit Bryan terlihat berlari sambil ngos-ngosan menuju tempat felli.


" Lo ngapain aja sih dari tadi di tungguin juga "


" ya maaf, gue tadi ketiduran di perpus jadi nggak tau kalau udah bel pulang "


" nggak heran sih gue " gerutu felli


" udah marahnya ? ayo naik " Bryan pun segera menaiki motor kesayangannya dengan felli yang membonceng di belakang.


" jangan ngebut " felli memperingati. Namun bukan Bryan namanya kalau menuruti perintah orang lain, Bryan menambah kecepatan motornya, walaupun felli teriak dan memukul punggung Bryan berkali-kali.


" pegangan " tangan bryan menarik tangan felli ke pinggangnya untuk berpegangan.


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


🧡🧡