
Saat ini suasananya sangat tidak bagus coba kalian bayangin sendiri 3 karakter yang bersifat dingin ada di satu ruangan denganku ini benar-benar canggung ( Author saja sampai bingung bagaimana menjelaskannya ).
" Jadi mulai sekarang kalian akan menjadi orang kepercayaan ku, ku harap kalian tidak mengecewakan ku ya " ucap ren yang memecahkan keheningan di ruangan itu
mereka bertiga saling menatap tajam satu sama lain hampir selama 3 menit.
" Nah jadi karena kita sekarang berada di istana iblis, kita harus mengambil peran sebagai antagonis bukan? " kata ren dengan nada bercanda.
tiga orang itu sama sekali tidak menjawab pertanyaan ren, ren menaikkan sedikit alisnya karena kesal ucapannya tidak di jawab sama sekali.
( Catatan : si MC ini sebenarnya lemah banget, kalau di antara mereka bertiga sekarang menjentil MC dia bakal 1000%, mati, tapi karena aura yang di beli oleh ren di sistem jadi mereka tidak ingin bertindak gegabah )
tiba-tiba ada suara orang mengetok pintu dengan kencang sontak itu membuat semua orang yang dituangkan itu kaget kecuali ren.
" Yang mulia monster 3x " Kata seseorang yang suaranya sedikit serak di balik pintu
" Masuklah " Kata ren lalu mengubah posisinya yang tadi hanya duduk biasa sekarang dia menaruh kaki kirinya di atas kaki kanannya.
orang itu langsung berlari ke depan ren lalu bersujud sebentar dan bangkit lagi dari sujudnya.
" Yang mulia ada kabar buruk " ucap orang itu dengan Ter engah-engah sambil memegang bagian kanan/kiri perutnya
" bicaralah " ucap ren dengan nada yang sedikit tinggi
mereka ( mulai sekarang kalo mau panggil orang yang berkelompok pakai kalian atau mereka ya ) bertiga saling menatap lalu memperhatikan apa yang akan di katakan oleh pak tua itu sampai-sampai lari Ter engah-engah.
" Para manusia itu memanggil 18 pahlawan dan semuanya di beri kekuatan oleh dewa dan Dewi " ucap orang itu sambil memegang sebuah surat dan badannya bergetar sangat kencang saat ingin membaca kata terakhir di surat itu.
" Katakanlah aku tidak akan membunuhmu "
ucap ren yang masih terlihat santai dan memegang-megang coin emas
ucap orang itu sambil keringat bercucuran di mana-mana
" sialan para manusia itu tidak kapok sudah di hajar bahkan banyak sekali yang di bunuh oleh yang mulia " dalam hatinya dia mengutuk manusia yang tidak kapok-kapoknya menggangu ras iblis.
" ah sial*n sudah ku duga mereka akan memanggil pahlawan tapi kenapa mereka memanggil sangat banyak? "
" nanti akan ku urus sekarang aku punya sesuatu yang harus di selesaikan " ucap ren lalu berdiri dari kursi tahtanya
dia berjalan ke arah pak tua iblis itu lalu membisikkan sesuatu ke pak tua iblis itu dan membuat badannya bergetar sangat kuat lagi.
dengan gagap dia menjawab ren, dia langsung menghilang sehabis ren kembali ke tahtanya.
saat sudah duduk ren menatap mereka bertiga yang ada di depannya, dia langsung tersenyum jahat dan merencanakan sesuatu agar para manusia tidak akan melupakan ini.
" Di berikan kekuatan oleh para dewa dan dewi ya, sayang sekali lawan mereka adalah aku, jika saja bukan aku mungkin mereka masih bisa menang tapi untuk mengalahkan ku yang sudah di beri kekuatan yang setara dengan Tuhan tak perlu Takut apapun lagi "
" Baiklah aku punya misi untuk kalian bertiga "
ucap ren lalu mendekat ke mereka
mereka langsung berdiri tegap dan bersiap untuk melaksanakan misi yang di berikan oleh ren.
" Buat para pahlawan itu tau kekuatan kita, tapi jangan menggunakan kekuatan penuh, 2% kekuatan kalian saja sudah cukup "
mereka menganggukkan kepalanya secara bersamaan lalu menghilang.
ren menatap langit-langit ruangan nya lalu berencana untuk bermalas-malasan.
( Maaf ya kalau sedikit typo atau alur yang belum jelas karena saya sendiri hanya iseng-iseng bikin novel ini semoga ngak berhenti di tengah jalan )