
"duduk di sana aja yuk" tunjuk disya pada bangku panjang yang ada di pinggir lapangan dan terlihat ada beberapa tas, botol aqua, serta handuk kecil
"itukan buat pemain sya" ucap key
"gak papa key kan yang main pacar gue" ucap disya dengan senyumnya
"pacar lo? siapa?" tanya risa. mereka memang tidak mengetahui siapa pacar disya pasalnya disya tidak pernah cerita, mungkin saja mereka baru berpacaran
"riski, udah ah ayo kesana" jawabnya yang langsung menarik temannya
"WOY UDAH DULU YUK CAPE GUA" teriak yoga sambil berjalan keluar lapangan
mereka mengangguk dan mengikuti yoga yang sudah duduk di pinggir salsha
"eh.. neng salsha ngapain kesini? mau nonton basket ya" ucap yoga
"udah tau nanya" jawabnya jutek
yoga tak lagi bertanya ia memilih untuk diam dan meminum minumannya
Reynald berjalan ke arahke 2nya dan tepat di hadapan salsha ia berhenti, salsha hanya diam sambil memainkan pobselnya
reynald sedikit membungkukan badannya, tangannya menjulur tepat ke samping pinggang salsha, ke 2nya sangat dekat hingga pipi salsha memerah, ia memberanikan diri untuk mendonggakan kepalanya dan bertanya "L-lo ng-ngapain?" tanyanya gugup, rey menundukan kepalanya hingga pandangan mereka, bertemu selang 5 detik salsha langsung mengalihkan pandangannya dari reynald
"gue mau ambil tas gue, dibelakang lo" jawabnya sambil tersenyum jahil
"O-oh y-yaudah lo ambil aja" ucap salsha seraya menggeser duduknya
Masih dengan posisi yang sama rey mendekatkan bibirnya pada telinga salsha "pipi lo merah" bisiknya seketika salsha menegang dan menutupi wajahnya dengan rambut panjangnya, setelahnya rey duduk di pinggir salsha dan meminum minumannya nya
"apaan sih nih orang, haduh jantung gue ko disko ya?" batin salsha
"tumben banget tuh bocan modusin cewek" ucap verel heran pasalnya jarang sekali reynald dekat dengan wanita terkecuali keluarganya
"gada salahnya jugakan kalo si rey suka sama si salsha" ucap risa datar
memang sendari tadi mereka terus memperhatikan gerak gerik ke 2nya, Ohh nampaknya bukan mereka saja tetapi juga siswa/i yang menonton permainan basket tadi
"WOY AYO LATIHAN LAGI, GAUSAH NGEBUCIN LO PADA" teriak fian
"IRI AJA LO JOMBLO" teriak Riski sambil berjalan ke lapangan didikuti ke 5nya
🍭🍭🍭🍭
Kini reynald dan ke 6 temannya sedang berada di rumah fian. mereka akan menginap di rumah fian, beruntung orang tua fian sedang berada di luar negri jadi mereka bebas melakukan apasaja. seperti sekarang musik yang di putar dengan suara yang besar dan puntung rokok dimana² ditambah lagi ada beberapa minuman beralkohol.
"enak ya rey modusin anak orang" ucap verel yang masih pokus dengan PS nya, sontak rey yang sedang memainkan ponselnya langsung menoleh pada verel
"kapan gue modusin anak orang?, lu pikir gua si yoga apa" ucapnya datar
"yeuu si bangsatt ngapa jadi gua yang dibawa" saut yoga
"gak modus lu bilang? terus yang tadi di pinggir lapangan apa?" tanya kevin
"emang lo tadi ngapain?" tanya riski
"itu modusin si salsha, mana pake tatap tatapan segala, udah gitu duduknya mepet banget lagi" jelas kevin
"heleh, gitu doang" ucap rey santai
" lo suka sama si salsha" tanya fian
"sejak kapan?" timpal vino