Revenge The Queen Of The Mafia

Revenge The Queen Of The Mafia
eps 5:Berlatih Di Hutan Shiao



------+-----+------+-----


Jing luo pun akhirnya sampai ke perbatasan hutan shiao, ketika ia sampai ia masih merasakan hawa mencekam saat ia berada disitu, sama seperti waktu ia pertama kali datang ke tempat itu, namun sepertinya hawa yang kali ini sedikit berbeda, mungkin karena ia sudah pernah kesini, jadi mungkin ia terbiasa dengan hawa tersebut.


"hem.. hawa hutan ini masih sama dengan yang waktu itu, tapi sepertinya aku sudah agak terbiasa dengan hawa hutan ini, lebih baik aku harus sering-sering datang ke sini agar bisa terbiasa". katanya dengan se ulas senyum tipis.


kemudian ia pun menelusuri hutan tersebut hingga akhirnya ia pun sampai ketempat yang ia tuju, ya itu ditempat dimana ia melukis gambar tengkorak pada sebuah pohon mati.


kemudian ia pun melakukan pemanasan dan beberapa peregangan otot agar


ketika ia berlatih, tidak akan terjadi cedera.


kemudian setelah ia melakukan pemanasan, ia pun mulai berlatih berbagai jenis teknik pedang,setelah ia berlatih selama 15 menit ia terbaring di atas tanah karena sangat kelelahan.


"huh Huh" astaga! ternyata tubuh ini sangat lemah, baru 15 menit berlatih, sudah kelelahan, biasanya aku berlatih paling sebentar tiga jam sedangkan paling lama aku akan berlatih setidaknya membutuhkan waktu lima hingga enam jam" katanya yang masih ngos ngosan.


"lebih baik aku harus sering melatih kemampuan ku ini agar tidak mudah lelah" katanya beranjak bangun. "ngomong-ngomong aku penasaran apa lagi yang ada di hutan ini? " katanya penasaran. "lebih baik aku menjelajah hutan ini, mana tau kalau aku menemukan keberuntungan atau barang berharga" katanya sambil kemudian mengambil pedang yang terjatuh saat ia berlatih tadi.


ia pun kemudian menelusuri hutan shiao karena ingin tahu apa saja yang ada di dalam hutan tersebut selain hewan spirit dan tumbuhan herbal, karena dari asyik melihat keindahan hutan itu, ia melihat kiri kanan ia tak menyadari bahwa dia telah sampai di depan gua yang besar.


"astaga!! aku terlalu memperhatikan sekitar hingga tidak menyadari bahwa aku sudah masuk ke hutan yang lebih dalam, aku tidak menyadari bahwa aku telah sampai ke sini " katanya sambil melihat gua tersebut.


"tetapi untunglah bahwa aku masih ingat betul jalan yang aku lalui tadi" katanya merasa lega.


"emmm.... aku penasaran apa yang ada di gua ini? kenapa disini aura kekuatannya sangat pekat dan kuat??” katanya penasaran. " dari pada aku terlalu penasaran lebih baik aku masuk saja”katanya dengan berlalu pergi dan masuk ke dalam gua yang gelap gulita tersebut. ia pun mulai menyalakan obor yang tadi ia bawa agar ia dapat melihat apa saja yang ada di dalam gua tersebut.


namun ia agak sedikit kaget karena ia melihat sekumpulan tulang hewan spirit tingkat berlian berserakan di mana-mana ia pun menduga-duga mungkin ada seseorang yang membunuh hewan spirit tersebut, dan menurut dugaannya orang tersebut juga kuat. dan ia juga harus waspada ke pada orang itu, karena saat ini kekuatannya sangat lemah, kemungkinan saat mendapat satu kali pukulan, ia akan mati ditempat.


"huft..... ini semua salah tubuh si*lan ini!!, kalau tidak mana mungkin aku akan lemah seperti para pecundang yang ada diluar sana" katanya dengan wajah masamnya. "


ah lebih baik aku menelusuri gua ini lagi"


katanya sambil melanjutkan petualangannya di dalam gua tersebut. ia pun menelusuri gua itu hingga ia di kejutkan dengan cahaya bewarna merah.


sinar itu pertama-tama sangat kecil namun seiring bertambahnya waktu sinar itu pun perlahan membesar. Jing luo yang penasaran dengan cahaya tersebut akhirnya berjalan mendekati sinar tersebut.


"ah!!!! " cahaya tersebut semakin terang hingga ia tidak bisa melihat. kemudian cahaya itu pun perlahan-lahan menghilang bak ditelan udara. kemudian barulah Jing luo dapat melihat dengan jelas. namun ketika ia melihat ke tempat cahaya tersebut ia kaget karena ada pedang berwarna merah yang sangat indah.



ia pun kagum akan ke indahan pedang tersebut, sampai-sampai ia tidak sadar kalau ia berjalan ke arah pedang tersebut. ketika ia telah sampai ketempat pedang tersebut ia pun dapat melihat pedang itu menyala dengan warna merahnya dengan sangat terang.


perlahan tapi pasti ia pun kemudian mencabut pedang tersebut hingga keluar di antara gundukan batu tersebut


namun ketika ia menarik pedang tersebut cahaya merah kembali menerpa wajahnya hingga ia akhirnya menutup kembali matanya, namun ia kemudian dikagetkan dengan suara yang entah berasal dari mana, "Bukalah matamu wahai nona" kata suara tersebut.


Jing luo pun akhirnya perlahan-lahan membuka matanya, ia pun melihat ke sekelilingnya untuk memastikan apakah ada orang di gua itu selain dirinya. namun ia tidak menemukan siapapun.


"aku ada disini nona" kata suara tersebut. seketika ia pun berbalik melihat kearah pedang tersebut.


"apakah kau yang berbicara wahai pedang? "


katanya agak sedikit ragu kalau yang berbicara tadi adalah pedang itu.


"ya itu adalah aku nona apa kau tidak terkejut? " tanya pedang tersebut penasaran. sedangkan Jing luo hanya melongo karena baru pertama kalinya ia melihat sebuah pedang berbicara. namun, ia segera menetralkan ekspresinya, agar tetap menjaga wibawanya, lagi pula dia kan seorang Quen mafia, ia harus menjaga image agar orang-orang tidak memandang remeh dirinya.


"tidak"


jawaban yang singkat,jelas,dan padat. ekspresi Jing luo hanya datar. sedangkan sang pedang dia terkejut karena suara,ekspresi dan juga hawa yang di keluarkan juga aneh, karena baru kali ini ia merasakan hawa yang menakutkan yang telah dikeluarkan oleh


Jing luo.


"hem... gadis ini sungguh menarik,mungkinkah dia adalah orang yang dikatakan dalam ramalan, melihat dari tingkahnya yang dingin, namun aku harus memastikannya,dengan cara aku harus bisa menjadikannya tuanku dan membantu ku agar terbebas dari pedang ini.tapi aku agak malu, karena selama 5 juta tahun aku hidup baru kali ini aku harus memohon agar seseorang menjadi tuanku"katanya sambil Berdecih,Karena baru Kali Ini Ia Harus Memohon Kepada seseorang untuk menjadi Tuannya.


Jing luo pun berpikir apakah ia harus menerima pedang itu atau tidak. ia pun mulai berpikir, dan muncullah ide jahil dari jing luo untuk mempermainkan pedang tersebut.


" atas dasar apa? kau mau aku menjadi tuanmu?" tanya Jing luo sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Astaga Bocah Ini ternyata lumayan Mengesalkan juga_-"batin pedang tersebut Jengkel.


"karena...aku rasa kau butuh bantuanku untuk mencari informasi yang kau butuhkan dan aku juga bisa mengajarkanmu tentang berbagai ilmu bela diri yang sangat hebat, bagaimana apakah kau mau? "tanya nya penuh harap.


sungguh,Saat ini Ia Sangat"Terpaksa menahan Emosinya.


" Yeah, kalau dipikir-pikir bagus juga tawaran yang ditawarkan oleh pedang ini, sayang juga di sia-sia kan, ah!! dari pada membuang waktu lebih baik aku Terima saja tawaran dari pedang ini!" batin Jing luo.


"baiklah aku Terima tawaran mu"


kata Jing luo datar. sedangkan sang pedang akhirnya sangat senang sekaligus lega karena akhirnya ia bisa


bebas dari pedang ini.


"baiklah kau harus meneteskan darah mu di pada ku agar kita selalu terikat satu sama lain atau bisa dibilang kontrak mati"


kata pedang itu dengan serius.


"baiklah"


tanpa membuang waktu ia pun mulai mengiris telapak tangannya tanpa rasa takut. sedangkan sang pedang Agak terkejut karena Jing luo mengirisnya terlalu besar dan tanpa rasa takut. dugaannya semakin kuat kalau Jing luo lah gadis dalam ramalan itu.


"kenapa kau mengiris di telapak tanganmu?? seharusnya kau cukup mengiris di ujung jari telunjukmu"


kata sang pedang karena agak kawatir.


"Kau diam saja dan jangan banyak mengoceh, cukup melihat aku melakukan apa yang harus aku lakukan. apa kau paham?? "


kata Jing luo, matanya masih tidak beralih dari luka tersebut, ia sangat menyukai aroma darah, ia merindukan saat-saat ia membunuh para penjahat di zamannya. ia sesekali memejamkan matanya menikmati aroma dari darahnya tersebut.


sedangkan Pedang tersebut hanya bergidik ngeri karena perkataan dari Jing luo.


" kenapa aku jadi begini ya? " batinnya ngeri.


kemudian akhirnya Jing luo meneteskan darah nya ke pedang tersebut. dan seketika cahaya merah itu kembali menerpa wajahnya, ia pun akhirnya kembali menutup mata nya. dan akhirnya cahaya itu menghilang kembali. ia belum masih membuka mata nya karena matanya agak sedikit sakit karena cahaya itu.



siapa kau?Kenapa kau Tiba tiba ada disini?"


kata Jing luo datar kepada burung Phoenix api tersebut.


"Ini Adalah Wujud asli ku Tuan,Aku adalah Phoenix yang terjebak di dalam Pedang tersebut"Kata Phoenix tersebut.


"aku adalah sang burung Phoenix api yang tadi kau ajak bicara dengan pedang tadi itu adalah aku,aku terjebak di pedang itu selama 1 juta tahun lamanya, dan aku juga adalah Phoenix yang paling agung diantara semua burung Phoenix.aku adalah hewan legenda. tidak semua orang bisa melihatku. dan kau adalah termasuk orang yang sangat beruntung bisa bertemu dengan ku, semua burung yang ada di ras Phoenix sudah punah, dan hanya ada aku satu-satunya makhluk burung di ras ku. "


kata sang Phoenix dengan serius.


sedangkan Jing luo hanya diam.


"kenapa Semua Temanmu sudah punah?"


kata Jing Luo Penasaran


"Karena peperangan yang terjadi antar ras",


kata Phoenix tersebut. Kemudian Ia pun Mendekati ke arah Jing luo.


"baiklah karena anda sudah menjadi menjadi tuanku. izinkan lah aku masuk ketubuh mu." kata sang Phoenix.


"buat apa kau masuk ketubuh ku? kau kan bisa terbang dan aku bisa naik di atas tubuhmu?! " cerocos Jing luo sewot.


sifat aslinya Pun akhirnya keluar juga.


sedangkan sang Phoenix hanya mendengus Jengkel.


"Astaga_-, apa kau tidak berpikir,aku baru saja keluar dari dalam pedang itu dan kau langsung menyuruh ku untuk menjadi tunggangan mu?oh ayolah tubuh ku ini masih lemah dan harus dilatih, oleh sebab itu aku harus masuk ketubuh mu untuk memulihkan kekuatanku, lagi pula kau juga akan memiliki keuntungan kalau aku masuk kedalam tubuhmu. "


"apa keuntungan nya untuk diriku? " tanya Jing luo.


"kau akan menjadi lebih kuat dan sebagian dari kekuatanku akan terbagi untuk mu".kata Phoenix tersebut.


" hah... baiklah aku izinkan kau masuk ke tubuh ku, tapi sebelum itu aku ingin bertanya siapa nama mu? "


kata nya penasaran.


"aku tidak memiliki nama, kalau kau bersedia memberiku nama aku akan dengan senang hati menerimanya".


"baiklah nama mu Shen saja bagai mana? "


"baiklah" kata Shen sumringah.


tidak menunggu waktu lama ia pun akhirnya masuk ke dalam tubuh Jing luo


kemudian ia pun melakukan telepati kepada Jing luo.


"kau bisa melakukan telepati jika ingin berbicara dengan ku" kata Shen


" baiklah"kata Jing luo mengangguk setuju.


"baiklah sekarang aku akan melatih mu latihan dasar untuk menjadi seorang pendekar terkuat di dunia ini.lalu Jing luo pun berlatih untuk meningkatkan kekuatan mereka.


Jing luo berlatih selama 2 jam namun seketika ia jatuh ke tanah karena sangat-sangat kelelahan.


" huh-huh" ap-apakah sesusah!!! ini untuk meningkatkan huh... kekuatanku....! " katanya dengan napas yang naik turun.


sedangkan Shen hanya Menatap Malas mendengarkan perkataan Jing luo.


"Hei,kau pikir untuk menjadi kuat itu semudah membalikkan telapak tangan!!" hardik Shen yang sedang melakukan telepati dengan Jing luo


sedangkan Jing luo hanya memajukan bibirnya.


"halah!!! jangan banyak sewot dasar burung tak tau di untung!!! kata Jing luo melalui telepati dengan sewot.


kemudian ia pun teringat dengan Suami Halu kesayangannya.


"argh!!!!! aku rindu dengan oppa-oppa ku"Teriaknya Frustasi.


Namjoon Oppa,Jimin Oppa,-!!,Oh My Bias-!?!! aku rindu kalian!!!" teriak nya lagi. ia terus saja mengoceh sehingga Shen pusing tujuh keliling dibuatnya.


ia tidak menyadari ada seseorang yang mengamatinya dari atas pohon. orang itu tersenyum lebar saat Jing luo mengatakan bahwa ia merindukan idol kesayangannya.


namun senyum itu tergantikan dengan senyuman getir, tanpa ia sadari bulir-bulir bening mengalir dari matanya.


raut wajahnya menunjukkan kerapuhan dan kerinduan yang amat mendalam yang ia tujukan kepada Jing luo.


"Akhirnya aku menemukanmu...ku harap dugaanku tidak salah bahwa itu adalah kau...... jika benar itu kau aku tidak akan melepaskan mu lagi, dan aku berjanji akan membahagiakan mu selamanya". lirih orang itu dengan senyuman getir lalu perlahan-lahan ia pun menghilang.


sedangkan Jing luo yang merasa di perhatikan menoleh ke sekitarnya. namun ia tidak menemukan siapa pun.


"apakah hanya perasaan ku? " ah sudahlah."


kemudian ia pun melanjutkan latihannya.


__________________


Noh-Noh:v Siapa kah ia? dan apa hubungannya sama Jing luo??


simak terus ceritanya:v


jangan lupa Like,Komen and Share yah:))


sampai sini dulu ya><


salam manis Author Camtik><