Return Of Past Love

Return Of Past Love
BAB 14



Happy reading


Maafkan aku baru bisa up, karena kesibukanku di RL yang begitu padat.


Semoga Bab ini bisa menghibur kalian semua. Love You.. 😘😘😘


☘☘☘☘


Dengan langkah yang sangat terburu - buru, seorang wanita melangkahkan kakinya menuju kesebuah ruangan. Di mana sang empunya ruangan sedang berkutat dengan berkas yang menumpuk.


Tok


Tok


Bunyi suara pintu yang diketok dari luar.


" Masuk, " kata seseorang dari dalam ruangan.


" Maaf permisi Pak, apa boleh saya menggangu sebentar? " tanya seseorang yang baru saja masuk kedalam ruangan.


" Alexa! " teriak seseorang dari balik meja kerjanya. Ya nama wanita yang baru saja masuk itu adalah Alexa, anak kedua dari pemilik perusahaan.


" Kak Alex, " panggil Alexa kepada sang empunya ruangan sambil merentangkan tangannya. " Kapan kamu tiba dek, kenapa nggak bilang kalau mau pulang? " tanya Alex secara beruntun kepada Alexa.


" Surprise! " jawab Alexa kepada Alex. Alex pun berdiri untuk menghampiri dan memeluk adik kesayangannya yang sudah lama tidak bertemu.


" Kakak kangen kamu dek, " kata Alex sambil memeluk adiknya. Dan disambut hangat oleh Alexa dengan pelukan hangat pula.


Beberapa saat kemudian Alex pun melepaskan pelukannya dari Alexa, dan menuntunnya ke arah sofa yang sudah ada dalam ruangan Alex. Mereka pun terdiam sejenak hingga Alexa memulai percakapan diantara mereka terlebih dahulu.


" Kak ada yang mau aku tanyakan ke kakak! " kata Alexa kepada Alex.


" Tanya apa? " jawab Alex dengan menatap Alexa dengan penasaraan.


" Apa kakak masih ingat dengan teman baikku semasa SMA dulu yang sering aku ajak ke rumah? " tanya Alexa dengan seriusnya.


" Kakak tidak ingat, lagian teman kamu banyak dek dan kakak juga jarang pulang ke tanah air karena kesibukan kakak bersekolah di luar negeri " jawab Alex tanpa mengahlikan tatapannya pada layar laptop yang ada di depannya.


" Masa kakak lupa dengan Christel, " kata Alexa memberitahukan Alex nama teman lamanya.


" Kenapa memangnya dengan teman kamu itu? " tanya Alex kepada Alexa. " Sepertinya tadi Aku melihat Christel di loby kak, dan Aku harap itu memang Christel teman lamaku, " jawab Alexa antusiasnya dengan senyum yang merekah di bibirnya.


.


.


🌹Flashback On🌹


Alexa baru saja turun dari mobil sport berwarna merah miliknya yang baru saja ia kendarai. Dan memberikan kunci mobil kepada keamanan gedung kantor, untuk memarkirkan kendaraan miliknya.


Baru saja ia ingin melangkahkan kakinya menuju ke dalam Perusahaan, tanpa sengaja sepasang matanya melihat sosok yang dikenalnya.


"Christel! " gumamnya dalam hati.


Dengan langkah yang tergesah - gesah, Alexa menuju kepada sosok yang dikenalnya itu. Tetapi sangat disayangkan, Christel sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kendraan dan melajukannya.


Alexa hanya bisa menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan, melihat laju kendaraan Christel yang perlahan tapi pasti menghilang dari pandangan matanya.


Alexa pun memutar langkahnya untuk kembali ke gedung kantor tempat tujuan awalnya.


🌹Flashback Off🌹


.


.


Christel baru saja tiba di rumah dan memarkirkan kendraannya ke dalam garasi. Dengan langkah yang sedikit berlari, Christel melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah.


Christel sedikit berlari menuju taman belakang tempat keberadaan Mama Daisy.


" Mama, " panggil Christel sambil memeluk mama Daisy dari belakang. " Sayang, kamu sudah pulang? " tanya mama Daisy sambil membalikan tubuhnya tanpa melepaskan pelukan Christel.


" Iya Ma, baru saja Christel sampai rumah, " jawab Christel sambil tersenyum menunjukkan barisan gigi ratanya. " Bagaimana wawancara kamu sayang? " tanya mama Christel.


" Christel diterima bekerja disana Ma, " jawab Christel dengan girangnya. " Selamat sayang, ini baru anak kebanggaan Mama" kata mama Daisy sambil mengecup kening Christel dengan sayang.


" Ya sudah kamu ke kamar ganti baju dulu, sebentar lagi kita makan siang, " kata mama Daisy kepada Christel, dan dibalas anggukan oleh Christel.


Christel pun berjalan menuju kamarnya dengan bersenandung riang, dan terus mengembangkan senyuman di bibir ranumnya.


.


.


Di tempat yang lain sepasang kakak beradik sedang menikmati kebersamaan mereka, yang baru saja mereka rasakan lagi setelah sekian lamanya berpisah, karena sang adik harus meninggalakan tanah air dan bersekolah di luar negeri.


" Kak Alex! " panggil Alexa kepada Alex yang langsung mengahlikan pandangannya ke arah sang adik.


" Iya! " jawab Alex sambil menatap lekat sang adik. " Kakak, masih mengingat wanita itu? " tanya Alexa dengan hati - hati kepada Alex.


" Masih, dan tidak akan pernah kakak lupakan, " jawab Alex dengan senduh. " Apa kakak belum menemukan keberadaanya? " tanya Alexa lagi.


" Belum, sampai sekarang kakak belum menemukan keberadaanya, " jawab Alex yang sudah memalingkan wajahnya dari Alexa.


" Sudahlah, tidak usah membahas masalah itu lagi jika memang berjodoh pasti kami akan dipertemukan kembali, " kata Alex yang tidak ingin membahas wanita itu untuk sekarang ini.


Waktu berlalu begitu cepat, matahari pun sudah tidak menampakan cahayanya lagi dan digantikan oleh cahaya bulan purnama di malam hari.


Alex dan Alexa baru saja tiba di kediaman mereka dan disambut oleh para pelayanan yang sudah berbaris rapih saling berhadapan satu sama lain sambil sedikit membungkukkan badan mereka.


" Mami, kami pulang, " teriak Alexa dengan suara yang melengking ditelinga.


" Sayang, kenapa teriak seperti itu? " tanya mami Agashi sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku putrinya.


" Maaf, Alexa cuma sudah kangen sama Mami, " jawab Alexa sambil tersenyum kikuk.


" Ehemm. " Papi Daniel berdehem agar memecah percakapan dua wanita yang amat di sayanginya. " Jadi cuma Mami nih yang dikangenin, Papi enggak gitu? " tanya papi Daniel sambil memasang raut wajah senduh.


" Alexa juga kangen Papi kok, " jawab Alexa sambil memeluk lengan kekar papi Daniel dengan sangat erat, walaupun usia papi Daniel sudah tidak muda lagi tetapi tetap segar bugar.


Mami Agashi dan Alex hanya bisa memutar bola mata mereka jengah sambil menggelengkan kepala melihat tingkah laku Alexa kepada sang Papi yang terlihat sangat manja, diusianya yang tidak belasan lagi. Tidak dipungkiri lagi Alexa memang sangat manja terhadap kedua orang tuanya, yang begitu sangat memanjakan anak gadis mereka.


" Alexa, ganti baju dulu. " Perintah sang Mami agar putrinya itu tidak bermanja lagi pada sang Papi, dan segera membersihkan diri.


" Iya Mi, aku kekamar dulu, " pamit Alexa kepada kedua orang tuanya sambil beranjak dari tempat duduknya.


" Alex juga mau kekamar dulu membersihkan diri, " pamit Alex kepada kedua orang tuanya. Yang dibalas anggukan oleh kedua orang tuanya.


Alex dan Alexa pun berjalan menaikki anak tangga menuju kamar mereka masing - masing untuk membersihkan tubuh yang sudah lengket akibat keringat.


Sesampainya Alex di kamar dia duduk ditepian tempat tidur king sizenya, membuka dasi dan jas kerjanya, menaruhnya tepat disamping kirinya. Alex pun membuka laci nakas samping tempat tidurnya dan mengambil sebuah kotak, yang berisikan sebuah gelang wanita, yang sudah sangat lama ia simpan.


" Kapan kita akan bertemu kembali? " tanya Alex dalam hatinya. Sambil memandang lekat pada gelang yang ada di genggaman tangannya.


🍁🍁🍁🍁


Hallo para raders kesayangan jangan lupa Like dan koment sebanyak-banyaknya yaa supaya aku juga semangat nulisnya.


Dan Jika berkenan tolong bantu vote


Terima kasih πŸ˜ŠπŸ˜šπŸ€—πŸ˜˜