
Malam yang tak berujung, malam yang ku rindukan, iya aku menyukai pria yang nyelamatin aku..
Malam itu aku langsung memutuskan untuk pulang, sialan aku ketiduran di cafe buku. Saat ku liat jam di tanganku, astaga udah jam 11 malam, semoga masih ada bus lewat.
Saat di depan gang kecil, udaranya lumayan dingin aku langsung meluk tanganku yang terbungkus jaket tebal, kebetulan langit sudah mendung.
Kayanya aku harus lewatin jalan ini , bissmillah semoga gak ada apa-apa.. gumam ku dalam hati..
Tiba-tiba aku di kejar 2 orang laki-laki yang satu bertubuh krempeng, dan satunya lagi berbadan kekar sambil neriakin
" Woi tungguin!!"
"Kita gak bakal macem2 ko, kita mau isi tas kamu aja."
Aku langsung lari sekuat tenaga, lari tak karuan sampe lupa arah jalan pulang sudah terlewat
"Sialan gue kemana!!"
Ternyata ada pria memakai switer putih yang liat aku di kejar-kejar preman gang, dia langsung narik tanganku dan lari bersamanya, entah apa yang aku pikirkan malam itu aku langsung ngikut dia. Setelah sampai di bawah pohon besar dia melepaskan genggaman tangan nya sambil berkata
"Kamu gak papa kan?"
"I.iya.. aku gak papa.."
"Lain kali hati-hati, jam segini rawan pencopet.!"
Dia langsung pergi tanpa pamit, aku yang masih melongo liatin dia langsung berpikir pulang cepet-cepet ke rumah..
"huuhh lelahnya.."
Aku langsung ngutak atik hp ku, ternyata da chat dari mama 2 jam yang lalu, untungnya aku selamat sampe rumah.
Kringgg Kringg
Deru alarm, aku lupa hari ini aku harus sekolah. Aku pindah sekolah karena keinginanku juga, sebenernya aku pindah sekolah karena rumah kita harus di jual untuk melunasi hutang papa ku dan kami sekarang pindah di rumah kita yang dulu. Walaupun tak seluas dan sebagus rumah yang di jual aku seneng banget karena aku pindah sekolah!!!
"La.. sarapan dulu gih.!"
Setelah sarapan aku langsung berangkat sekolah, kebetulan jarak antara rumah dan sekolah baruku gak terlalu jauh jadi bisa ngirit ongkos hehe..
Sampe juga di halaman sekolah, aku langsung nyari ruang guru. Semua murid liatin aku mungkin karena aku murid baru dan asing bagi mereka, setelah resmi menjadi murid di sekalah ini, aku di antar guru untuk masuk ke kelas yang di maksud nya.
Dan..
"Murid-murid kami kedatangan siswi baru, dan bapak harap kalian bisa lebih dekat lagi."
Setelah guru ini bicara kebetulan dia adalah walikelas kami, dan aku di persilahkan untuk mengenalkan diri.
" Hai..namaku Seola.."
" Hallo.." sontak teman-teman..
Setalah perkenalan, aku di pilihkan bangku oleh wali kelas, aku duduk di urutan bangku no 3.
" Hai namaku kelli.." Sambil tersenyum.
" kamu cantik banget, kamu pindahan dari mana?"
Kelli bertanya, dia duduk di banggku no 2 , tapi aku hanya tersenyum.
Jam istirahat pun tiba, perutku lapar banget karena pagi tadi aku tidak sarapan dulu. Di sekolah ini kami harus antri untuk ngambil makanan yang kita mau, setelah berdesakan lama akhirnya giliranku.
Setelah makan aku berniat langsung masuk kelas tapii, aku melihat pria yang tadi malam nolongin aku di jalan, tapi ko dia kaya masuk kelas ku.
Setelah aku masuk dan ternyata dia satu kelas denganku, tapi ko dia nggak inget aku yaa, entahlah.. ternyata dia pria idola nya sekolah kami, dia itu anak basket dan papanya seorang aktris terkenal, mamanya seorang model pantas saja dia ganteng banget karena sudah turunan, kata temen baru ku yang pada ngegosip.
Menurut aku juga begitu hehe..
Saat pulang sekolah aku tidak langsung pulang ke rumah, karena aku mau mengundurkan diri dari tempat kerjaku, papa mama ku tau kejadian malam itu, entah tau dari mana mungkin karena firasat orang tua.
Setelah itu aku mampir ke perpustakaan kecil gitu di dalamnya nggak luas banget kaya perpustakaan, malah lebih mirip kaya cafe karena di dalamnya ada banyak jenis makanan ringan. Aku jadi betah mampir di tempat ini karena tempat dan suasananya nyaman banget.