Netha's AND Arya

Netha's AND Arya
Takut



Pagi hari Arya terbangun dan mendapati wanita cantik berkulit putih bersih sedang memeluk dirinya, ia tak ingin membangunkan Netha karena ia tak ingin sang kekasih terbangun dan melepaskan pelukannya kemudian berakhirlah adengan mesra itu.


tapi tanpa ia sadari Netha sudah dari tadi terbangun dan ternyata ia pura pura tidur


Arya memeluk Netha lebih erat tatapi tangan kecil dan mulus milik Netha mendorong tubuhnya.


"dasar laki laki mesum, cari kesempatan dalam kesempitan"


"idih enggak itu tadi aku cuma mau angetin tubuh kamu doang kok"


"cih pake ngeles lagi kamu tuh pinter banget cari alesan"


"ciee yang udah terbiasa panggil aku kamu hehe" Ledek Arya yang membuat Netha geram ingin sekali mengucapkan sumpah serapah pada laki laki itu tetapi dia berfikir bahwa sekarang laki laki itu adalah kekasihnya.


"bodo amat..., ayo balik ntar dicariin kamu mau mereka semua panik"


"iya sayang yaudah ayo jalan"


Dalam perjalanan mereka berdua berbincang bincang dari kebiasaan mereka, keluarga sampai ke tipe pasangan.


"Ar tipe cewek kamu tu kek gimana?"


"kalo aku sih gak liat dari fisik dan materi tapi dari hati, kalo dia baik sama aku dan sama keluarga aku apalagi sama orang yang aku sayang contohnya sama mama aku pasti aku juga bakalan sayang sama dia, terus kalo tipe cowok kamu kek gimana?


"ya aku sih simple aja aku gak perlu cowok ganteng, tinggi, kaya, tapi aku melihat laki laki itu dari otak karena menurut aku kalo cowo itu pinter udah pasti dia bisa bahagiain aku dan kagak bakalan selingkuh dan kalo dia mau selingkuh pasti dia mikir dulu gimana perasaan aku nanti"


"unik juga ya kriteria cowo impian kamu"


"iyaa dan aku berharap kamu bisa kaya yang aku inginkan"


"pasti sayang aku bakalan usahain semampu aku"


setelah percakapan itu tidak ada lagi yang membuka suara, sunyi senyap bahkan suara jangkring pun mungkin bisa mereka dengar, setelah beberapa menit Netha mulai membukan pembicaraan kembali.


"Ar, kalo kita pacaran terus Ika gimana?"


"ha? apa hubungan sama Ika?"


"Ya kan lu udah ham-.."


belum selesai berbicara jari telunjuk Arya sudah ada dibibir Netha.


"sttss diam... pliss deh Neth sampai berapa kali aku bilangin, aku tuh gak ngapa-ngapain dia aku nyentuh dia aja gak pernah kok"


langkah mereka terstop dan pasangan kekasih yang baru saja resmi itu berdebat, dikelilingi oleh pohon pohon yang menjadi saksinya.


"tapi tu Ika gak bakalan mungkin bohong sama aku"


"ya aku juga gak bohong sama kamu, aku ketemu dia aja waktu disekolah doang kok ngapain juga aku ngajak ketemuan sama dia kurang kerjaan banget"


"ya terus ini aku mau percaya sama siapa dong"


"terserah kamu deh kalo kamu gak parcaya sama aku gak apa apa ngapain juga kita bangun hubungan ini ya walaupun cuma 1 malam percuma kalo gak saling percaya"


Arya berjalan meninggalkan Netha yang sedang kebingungan tanpa Netha pikirkan lagi ia membuntuti Arya sampai tempat perkemahan.


"eh Ar lu dari mana aja, kita semua bingung nyariin lu"


tanya Dani yang sangat khawatir dengan keadaan teman baiknya itu.


"gw gak apa apa kok tenang aja, eh Dan gw masuk tenda dulu ya capek banget nih"


"yaudah, nanti gw suruh Ika untuk buatin minum"


"ehh gak usah gw capek bukan haus"


"yaudah kalo gitu, eh Ar btw lu sama Netha kan? soalnya semalem dia juga gak ada tuh?"


"iya, tuh dia lagi sama temen temennya"


"yaudah lu istirahat, gw samperin dia dulu ya"


Arya menutup tenda dan mulai memikirkan kejadian tadi


"***ya terus ini aku mau percaya sama siapa dong"


"terserah kamu deh kalo kamu gak parcaya sama aku gak apa apa ngapain juga kita bangun hubungan ini ya walaupun cuma 1 malam percuma kalo gak saling percaya***"


perkataan itu mulai teriang iang dikepala Arya dia mulai muak dengan masalah ini.


"aggrrhhhh, kenapa sih semua harus kaya gini sakit kepala gw"


Teriak Arya yang kesal pada semua masalah yang ia hadapi


Semua mulai mencari sumber suara teriakan tadi anak anak tang mendengar mulai mengerumuni tenda milik Arya.


"Woi Ar lu kenapa?"


Tanya Bagas yang sedikit berteriak.


Arya membuka tenda dan keluar dengan muka yang sangat merah menandakan bahwa ia sangat sangat marah, baru kali ini ia semarah itu sehingga mukanya hampir sama dengan kepitung rebus semua orang panik melihat Arya seperti itu.


Ia berjalan menghampiri kerumunan perempuan yang sedang melakukan kebiasaan mereka yaitu duduk dan ghibah.


"Mana Ika"


tanya Arya dengan nada kasar dan wajah yang penuh amarah, tetapi tidak ada yabg berani menjawab.


"gw tanya satu kali lagi mana ika"


"di..didi..aa lagi cucu piring Ar"


Arya segera berlari menuju ketempat Ika berada.


"Ika..."


teriaknya membuat semua terkejut.


"Apaan sih lu kaya orang ilang"


jawab Ika santai karena ia tidak tau bahwa Arya sangat murka dan akan memakannya habis habisan.


Ika berjalan menuju Arya


"Apaan sih Ar gw ka-..."


bicaranya terpotong saat tangan besar milik Arya mendarat pada pipinya, ia madih bisa menahan tangisnya.


"lu kok nampar gw"


tanyanya dengan pelan


"lu masih tanya kanapa gw nampar lu?, lu gila apa gimana sih"


Amarah Arya sudah tidak bisa ditahan lagi.


"gw gak tau salah gw apa"


"Oh jadi lu beneran gak tau, jadi gini ya gw bakalan yang kasih tau sama semua orang tentang kebusukan lu"


"Silahkan gw emang salah apa?"


Suara Ika mulai besar dan ia mulai berani.


"jadi ya cewe murahan ini, ngaku ke pacar gw kalau gw udah hamilin dia dan dengan tidak ada rasa bersalahnya dia membuat Netha sakit hati dalam beberapa minggu ini"


semua orang kaget mendengar pernyataan Arta barusan termasuk Ika sendiri.


Netha yang mendengar keributan langsubg datang menghampiri.


"jadi sekarang kalian tau kan kebusukan dia, ehh ge bilangin ke lu ya cewe murahan kalo lu gak laku gak usah fitnah orang sembarangan deh, ingat fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan"


Perkataan Arya sangat membuat hati Ika sakit dia mulai tidak bisa membendung air matanya sendiri tangisnya mulai pecah.


"Aryaaa..."


Netha berteriak ingin membela ika yang ia lihat sudah sangat tidak berdaya.


"lu apa apaab sih Ar, beraninya lu kasar sama cewe jahad lu"


"apaan sih orang dia yang salah juga, ehh cewe murahan angkat muka lu bilang sama PACAR gw kalo lu tu gak hamil lu cuma fitnah gw, iya kan?"


"ARYAA"


Netha geregetan dan langsung berteriak didepan muka Arya.


"Udah Neth hiksss... aku hikss.. gak apa apa kok.."


"yaudah gw bawa lu kerumah sakit yak"


"gak usah Neth aku hikss.. gak apa apa"


"tuh kan dibawa kerumah sakit aja dia gak mau dasar Bullshit lu"


ejek Arya pada Ika.


"Ar diem deh, ayo ka berdiri"


"Ar.. Ar udah ayo pergi aja yok"


"iya Ar dari pada nanti tambah runyam"


ajak Dani dan Bagas.


tapi sebelum mereka pergi tiba tiba kakak pembina datang.


"ini ada apa?"


tanya kakak pembina


"ini pak ada salah paham kecil kok"


jawab eynjel dengan sangat santainya.


"hah? apa? salah paham kecil lu bilang? eh dia fitnah gw kalo gw hamilim dia lu bilang salah faham kecil? terus nanti kalo orang tua dia datang kerumah gw terus suruh gw tanggung jawab gimana?"


"hahh? apa? hamil?"


tanya kakak pembina bingung


"udah kak kalo mau lebih jelas tanya cewe pemfitnah itu aja kakak tanya apa maksud dan tujuan apa dia fitnah saya kaya gini"


Arya pergi meninggalkan sekumpulan anak anak disana.


dalam hati Ika merasa takut karena ia tidak pernah melihat Arya semarah ini sama dia, terus gimana kalo sampai kepsek tau dia bisa dikeluarkan dari sekolah, apalagi sama Netha sahabatnya mungkin saha nanti Netha tidak akan pernah mau bertemu dengan dia lagi, pikirannya sangat kacau dia pusing dan pingsan.