Naura's Story

Naura's Story
pertemuan yang tidak diharapkan



sesaat naura melihat reja dimasukkan ke ambulanc, naura sangat menghawatirkan kekasihnya itu, bagaimana seorang reja yang gagah dan berani itu bisa mengalami musibah seperti itu.


daniel segera mengajak naura untuk ke motornya untuk menyusul reja itu, sesampai di rumah sakit reja ditangani langsung di igd,


namun tak banyak waktu, naura menemani reja yang sedang tidak sadarkan diri itu, setelah dokter mengatakan "terjadi pembengkakan pada pergelengan kakinya dan membuat kakinya patah tulang sehingga reja harus menjalani perawatan setiap bulanya,"


setelah naura mendengar perkataan dokter itu, naura segera mengenggam tangan reja yang lemas itu, dokter mengatakan bahwa reja sudah bisa dipindahkan ke dalam ruang inap.


2 jam berlalu, reja belum juga sadar, saat itu sudah menunjukan waktu jam 12 malam, tetapi dengan setia naura menunggu kekasihnya itu sadar, tidak lama reja membuka makanya dengan keadaan yang masih linglung.


segeralah naura menanyakan bagaimana perassanya sekarang, reja dengan nada lemah berbalik bertanya ke naura "bagaimana aku bisa disini?,bukanya tadi aku lagi bertanding bersama dia, apa yang terjadi?," ucap reja.


reja pun menyadari situasinya sekarang, segera reja meminta pelukan hangat dari naura, tak segan naura memberikan pelukan itu ke kekasihnya, saat berpelukan tak lupa naura mencium rambut reja dan mengelusnya.


pukul 07.00


naura terbangun dan segera bersiap diri untuk merawat reja, tetapi saat ini reja masi saja tertidur seperti bayi, naura sangat gemas kepada kekasihnya itu


pukul 08.50


reja terbangun dan segera memanggil nama kekasihnya itu "nauraa, kmuu dimnaa ahhh"ucap reja sambil merengek, sesaat naura mendengar teriakan reja itu, segera lah naura berlari ke arah reja dengan membawa resep obat dadi dokternya itu, naura menaruh obat itu di meja pasien dan segera memeluk reja yang sedang merengek seperti bayi yang mencari ibunya itu, reja mengusap wajahnya ke dalam sisi sisi dada naura itu sambil menangis "nauraa kenapa ninggalin reja tadi huhu, reja kan jadi sendirian,"ucap reja, naura segera merespon "tadi naura ngambil obatnya rejaa, naura ga ninggalin rejaa, naura akan selalu ada di samping reja," reja setelah mendengar perkataan naura itu, segera lah reja bangkit untuk duduk di kasurnya itu dan segera mengeluarkan jari nya "naura janji ya ga ninggalin eja sendirian, mana tangan naura ayo janji," ucapnya dengan gemas, segera naura berjanji menggunakan tangan mungilnya itu, "udah ya ja?, sekarang ayo minum obat dlu, nanti habis minum obat naura ajak jalan jalan di taman" segera reja meminum obatnya dan bersiap diri untuk berjalan jalan di taman bersama naura, naura segera membobong tubuh reja yang kekar itu ke kursi roda itu, naura mendorong kursi roda itu dengan pelan dan berjalan ke arah taman rumah sakit itu, disana banyak pasien lainya juga yang menikmati taman itu, tetapi naura sekilas melihat orang tuanya itu berjalan ke arah air mancur, segera naura mendorong kursi roda itu dan menghampiri mereka, naura menyadari bahwa itu benar benar mereka, tak banyak omong naura menghampiri orang tua nya itu, ternyata orang tuanya itu tidak sendirian, mereka mengantar adik naura itu untuk periksa setiap bulanya, naura kaget dan bertanya "apa yang terjadi dengan naila?, dia baik baik saja kan pa, ma?,"tidak segan segan papanya menjawab "ini semua karna kamu naura! , kamu yang buat naila seperti ini yang menyebabkan dia harus berperiksa setiap bulanya!, Andai kamu tidak melibatkan naila dengan kecelakaan mu itu, naila tidak akan menjadi seperti ini, seharusnya kamu yang terluka NAURA ! , BUKAN NAILA, DASAR ANAK TIDAK TAU DIRI, APA KAMU SEKARANG SUDAH BANGGA TERHADAP YANG KAMU BUAT SAMA ADIK KAMU, SEKRANG KAMU SENANG KAN!"ucap papa naura dengan marah besar, seketika naura meneteskan air mata dan merespon "papa.. ,hiks, bukan naura yang membuat naila seperti itu hiks hiks, naura juga tidak tau kalau naila juga berada di rumah itu, Andaikan saja naura tidak diculik ini semua gaakan terjadi pa,ma, kalian boleh menyalahkan aku sepuas kalian.." ucap naura dengan menangis, mamanya pun segera menampar naura dengan keras hingga membuat naura terjatuh karena tamparan itu "mama.., mama kenapa lakuin hal seprti ini ke naura maaa, apa aku sejahat itu dimata kalian semua?," mama merespon "ANDAI KAMU TIDAK DILAHIRKAN KE DUNIA INI, MAMA SANGAT MENYESAL MEMPUNYAI ANAK SEPERTI KAMU INI.." setelah mendengar perkataan itu reja segera berdiri di tengah pertengkaran dan mengucapkan "TIDAK ADA YANG NAMANYA ORANG TUA BERKATA DAN MENYALAHKAN ANAKNYA SEPERTI ITU! , KALIAN TDAK PANTAS MENJADI ORANG TUA! ,lebih baik kalian musnah saja dari dunia ini." ucap reja dengan nada marah, naura segera bangkit dan menghapus air matanya itu dan segera membawa reja untuk meninggalkan taman itu karena banyak orang yang melihat pertengkaran mereka, naura khawatir msalah ini akan tambah menjadi besar jika orang asing ikut berurusan dengan masalah ini.