My Story For A Smile

My Story For A Smile
2) Hari pertama



 


" Hah kenapa aku nyasar sampek sini yak? " pikirku saat berada di kasur ku. Entahlah aku selalu ingun berfikir positif. " Yasudah lupakan saja kekangenan yang baru saja ini Ara." gerutuku sambil meliah ke samping. aku melihat soksok perempuan manis dengan pipi chaby. " kenapayak dia?? "pikirku bigung"


 


"Hei kamu kenapa? " tanya ku perlahan.


" Haduh tenanglah disini tak begitu buruk. rindumu akan terbayar suatu saat nanti." Entah kenapa aku jadi sok gitu yak padahal aku juga rindu banget ma orang tua.


" Udah sekarang berhenti lah menangis. nih masih ada aku yang jadi temen. "


" Mmm, emang kakak mau jadi temen ku?? " Ternyata wajahku setua itu yak.


"eh maaf aku juga sama kayak kamu baru aja masuk satu SMA. ohya ngomong-ngomong kamu kelas berapa ya??" tanyaku biar kagak salah paham dia.


"aku kelas IPA 1" katanya, dengan sedikit isak.


"owh... aku kelas IPA 2 sayang ya nggak sekelas. tapi gakpapa kan masih bisa sekamar. kalok ada maslah bilang aja ma aku. ehbentar kamu udah punya belum temen di sini?? " Kebiasaan ku nyerocos trus keluar deh. "iya punya." udah punya temen masih aja nagis. yah gak papa lag setiap orang kan beda.


" Siapa??" tanya ku ingin tau. Dia terdiam sebentar dan menunjuk bagian atas ranjang nya. yah udah punya temen ranjang nya atas bawah lagi masak masih nangis sih. hahaha. Eh astagfirullah kok aku malah gitu sih. udah yang penting hibur dia aja. "Owh, temen deket kan sekarang kamu harus semangat udah SMA kok cengeng tahan tuh air mata" kataku kupikir biar tak lagi dia menangis. Tapi siapa tau dia beneran berhenti menangis." Yaudah sekarang aku mau mandi dulu bye. "Pamit ku padanya mungkin aku bakalan bisa cerita-cerita dengan nya kalok udah tenang.


 


 


******


 


Hari ini bukan pelajaran tapi Mos untuk murit baru. Yak karena murit baru aku pun ikutlah. Entah kejadian apa selanjutnya yang ku alami. Hari ini membuat kelompok yang terdiri dari beberapa orang sesuai dengan warna hijab nya. Sungguh mengheran kan karena Mos disini berbeda dengan yang lain dan juga lebih parah nya lagi ada kelas putra ikut nih MOS. Untuk orang kayak aku mana perduli kek gitu tinggal jalanin aja.


 


Kali ini aku berkelompok dangan beberapa orang. Dan yang terpilih jadi ketua adalah aku sungguh mengheran kan. Hanya karena aku urutan tertua dalam anggota


 


" Hei mbak ketua kelompok ngapain melamun!! gimana nih tugas buat yelyel nya. mau kapan dikerjain nya?? " Yah dia namanya Lina dia udah antusias banget tuh but tugas. Tapi aku masih sebel kenapa malah aku jadi ketua sih. " Iya mbak-mbak ayok sekarang kita buat jangan malu-maluin nanti juga ada kelas putra soalnya" kataku. Yah memang tak ada semangat aku mengerjakan. Biar kan ini mengalir. " Ciee Ara peduli amat reputasi mu hemm?" kata Ifani yang jadi salah satu anggota ku. " Hush kamu nih!! ini juga buat kamu kalik." kata ku tak terima. " udah!! Zahra, Ifani, Lina, Lili, Asma', kemudian Nadiya. kalian pilih salah satu lirik yang bagus yak, nanti malam kita kumpul di halaman. " Pintaku, dan mereka setuju semua.


 


Insyaallah aku bisa, Bismillah. do'a ku dalam hati.