MY POOR WIFE

MY POOR WIFE
King & Queen



Aku tak pandai berpuisi, aku juga tak pandai merangkai kata mutiara, karena aku hanya bisa bercerita. Selamat membaca, semoga kalian suka💕💕💕


"Baiklah adek-adek sekalian, berhubung hari ini adalah hari terakhir kita melaksanakan ospek, maka dari itu kakak akan mengumumkan Maba terbaik di tahun ini atau King and Queen angkatan 19 Universitas Trisakti."


"Setelah ospek ini selesai, kakak harap kalian bisa belajar dan menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh di kampus ini. Karena mungkin, kalian mengira bahwa kuliah itu enak, santai , bisa main-main seenaknya, pacaran sesuka hati seperti yang biasa kalian tonton di FTV."


"Namun, satu hal yang harus kalian ketahui, bahwa dunia perkuliahan itu tidaklah seindah itu adek-adek. Setelah ini, kalian akan menemukan berbagai macam karakter orang-orang yang mungkin nggak pernah kalian temui di sekolah. Kakak tingkat yang sok berkuasa dan juga sok menjadi senior juga nanti akan kalian temui di dunia perkuliahan ini. Teman yang hanya memikirkan ego sendiri dan berusaha menjatuhkan lawannya mungkin juga akan kalian temui disini.


"Namun, ada satu hal yang membuat kami para senior iri pada kalian mahasiswa baru ini, sesuatu yang dulu juga pernah berpijar dalam diri kami, namun mungkin sangat sulit untuk kami kembalikan untuk saat ini. Hal tersebut adalah semangat kalian yang bisa kami lihat saat ospek beberapa hari ini. Binar mata kalian melukiskan bagaimana kalian merasa ingin tahu begitu besar. Luapan tanya kalian yang menandakan hausnya kalian terhadap dunia akademis ini."


"Namun, saat kembali seperti yang saya katakan tadi, bahwa menjadi mahasiswa tidaklah se enak yang kalian lihat di FTV. Kalian tau kenapa kami iri? Karena saat tugas sudah mulai menumpuk, maka kami akan merasa malas, merasa bosan dan bahkan rasanya ingin menikah saja. Semangat kami dan rasa penasaran kami yang dulu seketika mulai hilang beriring dengan IP yang semakin menurun. Kami lebih banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak berfaedah sama sekali."


"Maka dari itu, tetaplah rawat semangat kalian saat masuk ke universitas ini sebagaimana kalian masih lugu dan polos saat mengikuti ospek. Sebagai mahasiswa, ini bukan tempat kalian untuk menjadi anak kecil lagi. Status kalian sudah berubah menjadi maha, sudah sangat pasti berbeda dari sebelumnya yang hanya seorang siswa belaka. Aktiflah berorganisasi untuk membentuk karakter diri kalian."


"Maka dari itu, kami harap kalian tidak akan menjadi seperti kami nantinya, tetaplah semangat dan raih lah cita-cita kalian, bahagiakan orang tua kalian. Baiklah hanya itu yang dapat saya sampaikan, selanjutnya langsung saja kita panggilkan King & Queen kita yaitu Sabilla Natasya Arsi dari SMA Citra Negara dan Devano Putra dari SMA Mulia".


Kevin bersorak dengan begitu bersemangat, diikuti dengan mahasiswa baru yang sedari tadi menoleh mencari-cari wajah yang menjadi King & Queen angkatan mereka tahun ini.


Sedangkan Sabilla, gadis itu hanya planga plongo tidak jelas. Ia sama sekali tidak sadar bahwa yang disebutkan itu adalah nama dirinya, padahal sedari tadi ia menatap ke arah Kevin. Siapa sangka bahwa tatapan itu hanyalah tatapan kosong saja.


"Bil, Sabil, nama lo dipanggil tuh"


Aura menepuk pundak Sabilla berkali-kali, menyadarkan gadis itu dari lamunannya.


"Eh apa Wa? tanya Sabilla"


"Astaga Bil, dari tadi lo bengong? gue kirain lo juga terpesona dengan ketampanan kak Kevin" seru Aura yang kembali mulai mengkhayal. Namun, seketika ia kembali tersadar dan menyuruh Sabilla untuk maju ke depan.


"Cepat maju sana" Kata Aura mendorong tubuh Sabilla.


"Ihh Aura ngapain sih?" tanya Sabilla mengerutkan keningnya.


"Aduh Sabil, dari tadi lo udah di panggil. Lo terpilih sebagai Queen angkatan kita tahun ini" seru Aura yang sedikit geram dengan teman barunya itu.


"Hah? gue?" tanya Sabilla menunjuk dirinya.


"Iya lo!. Astaga buruan gih kalo nggak gue yang gantiin nih" Aura mengancam Sabilla dan hendak pergi dari sana.


"Yaudah lo gantiin aja" balas Sabilla dengan begitu polosnya.


"Astaga capek deh gue ngomong sama lo. Cantik-cantik ternyata ***** juga" Seru Aura menepuk jidatnya sendiri. Tanpa ia sadari, dirinya terkadang juga seperti itu.


Kevin yang sedari tadi tak hentinya memperhatikan Sabilla dan Aura dari kejauhan, kembali memanggil gadis cantik itu dengan begitu lembut.


"Kepada Sabilla silahkan maju ke depan" Kata Kevin. Dengan sedikit bingung, Sabilla melangkahkan kakinya menuju panggung kecil yang ada di lapangan. Sedangkan Diara yang dari kejauhan melihat bahwa perempuan yang menjadi Queen tahun ini adalah Sabilla, sontak menunjukkan wajah tidak sukanya.


"Kenapa bisa dia yang jadi Queen?" tanya Diara pada rekan panitia ospek yang ada di dekatnya.


"Idih, model begitu cantik? cantikan juga gue" Diara mengibarkan rambutnya dengan begitu songong, kemudian gadis itu pergi segera pergi dari sana.


Setelah memberikan mahkota dan juga selempang King & Queen pada Sabilla dan juga Devano, mereka segera diperintahkan untuk kembali ke tempat semula. Sedangkan Kevin, pria tampan itu tak henti-hentinya memandangi gadis cantik yang semakin lama semakin jauh dari pandangannya matanya.


***


Waktu sudah menunjukkan pukul 13.00, ospek untuk mahasiswa baru tahun ini telah selesai. Saat ini, Sabilla tengah berdiri di depan gedung fakultasnya menunggu Pak Jonet supir di rumahnya yang akan datang menjemput dirinya. Namun, tiba-tiba saja Sabilla merasa kebelet ingin ke toilet, gadis itupun segera berjalan kearah toilet terdekat yang ada di sana.


Saat Sabilla tengah tergesa-gesa menuju toilet, tiba-tiba saja seorang pria tanpa ada angin dan hujan mencium bibirnya, sontak membuat Sabilla kaget bukan main. Ia berusaha meronta-ronta minta dilepaskan, namun laki-laki itu mengunci gerakan Sabilla menekuk kepalanya dengan begitu kuat.


Setelah beberapa menit, laki-laki itupun melepaskan ciumannya dari Sabilla. Refleks, Sabilla menampar pipi pria itu dengan begitu kuat.


"Kurang ajar banget lo ya, lo...."


Seketika ucapan Sabilla terhenti tatkala melihat orang yang telah berani mengambil ciuman pertamanya itu. Ciuman yang hanya akan Sabilla berikan pada suaminya. Meskipun selama ini Sabilla memang pernah berpacaran dan memiliki kekasih, namun gadis itu tidak pernah melakukan hal-hal diluar batas seperti itu. Lantas saja, hal ini membuat Sabilla benar-benar merasa kesal dan begitu geram.


"Lah, kakak bukannya senior yang kemaren? pacarnya kakak siapa namanya tu? kakak kurang ajar banget ya sama aku? dasar nggak tau diri, udah punya pacar masih berani merusak anak orang" Seru Sabilla yang kemudian pergi dari sana. Mulutnya tidak berhenti menggerutu dengan kesal. Mengumpat dan menyumpahi laki-laki yang sudah merusak dirinya itu.


Sedangkan Farrel, pria itu masih setia berdiri pada posisinya. Menatap seorang gadis yang berada tidak jauh dari dirinya dengan tatapan tajam.


Benar, gadis tersebut adalah Diara mantan kekasihnya. Awalnya Farrel tidak berniat melakukan hal itu pada Sabilla. Sebenarnya barusan Farrel hanya lewat dan ingin pulang ke rumahnya. Namun, saat ia melihat Diara, entah kenapa rasanya Farrel benar-benar merasa marah. Tanpa memperdulikan siapa wanita yang lewat di depannya saat itu, Farrel langsung saja menerkam mangsa yang ternyata ia dapati adalah Sabilla.


Sungguh hal gila memang, Farrel yang dari dulu tidak pernah melakukan hal seperti itu meskipun dengan kekasihnya sekalipun, saat ini ia begitu nekat melakukan hal yang belum pernah ia lakukan sama sekali.


Entah kenapa, rasanya Farrel benar-benar marah pada Diara. Karena selama ini ia selalu menjaga wanita yang sangat ia cintai itu, namun wanita itu berani sekali mengkhianatinya.


Diara yang menatap Farrel dengan wajah yang begitu kesal, mengepal kedua tangannya dengan begitu geram. Kemudian, ia pergi setelah puas melototi mantan kekasihnya tersebut.


Farrel yang merasa puas dengan kekesalan yang jelas terlihat dari raut wajah Diara, segera mnyeringai dan pergi dari sana. "Ini belum seberapa Ra" gumamnya dalam hati.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, love, dan vote ya. Terimakasih💙