My Little Agent

My Little Agent
6



Zoe berdiri di depan sebuah Gerbang Sebuah Sekolah ,beberapa siswa yang berjalan masuk mencuri pandang kearahnya .


Zoe telah mewarnai rambutnya menjadi Hitam legam seperti tinta,Dan juga ia tidak lupa memakai Softlens hitam .


Menyamar di harus kan agar ia bisa dengan mudah menangkap Roh Jahat yang berkeliaran.


sebenarnya ia tak ingin sekolah ,tapi sistem mengharuskan agar ia bisa berbau dengan masyarakat.


walau telah menyamarkan rambut dan matanya,Penampilan Zoe bisa di bilang sangat menggemaskan dengan pipi seperti bakpau yang sangat lembut ,mata hitam berair yang sangat indah.


Seorang Security berjalan mendekati Zoe,Zoe dengan ramah memberi salam


"halo pak ....saya murid baru dari Alaska "


Pria baya yang seorang Security itu menatap Gadis didepannya dengan ramah


"halo nak,Kamu bisa jalan terus.lalu belok kiri ,disana Ruangan guru."


"Terima kasih pak"


Murid-murid yang berdiri tidak jauh dari Zoe menatap gadis itu dengan penasaran .


karna sebagai Orang Asia,,kulit putih memang hal biasa,tapi tidak ada yang seputih Susu dan lembut seperti gadis baru ini.


Zoe berjalan pergi dan mengikuti arahan guru,namun ia langsung di halangi saat ia sudah berbelok.


menatap Pihak lain,adalah seorang Pria dengan rambut hitam rapi dan kacamata bertengger di hidungnya.


tapi memiliki wajah cukup tampan.


pria itu dengan sopan tersenyum ramah pada Zoe


"Halo.Saya Erik,Ketua Osis sekolah ini,Ada yang bisa saya bantu?"


Zoe menaikkan alisnya sebelah,dan menggelengkan kepalanya,berjalan melewatin Erik


Zoe Mendorong pintu terbuka,dan masuk dalam ruangan itu.


beberapa guru yang tadinya saling mengobrol langsung terdiam dan menatap Zoe dengan penasaran .


"Kamu murid baru dari Alaska?"


Zoe mengangguk.


"Silahkan ikuti ibu Rita ,ia akan mengantar mu ke kelas baru mu"


"Terima Kasih"


Zoe mengikuti Guru perempuan dengan Blazer putih dan Rok hitam selutut,serta mengenakan sepatu High Hils bewarna hitam.


Rita memandang gadis itu di samping nya sekali&kali,Iantak pernah melihat orang yang secantik dan Seputih Gadis ini.


ia merasa Iri dengan bagaimana gadis ini lahir dengan gen yang bagus.


Keduanya sampai di depan pintu kelas ,Rita mendorongnya ke samping dan masuk diikuti oleh Zoe.


Zoe mengangguk dan membungkuk sedikit.


"Halo..Namaku Zoe Alnox,pindahan dari Alaska"


murid dalam kelas semua terdiam,mata mereka mengamati sosok gadis di depan mereka,yang sangat...sangat...terlihat...Menggemaskan,Sangat Imut ,seperti boneka.


"mohon kerja sama nya teman-teman!!" SERU Zoe dengan senyuman ceria nya


Sistem[**Tuan aku tak tau bahwa kau sangat suka tersenyum?"


Zoe diam***** sambil tersenyum ramah,namun dalam benaknya ia membalas sistem.


'Diam lah '


Rita* menyuruh Zoe untuk duduk dekat dengan seorang Anak Laki-laki di bagian paling sudut.


Zoe mengangguk dan berjalan ke arah belakang,mengabaikan tatapan murid-murid yang intens pada dirinya.


Murid laki-laki yang akan Zoe temani di meja yang sama memiliki rambut hitam yang lembut,dan style Rambut jaman sekarang Yang sangat keren,Namun Matanya Zoe tak bisa lihat karna ada Poni panjang yang menutupinya.


"Haloo...Namaku Zoe."


Zoe tersenyum ,namun pihak lain hanya diam mengabaikannya.


Zoe mengabaikan hal itu dan duduk di kursinya,mengambil buku dan pulpen .


Atmosfir di sekeliling Zoe yang tadinya cerah berubah menjadi dingin ,seakan pihak lain dilarang menganggu.


anak-anak yang lain ,sering kali mencuri pandang kearahnya dan akan memerah tanpa sadar.


"Zoe...Husssss"panggil seorang gadis di sebelah kanan ya.


Zoe berbalik dan menatap pihak lain


"Halo..Aku Diana,"


Diana mengulurkan tangannya ,Zoe dengan ramah membalas jabatan tangan Diana


"Halo.."


Diana tersenyum dan menulis sesuatu di kertas dan memberikannya pada Zoe


Zoe mengangkat alisnya sebelah


dan membukanya


'*Tak perlu Mengajak teman sebelah mu bicara,Dia Mostwanted di sekolah ini,Namanya Gabriel Eldor ,Dian orang paling dingin dan pendiam di skolah,oh iya kita ke kantin bareng ok?!!'


Zoe* hanya mengangguk pada Diana. dan fokus ke depan seakan matanya fokus di papan tulis tapi ia sedang memeriksa wilayah sekitarnya bersama Sistem menggunakan alat khusus.


......