My Lecturer, My Husband

My Lecturer, My Husband
dedek vano



zhera pun menuntup pintu, saat baru Zhera menutup pintu ada suara dari luar.


tidak mungkin kan noval sampai secepat ini.


zhera pun membuka pintu rumah kembali


" aaaaaa Mahmuuudddd " di sambut chacha yang antusias


" zheeeraaaaa " mirna tak kalah hebohnya


Mirna dan Chacha pun rebutan menciumi pipi vano


" ih kalian satu satu " ucap zhera


" ayo masuk " aja zhera


mereka pun masuk


" dedek Vano gemeush Banget " ucap mirna sambil mengelus elus Pipi vano


" Zhe ganteng banget anak Lo " tambah chacha


" iyalah bapaknya aja ganteng. gue nya aja cantik gini " jawab Zhera percaya diri


" hahahha iya iya " sahut chacha


" maaf ya Zhe, kita baru bisa ke sini, soalnya banyak Banget tugas kuliah " ucap Mirna


" iya ngga papa "


" Zhe dedek vano pake ASI atau formula? " tanya chacha


" ASI "


" ha serius loh? " Mirna tak percaya


" ya iya gue serius "


" rasanya gimana nyus*in " tanya chacha penasaran


" aish, sana nikah lalu punya anak, biar ngerasain gimana rasanya " jawab Zhera


" gue serius zhera, gimana rasanya? " tanya Chacha lagi penasaran


" agak geli sih, mungkin karena belum terbiasa. apalagi anak cowok, nyus*nya juga lebih banyak "


" oh gitu " chacha dan Mirna manggut manggut


" wah ngga nyangka zhera sudah menjadi seorang ibu " ucap Mirna tersenyum


" gue bahagia banget mir. rasa sakit pas melahirkan terbayar sudah ketika mendengar tangisan vano " ucap zhera berkaca kaca


Mirna tersenyum


kini chacha tengah sibuk menciumi pipi Vano


" Zhe, Lo kalau menyusui vano di mana? " tanya Mirna kepo


" di kamar lah "


" eh kalian ada di sini " tanya noval tiba tiba datang


" iya pak noval " jawab Mirna tersenyum


" saya ke atas dulu "


" baik pak " jawab Mirna dan Chacha


biarpun noval bukan lagi dosennya, tapi mereka masih memanggil Noval dengan sebutan pak


.2 jam kemudian Mirna dan Chacha pun pamit pulang


" Zhe kita pulang dulu ya " pamit Chacha


" iya hati hati ya "


" dedek Vano nanti kita ketemu lagi ya " ucap Mirna mencium pipi Vano


" iya sayang. aunty aunty pamit pulang dulu ya " kata chacha mencium pipi vano


" yaudah Zhe kita pulang ya " pamit Mirna


" iya "


" dadah dedek Vano " chacha melambaikan tangan


********


di malam hari vano terus saja menangis, itu membuang zhera kebingungan


" mas, Vano nangis terus" ucap zhera khawatir


" coba kamu susuin "


zhera pun terdiam


" kenapa Zhera? bukankah aku sudah katakan, kamu harus terbiasa meny*sui vano di depanku, apa kamu akan seperti ini terus? " ucap noval tegas


" kamu meny*sui vano di depanku, bukan di depan orang lain " kata noval lagi


zhera pun mengangguk


Zhera menarik tank top nya ke atas, zhera memegang dadanya untuk menempel di mulut vano


. noval tidak mengerti di pikiran istrinya itu, kenapa istrinya itu harus malu.


saat berhubungan badan saja noval sudah melihat lekuk tubuh istrinya, masa hanya karena meny*sui vano dia merasa malu.


Noval membuang wajahnya, dia tidak ingin membuat bagian bawahnya mengeras.


karna zhera juga masih masa nifas


vano tetap saja menangis dan tidak ingin di sus*i, zhera kebingungan dan khawatir vano sakit.


Zhera menurunkan tank top nya kembali


" mas, vano ngga mau di sus*i "


Noval langsung mengecek kening vano, tapi tidak panas


" sini aku Gendong "


Noval pun mengambil alih vano dari gendongan Zhera


seketika tangis vano berhenti saat di gendong Noval


" uh anak pinter, jangan nangis ya sayang. ini Daddy " noval mencium kening vano


" ah akhirnya " zhera tersenyum dan mencium pipi vano


*******


kini usia Vano sudah 3 bulan, dan sekarang mereka sedang perjalanan pulang dari mall


Vano terus merengek, itu membuat Zhera bingung


" coba kamu sus*in " kata Noval melirik zhera


" botol yang berisi ASI udah habis mas " jawab Zhera


" ya kamu sus*in langsung "


" mas aku malu ini di jalan "


Noval pun langsung memberhentikan mobilnya, dan melepaskan jaketnya, dan menutupi tubuh Vano


" ngga keliatan kan ? " tanya noval


zhera pun tersenyum


" iya mas "


zhera langsung menyusui vano dengan menutupinya dengan jaket noval.


Noval juga tak rela jika miliknya itu di lihat orang