
Kelas A sampai di Lapang SMA JANTUNG HATI dan mereka bertemu kelompok kelas U, Suasana semakin menegangkan, mereka saling berhadapan satu sama lain, mereka saling melirik kan Tatapan Yang Tajam.
"Hai" kata pertama yg dikeluarkan Neiza "Mau apa kalian disini?! " Tanya Damel mengawali pertemuan mereka.
Selanjutnya Neiza Mengeluarkan Senyum sinis nya , sambil tersenyum Neiza berkata "Hai gess, kalian akhirnya berani juga ketemu sama kita ya", Damel mengeluarkan Ekspresi Menggerutu, "Apa maksud loe, apa lo pikir kita itu Adalah seorang pengecut (penakut) " ucap Kylie sambil mencoba melawan,
Neiza Tertawa dan berkata " Ku pikir kenyataannya memang seperti itu" , Setelah itu Kelas A membalas dengan berkata secara bersamaan, mereka mengatakan ((Sotoy sekali kauu)), "kami tidak seperti yg kau pikirkan kami adalah pemberani, buktinya kami berani menemui kalian! " Ucap Reno sambil Mengeluarkan emosinya.
Mereka berdebat panjang di tengah lapangan sampai² salah satu dari kelas A mengancam akan melakukan Tawuran dengan kelas U, Kelas U terlihat berani dan menerima Ancamannya bahkan mereka membalas dengan mengucapkan "Ya!", tetapi menanggapi itu Damel menolak dan bahkan melarang untuk melakukan Tawuran karna menurutnya itu adalah hal diluar logika yang akan mereka lakukan, " Tidak! aku menolaknya, kita tidak boleh melakukan itu! itu sangat berbahaya! " ucap Damel melarang semua Teman² nya untuk melakukan Tawuran " itu adalah tindak Kriminal!" sambung Damel sembari mengepalkan tangannya.
dan akhirnya karna tolakkan Damel Kelas A mengusulkan untuk mereka bubar , " Ist Okey , kali ini kita pulang kita pergi dari sini tapi gue mau besok kita bertemu lagi di sekolah dan berbicara kembali." usul Neiza , dan dengan terpaksa kelas A pun menyetujui nya.
sepulangnya mereka mereka kembali ke rumah Dhania dan Akia bertanya kepada Damel apa alasannya Menolak tawuran itu.
Damel pun menjawab dengan nada bergetar, " gue gk mau kalian jadi korban seperti ayah kandung gue." " hah ayah kandung lo? maksudnya?" tanya Natha , " Ya , Dulu ayah kandung gue pernah tawuran sama warga kampung sebelah dan karna tawuran itu leher ayah gue kena tusukkan Anak panah." Damel menjelaskan namun tak sadar Damel pun menitihkan air matanya karna mengingat kejadian itu lagi, Ayah Damel memang bukan lah ayah kandungnya karna ayah Damel yang sebenarnya telah meninggal, "eh astaga itu bener Mel?" Tanya Reno sambil Terkaget kaget, " iya lo serius ? kok gue gk pernah tau kalo Ayah lo beneran Udah gk ada" Kata Dhania " Berarti ayah lo itu ayah sambung lo?"~Natha , " Ya guys." jawab Damel sambil menangis.
Teman temannya mencoba menenangkan Damel , tapi Damel berkata kalo ia baik baik saja , dan karna itulah Damel melarang mereka untuk melakukan tawuran.
setelah itu mereka kembali pulang kerumah mereka masing masing.
di rumah Damel merasa kembali sedih mengangat masa² itu , masa dimana Ayah nya benar benar meninggalkannya ,
Kak Jhon masuk ke kamar Damel dan menanyakan kepada Damel apa yang terjadi , damel menjawab bahwa dirinya baik baik saja , tapi Jhon merasa ada yang aneh dan merasakan kejanggalan, Kak Jhon mencoba menghibur Adiknya itu namun tetap saja ia murung dan terlihat sedih,akhirnya Jhon keluar kamar dan memanggil Orang tua mereka , Mama dan Ayah menghampiri Damel dan berkata apa yang terjadi lalu Damel menjawab " I'm okey" , lalu mama Damel pun berkata sambil merayu Damel " ayo lah sayang bilang ada apa!"
Damel kemudian menjawab :
Bersambung..
This Story by : K.Nasya.S