Mrs. Mafia and Mr. Ceo

Mrs. Mafia and Mr. Ceo
Chapter 12



Hellena POV


"Hey.. kalian sudah selesai?" Tanyaku kepada para cowok


"Yeahh..." jawab Reydan sambil menepuk-nepukan kedua belah tangannya


"Eh.. cari kayu bakar sana" titah Maureen kepada Vanio dan Tristan


"Males ah.. gue cape" kata Vanio dan terduduk di tanah


"Hei... lo itu seharusnya bantui kita cari kayu bakar. Jangan nyusahin!" Tegasku


"Biar gue aja" jawab Kezzia sebelum Reydan menjawab.


"Kezz.. biar para cowok aja yang nyari... lo kan cewek nanti kenapa-napa gimana" seru Maureen


"Gak usah .. gue bisa kok" jawab Kezzia dan berlalu meninggalkan kami yang bengong


Vanio POV


"Wah.. ni anak gak takut sama binatang buas, yah?" Tanyaku sambil memperhatikan Kezzia yang mulai menjauh


"Dia gak akan pernah takut sama siapa pun" gumam Maureen yang dapat gue dengar


"Ohhh" gumamku dan dia kaget.. anehh


"Tris.. lebih baik lo ikutin Kezzia.. nanti dia kenapa-napa" titah Reydan


"Hmm" gumam Tristan dan menjauh.


"Lebih baik kita istirahat" seru Maureen dan kita segera mengambil tempat yang enak untuk beristirahat


Kezzia POV


Semakin melangkah, semakin jauh gue dari tempat perkemahan.. dan sudah beberapa batang kayu yang gue dapat


"Fyuhh" desahku dan menatap hutan rimbun kearah depan


Srekk...


Gue denger sesuatu...


"Siapa disana?" Tanyaku memastikan... kan gak mungkin kalo gue lempar pake pisau yang terdapat di baju belakang gue. Kalo dia hewan gak papa.. tapi, kalo dia manusia baik-baik bisa gawat..


Srekk


"Heeiii...!! Siapa disana!!" Teriakku..


Dan ....


"Kezzia? Lo gak papa kan?" Tanya pria yang muncul dari semak-semak


"Tri-Tristan..." gumamku


"Kenapa? Lo takut ya?" Tanyanya dengan wajah agak jail mungkin


"Hehh.... gak lucu!" Bentakku dan meninggalkannya


Tapi dari arah depan


Shutt... Jlebb


"Aghhh" rintihku..


What the ****!!! Siapa yang lempat ni pisau dari depan.. ohhh kena paha kiri gue!! Brengsekkk


"Kezziaaa!!!" Teriak Tristan


Tristan POV


"Aghhh" rintih seseorang dan secara gue cepat bergerak menujuh ke arah Kezzia. Kezzia terduduk di tanah dengan paha yang tertancap pisau...


"Kezziaaa!!!" Teriakku dan menghampirinya


"Astaga... darah lo banyak terkeluar" seruku dan berusaha menahan pendarahannya .. tapi beda dengan Kezzia dia merobek baju lapisan tanktopnya dan mencabut pisau yang tertancap serta mengikatkan kain ke paha Kiri nya..


Pokk, pokk, pokk


Seseorang bertepuk tangan dari depan.. dan secara gue dan Kezzia mengangkat kepala melihat siapa pelakunya.. terdapat 8 orang berjejer dan 1 orang berada di depan di antara 8 orang


"Woyy.. sungguh dramatis.. Kezzia. Nama yang bagus. Hm, Gue rasa kita belum kenalan Kezzia" seru seorang pria yang lumayan tampan dan masih muda


"Siapa lo" ringis Kezzia


"Gue... ?? Emh.. lo harus cari tau sendiri Kezzia.. tapi, 1 hal yang bakal lo inget.. gue bakal ngejar lo, dimana pun lo berada.. dan identitas lo gak akan gue sebari kesiapapun.. apabila lo mau nyerahin diri lo ke gue!!" Tegas cowok itu


Identitas?? Nyerahin?? Apa maksud semua ini?? Siapa dia?? Batinku


Dan secara dia melempar granat di depan gue dan Kezzia


Dan..


Boomm


Asap mengepul di sekeliling gue dan Kezzia.. gue kira granat yang berbahaya.. tenyata cuman granat asap doang... ck


Kezzia POV


Apa yang dia bilang?? Gue harus nyerahin diri sama dia?? Dia itu siapa?? Apa Kaitannya sama Gue?? Dan tau dari mana dia tentang identitas gue.. Batinku


Sedangkan ditempat lain


Boomm


"Maureen.. suara apa itu??" Tanya Hellena


"Gak tau" seru Maureen


"Lebih baik kita cari asal suara itu" jelas Reydan


Dan mereka berempat berlari kearah hutan yang di masuki Kezzia... sambik berlari mereka berusaha menajamkan pendengaran. Dari kejauhan mereka melihat gadis yang terduduk di tanah dan pria yang berlutut dihadapannya.