Monkey Love

Monkey Love
Penantian



Sudah hampir 2 minggu aku menunggu surat balasan dari rio namun tak kunjung ada aku sempat putus asa untuk menanyakan kepada nani,aku terlihat aga murung kali ini lalu aku memutuskan untuk mengunjungi perpustakaan sekolah, susana yang tenang dan damai hanya di perpus ini lah seketika aku mengingat masa-masa lalu,,tentunya aku mengingat kebersamaan ku dengan rio dia pria yang manis matanya sipit rambutnya lurus dan selalu terlihat rapi dan wangi aku begitu sangat mengaguminya awal pertemuan ku dengan nya pada saat aku kelas 2 SMP dulu aku mempunyai teman ada 5 orang bernama naura, tika, sari, elina, dan era kami ber enam selalu bermain bersama lalu diantara kami ada yang berpacaran dengan salah satu geng cowok2 ntahlah nama geng nya apa disitulah aku kenalan dengan rio rio adalah teman nya pacar temanku tika , karena kami sering menghabiskan waktu bersama perasaan tertarik dan saling menyukai pun hadir semua berjalan dengan begitu saja


Setiap pagi saling sapa , duduk berdua ditaman sekolah, memberikan hadiah ulang tahun, makan dikantin bersama, berjalan menuju halte bersama sambil hujan hujanan .. Pernah suatu kali kami menunggu hujan yang tak kunjung reda dan rio pun


menggenggam tangan ku


"Apa kamu kedinginan, bagaimana kalau kita hujan hujanan saja sepertinya hujan nya akan lama aku takut nanti kamu terlambat pulang "


"Hmmm .. Oke ayokk kita main hujan " masa masa itu sangat indah terbesit dibenaku apakah rio masih mengingatnya sampai detik ini pun dia belum membalas surat ku sungguh benar benar melelahkan


Jam istirahat pun telah usai saat nya aku masuk kelas lagi, diperjalanan menuju kelas ku lihat nani berlari ke arah ku


"Di.. Dari mana saja aku nyariin kamu tau "


"Ada apa nan, aku dari perpustakaan apakah ada surat balasan untuku dari rio ?" aku mulai sumringah namun


"Belum di.. Aku nyari kamu buat ngajakin jadi penulis mading di sekolahan yuk kita daftar katanya seru loh .. "


Aku kira ada kabar baik dari rio


"Diana .. Heloo ko bengong sih ... "


"Oke nan daftarin aja.. "


Tak lama setelah daftar kami pun dikumpulkan dalam sebuah aula yang mana ada sekitar 20 orang yang ikut tapi akan di saring menjadi 10 orang saja aku tidak terlalu berharap untuk memenangkan nya karena nani yang mengajaku aku hanya spontan ikut saja.


Didalam aula tersebut kami diberi tugas untuk membuat artikel tentang puisi, cerpen, dan artikel lain nya tema nya bebas


Spontan aku menulis puisi tentang kegalauan hati ku saat ini spontan aku menuliskan nya


Puisi itu


*rindu...


Pagi telah berganti


Hujan telah pergi


Katanya hari esok sangat berarti


Namun kurasa aku membenci


Akan bayang yang telah pergi


Akan cinta yang penuh misteri


Tawamu selalu menghiasi


Candamu selalu kunanti


Hanya bayangan mu saja yang selalu menghampiriku dalam indahnya mimpi


Terbesit tanya dalam hati sudah berapa lama kah rindu ini menghiasi ?


Rasa nya hati tak berpenghuni


Mencari cari dirimu yang selalu ku nanti


Karya


diana


Aku pun membacakan nya dengan penuh penghayatan seolah aku ingin memenangkan nya padahal aku hanya spontan membaca nya menuliskan nya namub tak ku sangka aku berhasil menjadi anggota mading sekolah karena puisi ini dan sayang nya nani tak terpilih . Tapi antusias nani memberikan selamat untuk ku


"Di.... Selamat yaa ah kamu memang hebat .. Aku bangga sama kamu" kata nani


Namun reaksi ku hanya lah datar saja


"Makasih nan jujur aku tidak menginginkan nya ..aku hanya spontan saja, btw nan gimana rio kenapa ya ko dia blom balas surat ku ?


Lalu nani pun menjawab


"Mungkin rio sibuk nanti deh aku ke rumah nya ya di .. Kamu sabar yaa .. Dan kamu harus happy karena kamu udh menjadi anggota mading sekolah tahun ini lupakan dulu rio kamu harus happy di ... Aku usahain nanti sore aku ke rumah nya ."


"Oke nan terima kasih "...


Tak terasa jam belajar telah usai, saat nya pulang masih dengan hati yang sama dengan pertanyaan yang sama dengan kegalauan yang sama tapi mungkin rio sudah melupakan segalanya .. Haruskah aku bersikap biasa saja .. Gumam ku dalam hati ..


Akj berjalan menuju tempat pemberhentian angkutan umum, disitu aku melihat salah satu teman rio dia tersenyum kepadaku dan menghampiriku ya aku ingat dia adalah rey pacar temanku tika yang sangat dekat dengan rio dia pun menghampiri


"Hai di .. Apa kabar ? "


"Reeeyy .. Senang bgt bisa ketemu ngoming ngomong sedang apa kamu disini"


"Biasa di nongkrong .. "Ucapnya


"Rey .. Gimana kabar rio bukan kah kalian satu sekolahan ?"


"Rio baik2 saja , dia ga ikut kesini langsung pulang padahal tadi bareng sama gue "


"Seriussss ? Apa dia masih ingat sama gue rey ?" tanya ku penasaran


"Sepertinya begitu", eh gue kesana dulu ya... Nanti besok rio mau gue ajak kesini buat ketemu sama lo .. Bye .. Di "


Aku hanya terpaku benarkah besok dia akan kesini.. Benarkah itu .. Ahhhh baru mendengar nya saja aku sudah bahagia .. Tapi kenapa dia tidak membalas suratku ..


Penantian ini benar2 melelahkan