MAX LEVEL

MAX LEVEL
CP. 01 mencari adik kak mawar



" kakak, lariiiiii " kata justin yg menarik mawar.


ray dan mawar pun berlari, dan monster ular itu pun mengejar mereka berdua.


ray dan mawar sedang berlari sekuat tenaganya.


nnti


beberapa kemudian, ray dan mawar kini sedang bersembunyi di belakang rumah.


" hah hah. kakak. tidak apa apa. " tanya si ray yg kehabisan nafas.


" ti tidak apa apa, tapi bagaimana dengan adik ku. " tanya si mawar yg menangis.


" bunga? "


" iya. " jawab si mawar yg menangis.


" oke, kakak tunggu di sini. aku akan mencari bunga. jadi kakak tunggu disini. " ujar si ray yg berdiri.


" ti tidak ray, nanti kamu kenapa kenapa. " jawab si mawar yg khawatir.


" gapapa kak. dimana dia sekarang kak. " tanya si ray.


" dia di rumah ku ray. " jawab si mawar.


" yaudah, kakak tunggu sebentar. aku akan menjemput bunga. " ucap ray.


saat ingin lari, si ray di tahan sama mawar.


" hati hati ya ray. " ucap si mawar yg menahan.


" iya kak. " jawab si ray yg habis itu langsung pergi.


ray pun berlari ke arah rumahnya mawar.


dia juga berhati-hati saat ada monster.


beberapa lama kemudian dia pun sampai di dekat rumahnya si mawar.


tanpa pikir panjang dia pun masuk ke rumahnya.


dia pun meneriaki bunga. " bungaa, dimana kau. " teriak si ray.


dia pun mencari di setiap ruang.


namun tidak ada.


" TOLOOONG. "


ray yg mendengar itu pun pergi ke asal syarat.


dan suara itu berasal dari dapur.


di dapur ia melihat ada satu monster yg mirip manusia, dan di bawah ada si bunga yg ingin di perk**a.


ray pun langsung mengambil pisau dapur yg ada di meja makan. dan langsung melompat ke monster itu. dan menusuk lehernya si monster.


monster itu mengerang kesakitan. dan dia langsung melemparkan si ray yg ada di belakang.


ray pun terpental ke dinding.


khhhh.


graaaa, teriak monster itu yg kesakitan.


" shhh, bunga kau tidak apa apa. " tanya si ray ke bunga.


" hiks~ i iya kak, hiks. tidak apa apa. " jawab tangis si bunga.


" yasudah, ayo kita pergi. " ajak si ray yg mengulurkan tangannya.


" i iya kak. " jawab bunga yg mengambil tangannya si ray.


di saat mereka pergi, monster itu memberikan pukulannya ke ray.


ray dengan reflek dia langsung menahan pukulannya si monster.


" cih, tangan ku rasanya ingin patah. " ucap kesakitan ray dalam hatinya.


" ka kakak, tidak apa apa. " tanya khawatir bunga.


" tidak kenapa kenapa, kamu tunggu sebentar ya bunga. " jawab lembut si ray.


" i iya. "


monster itu pun melancarkan pukulannya lagi. dan kini si ray menghindari pukulan itu, dan langsung mengayunkan pisaunya ke lehernya si monster.


dan monster itu pun tumbang.


" hah, hah bunga apa kau tidak apa apa. "


tanya si ray.


" i iya kak. " jawab si bunga yg gemetaran.


" ayo kita keluar, dan menemui kakak mu. " ajak ray ke bunga.


" i iya. "


dan mereka berdua pun keluar dari rumah, dan juga ray tidak menurunkan kewaspadaan,


dan mereka pun berlari ke arah si mawar.


beberapa lama kemudian.


kini ray dan bunga sudah di tempat mawar.


mawar pun berlari ke arah bunga dan memeluknya. " syukurlah kamu tidak apa apa, aku tidak harus apa. kalau kau juga meninggalkan aku. " tangis syukur si mawar yg memeluk si bunga.


dan si bunga pun memeluk balik si mawar.