Mafia Love

Mafia Love
Capter 19



💛Lanjutkan💛


*


*


*


"Jihyo lo tau.."kata Sana terbata-bata.


"Gak!!"jawab Jihyo tegas sambil menyusun makanan diatat meja.


"Yaiyalah belum gue kasih tau!!"kata Sana sinis.


"Abis lo teriak-teriak kayak orang kesurupan aja!!"ejek Jihyo santai mengambil minum dan meminumnya.


"Tzuyu ngomong sendiri!!"teriak Sana.


Uhuk..uhuk..


"Serius lo?"tanya Jihyo menyakinkan.


"Ya iyalah makanya gue manggil lo itu buat nyuruh lo telpon piskiater"kata Sana dengan cepat.


"Oke..oke gue telpon dulu.."jawab Jihyo menuju telpon.


Tut..tutt..


"Hallo,nona bisa datang kesini gak apertemen mewah dieropa no 16 lantai 5.sekarang!!"kata Jihyo cepat tanpa sempat dijawab ia langsung mematikan telpon.


"Udah!!"kata Jihyo menoleh Sana.


Semua pelayan hanya diam dan menunduk,mereka heran dengan sifat konyol majikannya.


***


Tzuyu keluar dari kamar dan menuruni tangga,ia melihat kasana-kemari tapi tidak ada siapa-siapa.Tzuyupun menuju dapur karna saatnya makan malam,ia hanya mendapati Jihyo dan Sana yang hanya dalam keheningan.


"Woi ada apaan sih?bengung mulu kesambet ntar?"Tzuyu duduk didepan mereka yang menatapnya hening.


"Kalian gak usah nakut-nakutin gue deh!!"Tzuyu mengambil jus dan meminumnya.


"Lo gak setereskan?"tanya Sana sepontan.


Byur..


Tzuyu terpaku sesaat.


"Kalian pikir gue gila gitu?"tanya Tzuyu mulai meninggikan suara.


"Ya..ya i.."jawab Sana tetpotong karna salah satu pelayan.


"Maaf nona piskiaternya sudah sampai?"kata pelayan menunduk.


"Ya.."Sana baru mau menjawab tapi terpotong Tzuyu.


"Buat apa?"tanya Tzuyu ke Sana dengan tatapan tajam.


"Ya..buat elo"kata Sana gugup.


"Elo sih!!"kata Sana memyalahkan Jihyo yang diam.


"Lah kok gue bukannya lo yang bilang Zuyu ngomong sendiri?"bela Jihyo menunjuk dirinya sendiri.


"Ya iya emang gue,tapi lo yang manggil tuh piskiater!!"bela Sana tidak terima sedangkan pelayan menunduk,tiba-tiba sebuah suara membuat mereka terdiam.


"Jadi siapa yang bertangung jawab?"tanya Tzuyu bersandar dikursi menatap mereka.


Sana dan Jihyo saling menunjuk"dia"jawab mereka spontan.


Tzuyu membuang nafas kasar dan menatap mereka.


"Dia yang salah!!"ulang mereka tidak mau kalah.


Tzuyu mulai emosi tapi ia menahannya,ia menatap Sana dan Jihyo.


"Siapa yang manggil piskiater?"tanya Tzuyu menahan amarah.


"Dia!!"jawab Sana menunjuk Jihyo dan tidak ada penolakan Jihyo hanya menunduk"Maaf!!"kata Jihyo lirih Sana tersenyum karna ia selamat.


"Ta..tapi Sana bilang lo gila!!"bela Jihyo menunjuk Sana,Sana kaget dan menyengir menatap Tzuyu.


"Kalian berdua buat sarapan selama seminggu tanpa dibantu,dan..kalo ada yang bantu makan terima akibatnya!!"Tzuyu pergi meninggalkan mereka.


"Tuh kan,lo sih!!"Sana menyalahkan Jihyo.


"Lah kok gue lo yang beritanya kaleng-kaleng!!"kata Jihyo meninggalkan Sana.


***


Tzuyu menarik nafasnya dan membuangnya kasar,ia hanya bisa menahan amarahnya.


Iapun masuk kedalam kamar mandi dan menatap cermin,ia mengosok giginya perlahan.


Kenapa mereka kira gue gila?...cantik gini dibilang gila!!mereka yang gila..


Tzuyu terus berguman sambil mengosok giginya,ia hanya memaki Sana dan Jihyo karna mengira dia gila.


***


"Woi Sehun lo kenapa sih bengong mulu?"tanya Kai tiba-tiba duduk disamping Sehun yang memandang kolam.


Melihat tidak ada jawaban Kai diam,dan menoleh ke Sehun.


"Lo..


💛Bersambung💛


#Jangan lupa like


#Komen


#Vote


Ig.Selfi.nurhasanah_