
‘’ iya, aku akan mengingatnya ,kalo begitu aku pergi dulu seth , kak bella ‘’ ucap freya sambil berlalu dari hadapan seth dan freya sambil melambaikan tangannya
‘’ dadah hati hati di jalan nona freya /freya ‘’ jawab keduanya sambil membalas lambaian tangan freya
‘semoga kau melupakan mimpi burukmu saudariku ‘ batin bella
‘ semoga anda bisa melupakan segalanya dan teruslah bahagia nona freya, dan tolong jaga kesehatan anda ‘batin seth.
Freya kini sudah menaiki pesawat pribadi yang akan membawanya ke negeri sakura tersebut,sambil mengisi waktu luang ia memutuskan untuk mendengarkan music menggunakan earphone sambil memandang kea rah luar jendela yang memperlihatkan pemandangan awan.
Terlalu lama dirinya memandang awan dirinya tanpa sadar sudah jatuh tertidur, sedangkan pramugari yang bertugas tidak berani untuk membangunkan freya agar pindah ke kamar yang tersedia ia hanya menyelimutkan tubuh freya dengan sebuah selimut.
‘’ na…ona…nona…nona freya ‘’
Merasa tidurnya terganggu freya memutuskan untuk membuka matanya dan ia melihat seorang pramugari di depannya.
‘’ maaf mengganggu tidur nona,tapi sekarang kita sudah sampai di negeri jepang ‘’ jelas pramugari tersebut
‘’ uhm…. Sudah berapa lama kita sampai ? ‘’ Tanya freya
‘’ kita sudah sampai sejak 15 menit nona ‘’ jawab pramugari tersebut.
‘’ ok, terimasih atas pelayanannya , dan kamu bisa kembali ketempatmu oh ya untuk koper dimana karena aku akan pergi menggunakan taxi saja ‘’ ucap freya
‘’ komper anda sudah ada di bawah nona, kalo begitu saya kembali bertugas, hati hati di jalan nona ‘’ ucap pramugari dan di balas anggukan oleh freya.
Freya keluar dari bandara sambil menarik kopernya, ia hanya membawa satu koper saja karena barang barang ia yang lain sudah berada di apartement nya terlebih dahulu.
Freya menyetop taxi yang ada di depannya kemudian memasuki taxi tersebut setelah ia memberitahukan sopir kemana mereka akan menuju.
‘’ huft lelahnya ‘’ ujar freya sambil merebahkan dirinya di kasur , dirinya sangat lelah setelah menempuh perjalan hari ini dan di tambah lagi ia membereskan barang bawaannya.
Ia mengecek hp nya dan disana sudah tertera 50 panggilan tidak terjawab dan 120 pesan yang belum ia baca dari bella.
‘’ mati aku, lupa mengabari kak bella ‘’ gumamnya tidak lama hpnya pun berbunyi kembali
Dengan ragu ia mengangkat panggilan tersebut
‘’ FREYAAAAAAAA ‘’ teriak seseorang di seberang telepon , sehingga membuat freya menjauhkan hp tersebut dari telinganya agar telinganya aman
‘’ hallo kak ‘’ jawab freya
setelah memastikan bahwa sang kakak tidak akan berteriak kembali
‘’ dari mana saja kamu , kenapa tidak menghubungi kakak ketika sudah sampai !! ‘’
‘’ maaf kak bella , freya lupa tadi abis sampai freya langsung beres beres dan tidak sempat mengabari kakak ‘’ jelasnya
‘’ huft…. Kamu tuh buat orang khawatir’’
‘’ maaf ‘’ ucap freya dengannada bersalah
‘’ baiklah kakak hanya mau nanya itu , sebaiknya kamu harus istrahat sekarang kakak pun harus siap siap untuk besok berangkat ke academy ‘’
‘’ uhm… kakak pun, selamat malam kak ‘’
‘’ malam freya mimpi indah ‘’
setelah itu dirinya memutuskan untuk tidur karena dirinya hari ini sudah benar benar sangat kelelahan.
...***...
Pagi ini freya melihat gerbang disekolah sebentar sebelum melangkahkan kakinya memasuki sma yumeng, ia bisa melihat bahwa banyak siswa menawarkan eskul mereka. Freya mengabaikan hal itusemua tujuan dia hanya satu yaitu madding, ia ingin melihat dimana ia akan di tempatkan.
Setelah mengetahui bahwa ia di tempatkan di kelas 1B ia pun bergegas menuju kelas, dan yap dia melihat bahwa masih sedih orang yang berada disana dan dirinya memutuskan untuk duduk di urutan kedua dari belakang pastinya dekat dengan jendela.
Setelah acara penyambutan murid ,kelas mereka hanya diisi dengan perkenalan diri dan pembagian jadwal pelajaran,waktu perkenalan diri freya menyadari bahwa ia sekelas sama temannya yang dari masalalu dan disini lah mereka di rooftof berdua.
‘’ohisashiburi desu freya san ‘’
‘’ hisashiburi no asai kun ‘’
jawab freya.
‘’ kemana kau menghilang selama ini freya san ?, bahkan kamu pun menghilang dari dunia idol ‘’ kata asai lirih
‘’ teralu banyak hal yang terjadi secara bersamaan asai kun, aku hanya butuh ketenangan diri sebelum menghadapi semuanya‘’ jelas freya sambil memandang langit
Asai atau yang di kenal sebagai yuji asai menatap freya dengan pandangan yang sulit diartikan
‘ sebenernya apa aja yang sudah terjadi kepadamu setelah kejadian itu freya san ‘ batin asai
‘’ jangan memandangku seperti itu asai kun , aku terlihat menyedihkan jika kau memandangku seperti itu ‘’ ujar freya yang melihat pandangan asai ke arah dirinya
‘’ gomennasai ‘’ ucap asai meminta maaf dan di balas anggukan oleh freya
‘’ jadi sebenernya apa rencana yang akan kau lakukan untuk kedepannya asai kun ? , kau pasti memiliki sebuah rencana bukan “ Tanya freya kepada asai
‘’ ha’I freya san seperti biasa selalu bisa menebak pikiran seseorang ‘’ puji asai
‘’ tidak selalu, hanya etika dasar. kau tau aku tidak sejago kak bella asal kau tau asai ‘’balas freya sambil melambaikan tangan ‘’ tapi terimakasih pujiannya , jadi apa renca mu asai ?”
Asai pun menjelaskan semuanya tanpa terlewat satu pun, freya mendengarkan Cerita asai dengan serius.
''jadi seperti itu rencananya Freya san.
apakah dengan ini kamu mau membantuku untuk menjalankan rencana ini ? '' tanya asai menatap Freya dengan pandangan penuh harap.
'' gomen asai Kun , aku menolaknya karena sejujurnya aku tidak ingin terlibat yang terhubung dengan basket '' tolak Freya
'' kenapa ? '' tanya asai
'' tidak ada alasan, hanya saja untuk sementara aku tidak ingin berurusan dengan basket jadi maafkan aku '' ucap freya
''ha'i wakatta, aku tidak akan memaksamu Freya san, tapi aku kita masih tetep berteman ''
''um..kita akan tetap berteman kok asai san'' jawab freya
'' syukurlah, kalo begitu aku pergi dulu karena sekarang aku harus pergi ke gymnaisium, ja ne Freya san''
''ja ne asai kun'' kata freya, setelah itu ia melihat punggung seorang asai yang perlahan mulai menghilang
'ternyata aku masih sama, masih seorang pengecut yang hanya bisa lari, apa nya yang ingin memperbaiki dan menghadapi masa lalu jika hanya gini doang aku sudah lari. Mama apa yang harus Freya lakukan ?' batin freya sambil memandang ke arah langit.