
Di ruangan Yang megah Dan Elegan , Terlihat Seorang Putri tengah Tidak Sadarkan Diri . Bai Rong Yang melihat itu menangis Sejadi jadinya hati nya Sangat Hancur saat melihat Sang Nona Tercinta nyaTerkapar lemas Di Kasur .
{FLASBACK ON}
Putri Sebaik nya Kita Di paviliun saja Putri'Ucap Bai rong Dengan khawatir. ia Takut Saudara Laki laki Nona nya akan Membully Sang Nona Tercintany koa.
Oooohh Ayolah~ Bai Rong Aku bosan di Paviliun Ku 'Ujar Putri Tersebut Yang Tak lain adalah putri Xiao Gia .
Ta-Tapi Putri Hamba Takut Jika Para Pangeran Datang Dan Membully putri lagi'Ucap Bai Rong dengan Terbata bata.
Sedangkan Di balik Tembok Para Pangeran Mendengar Semua Obrolan Bai rong Dan Xiao Gia , Mereka Tetap Menampilkan Wajah Datar nya . Menurut Mereka Perlakuan Seperti itu Hanya Biasa Saja.
Kita Balik Ke Bai rong dan Xiao Gia~
Bai rong'Panggil xiao
Ya Tuan Putri
Bai rong Jika Kelak Aku Pergi dari Dunia Ini , Dan Jiwa orang lain di Tubuh ku ? Apakah Kau Akan Sedih?'Lirih xiao . sang Pelayan Yang mendengar Pun Terkejut akan Ucapan Nona nya .
Tu tuan Putri , Jika Jiwa lain Yang menetap Di tubuh Tuan Putri Hamba Akan Sedih , Tetapi hamba Juga Senang Karna Bisa melihat wajah Tuan Putri ' Ujar Bai rong sambil Menahan Air mata Nya yang Sudah Hampir jatuh.
Terimakasih Bai rong'ujar Xiao Dengan Tatapan Senduh nya.
Ya Tuan Putri'
Ayo Jalan lagi , Ahahahaha Lupakan saja yang tadi Bai rong
Baik tuan Putri
Xiao Gia Berjalan Menelusuri Taman Bunga Mawar . Tetapi Mereka Tidak Sadar Jika Para pangeran mengikuti Mereka.
Bai rong , lihat lah Ini sangat indah~' Ujar Xiao dengan Bahagia . Bai rong Yang melihat Nona nya bahagia Juga Ikut bahagia .
Iya Tuan Putri'
Lalu Xiao Gia Pun Memetik Bunga Mawar Itu dengan Susah payah nya , sedangkan Para pangeran Geram Dengan Xiao Gia . Karna Telah Berani Memetik Bunga Mawar Kesukaan Mendiang nya Permaisuri / Ibu dari para Pangeran Dan juga Xiao Gia.
Kau!!!!! Xiao Giaa!!!!!'Triak Xiao chen/pengeran Ke 2 .
Gege'panggil Xiao gia Dengan ngemetaran
pengawal 'panggil Putra mahkota
Iya Pangeran'jawab Pengawal tersebut sambil terbata bata.
Ambilkan Cambuk
Baik Pangeran .
Kau Tau Xiao Gia Kau telah membuat kesalahan .
Ta-tapi Gege ini kan Taman istana '
Maaf Gege'Gumam Xiao Gia
Pangeran ini cambuk nya ' Ucap pengawal Tersebut .
Cambuk dia 100 Kali ' Perintah Pangeran Ke3 .
Baik pangeran'
Ctarrrrrrrrrr
Ctarrrrrrrrrr
Ctarrrrrr
Ahkhhh....gege Ampun' Tangis Xiao Gia
59,
Ctarrrrrrr
60
Ctarrrrrrrr
Saat ingin Melanjutkan Tiba tiba..
Brukkkk,,,,, Xiao Gia ambruk Di Tanah .
Ya Tuhan.Aku tak Kuat melanjutkan hidup ku lagi ,,,,, bunda bawa Aku kesana . 'batin Xiao Gia.
Bai rong~' Panggil Xiao Gia
Hiks....Hiks....Putri Jangan menyerah putri,,,,,sadarlah putri Hiks Hiks'Tangis bai rong
Bai rong jangan menangis ,,,,,
Ta-Tapi Tuan Putri Hamba Tak kuat Melihat Anda Seperti ini' Tangis Bai rong
Gege, Ayah Aku sayang kalian ,,, Dan Juga Bai rong ,,,,, SELAMAT TINGGAL' Lirih Xiao Gia.
Cih, Dia tidak mati'ucap Putra mahkota. Kenapa , kenapa!!??? Disaat dia seperti Ini hatiku rasanya Hancur ' Batin Para Pangeran
Bawa Dia ketabib ' Usul Kaisar{Ayah Xiao gia}
Semua Yang mendengar Pun terkejut. Sejak kapan Kaisar/ayah disitu?'batin mereka.
Ba-baik Yang mulia'ucap Bai rong
Next Part.!!!!
Goodbye