
Beberapa hari kemudian..
Jenifer menerima telpon dari pihak polisi, dari perkataan mereka seperti sedang bertanya tentang penyelesaian untuk Kherin Lu. Kalau dia tidak menuntutnya maka dia bisa di bebaskan.
"Karena untuk memberi dia pelajaran, maka aku tidak akan melepasnya."
Jenifer menyerahkan seluruh tangung jawab kepada Nikholas Lu, dia saat ini seperti memiliki tombak kokoh yang bisa melakukan apapun tanpa rasa takut.
Pihak polisi mendengar itu langsung mengerti kemudian, menelepon keluarga Wen memberi tahu kalau mereka bersiap membawa masalah Kherin Lu ke pengadilan.
"Anak sialan ini!" Ricard Wen setelah pulang baru mengetahui berita ini, tentu saja cerita ini telah di tambahi bumbu oleh Bela Zhao.
Dari penjelasan yang di ceritakan Bela Zhao hari itu, berubah kalau dia dan Kherin Lu sedang pergi belanja.
Kemudian Jenifer Wen melihatnya dan dia tidak hanya merampas barang mereka tapi juga memukuli mereka.
Kemudian memanfaatkan kekuatan orang di belakangnya membawa Kherin Ke polisi.
"Hari itu aku lihat wajahnya begitu merekah, mungkin kah dia berhasil menduduki posisi di keluarga Lu?"
"Keluarga Lu yang tinggi dan bersih itu, bagaimana bisa tertarik dengan orang seperti nya? orang yang tidak tahu malu dan hanya bisa jadi beban keluarga"
Ricard Wen benar benar marah, kalau dia tidak bisa melepaskan Kherin itu sama saja menjatuhkan harga dirinya apalagi dia di keluarga Zhao memiliki wajah yang tinggi, jadi ini membuatnya benar benar kesal setengah mati.
"Tapi Jen saat ini benar benar memanfaatkan keluarga Lu dan tidak mau melepaskan Kherin, ah ini salahku kenapa waktu itu tidak berusaha untuk menahannya."
Bela Zhao melihat Ricard stres, menundukkan kepala dan mengelap air mata yang sebenarnya tidak ada terlihat begitu menyedihkan.
"Apa yang harus di tahan Kamu ini orang tua, ibunya mana ada cerita kamu yang harus menahan segalanya? aku sekarang juga akan menelepon dia dan akan mengajari anak sialan ini baik baik"
.....
Beberapa hari ini Nikholas Lu selalu ada di luar dan tidak pernah pulang, Jenifer juga bingung mau bagaimana menghadapinya, dia juga tidak mungkin meninggalkan rumah keluarga Lu dan lebih tidak mungkin menghindari lelaki ini. Ya perasaan yang ia miliki saat ini adalah kepasrahan.
Jenifer Wen membuka Leptop dan membaca dokumen di depannya.
Hansen Bai barusan menelepon dan mengatakan sudah mencari suatu pekerjaan, walaupun bukan perkerjaan yang sibuk dan bertarif tinggi tapi itu tetap membuatnya gugup.
Karena dia telah meninggalkan dunia sosial bertahun tahun, so dia perlu mengumpulkan uang dan menghidupi dirinya sendiri, dan kembali ke kehidupan sebelumnya.
Keluarga Wen dan pasti akan ada suatu hari dia bisa membawa ibunya terbang jauh dari sini dan meninggalkan tempat yang bagaikan Neraka ini.
Suatu kebetulan, pekerjaan ini bisa jadi sebuah alasannya untuk menghindari kesempatan untuk bertemu Nikholas Lu.
Tepat saat Richard menelepon Jenifer, ia sedang berkerja.
Hansen Bai mengenalkannya dengan sebuah perusahaan periklanan tingkat tengah. Karena ia adalah pendatang baru, so perkerjaan nya tidak terlalu sibuk.
Paling hanya membantu rekan rekan menangani dokumen dan perusahaan kecil.
Teleponnya tiba tiba berdering, dan melihat sebentar itu telepon dari Ricard Wen tanpa banyak pikir dia langsung menutup teleponnya.
Ponselnya tiba tiba menyala lagi itu adalah notif pesan yang masuk.
"kamu memangnya tidak ingin tahu situasi ibumu saat ini? kalau kamu ingin tahu silakan telpon aku kembali"
Setelah Jenifer melihat pesan ini, ia langsung pergi dan bergegas keluar.
Dia tidak berfikir kalau Richard Wen bisa begitu tidak tahu malu, mengancamnya dengan kondisi ibunya, tetapi ia hanya bisa menerima kondisi itu dengan patuh.
Jenifer Wen pergi ke kamar mandi dan menelepon Richard kembali, teleponnya tidak lama berselang dan tangannya bergetar.
"Kenapa, Aku sebagai ayah meneleponmu masih tidak mau menjawabnya?" Suara dingin Ricard Wen masuk ke telinganya, membuat Jenifer Wen menggigil.
"Aku tidak melihat panggilannya, presdir Wen tidak mungkin hanya ini kau marah kan?" Jenifer menjawab dengan ringan. "Apa yang sebenarnya terjadi pada ibuku?"
Saat itu ibunya sakit karena melihatnya masuk penjara,
dan sejak saat itu Jenifer tidak pernah melihat ibunya lagi.
Setelah di bebaskan dari penjara, bukan karena tidak ingin mencari ibunya tetapi ia tidak tahu bagaimana cara menemukannya, dia menelepon dan mendatangi panti jompo yang ada di kota ini, tapi tetap tidak ada jejak ibunya.
Sepertinya keluarga Wen memang sengaja menyembunyikan ibunya di suatu tempat...
Bapak kaya Ricard minta di hujat ya bund