Just A Memory

Just A Memory
Chapter 45



Ungkapan Isi Hati untuk Dunia Literasi


 


 


 


 


Sebuah tulisan bukan sekedar bacaan. Bisa bermakna apa saja. Tetapi tulisan bisa punya dampak besar dalam hidup seseorang. Apa yang dia baca itu terekam di dalam pikirannya. Mungkin saja bisa bertahan sangat lama, teringat sepanjang hidupnya.


 


 


Di masa kini, teknologi yang begitu maju sangat memungkinkan siapa saja menulis dan membagi pikirannya kepada ribuan orang melalui internet. Termasuk novel. Novel mungkin hanyalah kisah khayalan seseorang. Tetapi sedikit banyak novel sedang menggambarkan kehidupan manusia di bumi ini. Bagaimana sepak terjang manusia di sekitar kita dalam menjalani hidup ini.


 


 


Ada yang kaya, ada yang miskin. Ada yang bersikap manis, ada pula yang bertindak kejam. Ada yang selalu gembira atau tak lelah dirundung duka. Kisah itu bisa bernuansa spiritual atau fantasi cinta yang hot dengan segala macam keseruannya. Semua datang dari ide si penulis. Itu sah-sah saja. Penulis bebas menuangkan apa yang ada di kepalanya menjadi tulisan menarik untuk dia ceritakan kepada orang lain.


 


 


Namun, setiap kisah memiliki muatan yang bisa mengubahkan pola pikir, cara pandang, dan pemahaman seseorang bagaimana menjalani kehidupan kemudian. Karena itu, cerdaslah memilih bacaan. Jangan asal menyukakan hati atau memenuhi emosi jiwa. Tetapi, saringlah, apakah bacaan itu membangun diri dan memberikan pengajaran yang berarti.


 


 


Seperti sebuah ilustrasi tentang seorang pria yang pekerjaannya melakukan sebuah pertunjukan dengan mengadu dua ekor anjingnya. Anjing putih dan anjing hitam. Orang-orang dipersilakan memilih jagoannya, si anjing putih atau anjing hitam. Dalam taruhan itu pemilik anjing akan selalu menang. Karena dia tahu rahadia kelemahan anjingnya.


 


 


Jika pemilik anjing itu bertaruh untuk anjing putih, dia akan mengurani jatah makan anjing hitam. Dan sebaliknya, jika anjing hitam yang dia jagokan, maka anjing putih hanya mendapat jatah makan sedikit saja. Mungkin kisah ini tidak menyenangkan dibaca, tetapi dari kisah ini ada satu pelajaran yang kita tarik.


 


 


 


 


So, Guys, be wise …. Pilihlah apa yang kita masukkan dalam pikiran kita untuk kebaikan kita sendiri. Yang nanti secara tidak kita sadari kita alirkan kepada orang lain yang ada di sekitar kita.


 


 


Jika yang kita serap adalah bacaan yang menuntun pada kebaikan, cinta kasih, kemurahan, kerelaam memberi maaf, persahabatan dan indahnya hidup dalam damai, itu yang sedang kita tanamkan di dalam diri kita. Tidak dapat disangkal hidup itu penuh kesulitan dan tantangan. Banyak kecewa dan tangisan yang mengiringi.


 


 


Sebaliknya jika yang kita simpan adalah sisi yang lain, sedikit banyak itu juga akan muncul dalam pikiran kita, dan merembet kepada hal yang lainnya. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana menyikapi semua itu. Apakah pilihannya akan membuat seseorang mampu menyelesaikan perjuangannya dengan cara benar atau asal dia menang meski yang dia lakukan adalah suatu hal yang salah.


 


 


Ada banyak penulis yang baik, yang bisa kita ambil nilai-nilai kehidupan dari karyanya. Dan apa yang mereka tuliskan membawa dampak besar bagi hidup banyak orang. Kiranya dunia literasi masa kini, khususnya di negeri ini akan dipenuhi dengan penulis-penulis yang seperti demikian.


 


 


 


 


 


 


Terus maju, terus berkarya, terus semangat ….