It’S Kirana

It’S Kirana
Raya



Seorang cowok tengah menatap seorang gadis dari luar jendela. Terlihat gadis itu tengah bermain boneka beruang besar didepannya, senyuman tercetak indah dibibirnya yang tipis. Tanpa disangka bibir cowok itu melengkung tanpa mengalihkan pandangannya dari gadis tersebut. Terdapat kira-kira 5 orang yang ada diruangan itu, ruangan serba putih.


"Adek mau jenguk seseorang?" Tanya seorang suster pada cowok itu. Jacky.


"Iya sus." Kata Jacky pada suster itu. "Saya mau jenguk Raya."


"Oh neng Raya. Bentar ya dek saya panggilin dulu." Kata suster itu lalu masuk kedalam ruangan. Tanpa butuh waktu lama suster itu datang dengan mengandeng Raya di tangannya.


"Raya ini ada yang mau jenguk kamu. Ganteng loh." Goda suster itu membuat Raya tersenyum tipis.


Jacky tegang ketika melihat Raya yang mulai mendekat. Gadis itu masih sama seperti terakhir mereka bertemu. Raya menunduk menyeret boneka beruangnya yang super besar pemberian dari Kirana beberapa minggu yang lalu.


"Hay Raya." Sapa canggung Jacky pada Raya. Cowok itu membeku ketika Raya menatapnya tanpa ekspresi. Mata cewek itu menyorotkan tatapan teduh, Jacky tidak tahan melihat itu. Ingin rasanya Jacky memeluk gadis itu dengan erat.


"Kyaaaa Jackyyyyy." Kata Raya girang lalu berlari memeluk Jacky erat. "Jacky kenapa baru dateng, Raya nungguin Jacky."


Jacky memantung mendapat pelukan spontan dari Raya. Cewek itu semakin erat memeluk Jacky, dengan ragu Jacky membelas pelukan Gadis itu. Jacky merasakan jika gadis dipelukannya ini sangat senang, beda ketika di dalam tadi.


"Jacky kenapa diem aja. Jacky gak seneng liat Raya." Kata Raya sedih menatap Jacky dengan berkaca-kaca.


Jacky panik. Harus gimana ini. Dia kembali memeluk Raya dengan erat. "Bukan gitu. Jacky masih pengen meluk Raya makanya daritadi Jacky diem aja. Masih kangen tau." Tanpa disadari pipi Raya memanas, tidak ingin Jacky tau gadis itu lebih memendamkan wajahnya didada bidang Jacky.


Suster yang sejak tadi melihat mereka menyengitkan dahi. Tidak biasa Raya sesenang ini. Suster itu ikut tersenyum melihat Raya yang sejak awal tiba di rumah sakit ini jarang sekali tersenyum dan lihat sekarang gadis tenang tersenyum lebar.


"Kita duduk yuk ditaman." Raya mengangguk lalu berjalan menuntun Jacky dengan semangat sedangkan Jacky hanya terkekeh geli.


"Jacky, Raya mau cerita." Ucap Raya setelah duduk.


"Mau cerita apa?" Jacky menyelipkan anak rambut Raya ke belakang telinga.


"Jacky tau gak Raya punya temen banyak disini. Tapi mereka sombong-sombong, padahal Raya cuma mau main sama mereka. Merekanya pada gak mau, masa Raya kemarin ngajak main malah dilempar sendal. Kan nyebelin." Raya bercerita dengan berbagai ekspresi membuat Jacky tersenyum. Mengajak rambut Raya gemas.


"Yaudah nanti Raya mainnya sama Jacky aja gimana?" Kata Jacky. Raya yang mendengar itu langsung memgangguk antusias.


"Mauuuu."


"Yaudah sini peluk." Jacky merentangkan tangannya lalu dibalas oleh Raya dengan tulus.


"Jacky kenapa baru samperin Raya sekarang." Tanya Raya membuat cowok itu diam binggung harus menjawab apa. Terbilang hampir empat tahun dia tidak bertemu dengan Raya. Terakhir kali dia mendengar tentang Raya ketika gadis itu dikabarkan meninggal karena bunuh diri.


Dan sekarang dia bersyukur ternyata Raya masih hidup, ini berkat Kirana jika gadis bar-bar itu tidak memberi tahu tentang semua ini. Jacky berterima kasih dengan Kirana.


"Jacky masih ada urusan waktu itu. Tapi sekarang urusannya udah selesai. Jacky bisa nyamperin Raya kan sekarang. Raya seneng?"


Raya mengangguk semangat. "Seneng banget."


Tanpa disadari ada seseorang yang tengah memperhatikan kedua orang itu diam-diam. Dia tersenyum lalu berlalu pergi sebelum ada orang yang mengetahui.


...****************...


"Bay, jangan lo habisin donatnya nanti Kirana murka." Peringat Reza ketika melihat Ibay yang asik dengan donatnya. Patut diketahui bukan hanya Kirana yang suka dengan donat tapi Ibay juga sama. Tidak jarang juga mereka bertengkar hanya karena donat. Dan keduanya pasti akan menjawab "biarin rebutan donat yang penting bukan gebetan." jika Alex sudah turun tangan.


"Bodoamat sih. Kalo habis minta aja lagi sama Alex." Jawab Ibay santai.


"Alex ngamuk baru tau rasa lo." Sahut Daniel.


Daniel menutar bola matanya malas. Tadi malam mereka menginap dibasecamp untuk menjaga Daniel karena cowok itu tidak pulang kerumah. Karena mereka sudah terbiasa jika ada salah satu dari anggota Resor yang terluka karena musuh, mereka akan bersikap potektif.


Alex menuruni tangga dengan malas. Matanya masih mengantuk padahal sekarang sudah pukul 11 siang.


"Baru bangun bos." Sapa Ibay sambil menggigit donatnya. Alex menghiraukan ucapan Ibay, dia duduk disebelah Reza lalu memeluk cowok itu.


"Ngapain sih lo, kampret! Gue masih doyan cewek njir." Kata Reza berusaha melepaskan pelukan Alex tapi nihil Alex sangat erat memeluknya. "Bentar aja Za, gue masih ngantuk nih."


Reza mendengus kesal. "Kalo masih ngantuk tidur dikamar sono. Ngapain bangun sih."


"Bacot lo."


"Udah deh Za, biarin tuh bocah baru tidur subuh tadi dia." Kata Luis dari dapur.


Terdengar dengkuran halus dari Alex. Cowok itu langsung tertidur tanpa butuh waktu lama.


"Udah tidur aja tuh anak."


"Iya tadi malem itu dia nyuruh kita buat tidur dulu. Trus dia yang jagain Daniel." Kata Luis.


"Terharu gue sama pak bos." Seru Daniel mengusap sudut matanya.


"Kayak gak tau pak bos aja sih."


"Woyy Bay, ngapain lo mesam-mesem. Gila lo ya." Kata Reza tetap pada posisinya dipeluk Alex. Luis menoleh menatap Ibay horor. "Ngapain lo sama hape gue. Sini!"


"Kuota gue abis. Pinjem bentar buat main IG."


"Dasar gak modal."


"Bodoamat."


"Pules banget sih nih anak. Gak gerak sedikit pun." Kata Reza menatap Alex heran.


"Lo gak tau aja Alex itu tukang tidur. Lo gendong sekali pun dia gak bakal bangun." Kata Luis karena dia sudah berteman dengan Alex sejak masih kecil. "Masih untung ini hari minggu."


"Wis waspada noh sama Ibay. Curiga gue daritadi dia senyum-senyum sendiri. Takut gue liatnya." Kata Daniel menatap takut Ibay yang mesam-mesem.


Luis beranjak duduk disebelah Ibay lalu melihat sedang apa cowok itu. Seketika mata Luis melotot.


"Lo ngapain pakek aplikasi tantan. Gue tau Bay cinta lo ditolak sama Ghea tapi gak gini juga, anjir." Kata Luis horor pada Ibay.


"Yehh gak gitu juga monyet. Gue cuma mau baperin mereka doang lagi suntuk nih gue."


"Baperin kok dichat mending baperin langsung lah." Kata Reza.


"Guekan udah bilang, gue lagi suntuk."


"Frustasi dia gaess. Cintanya ditolak berpaling kepada tantan." Kata Daniel membuat yang lain tertawa. Sedangkan Ibay sudah masam.


"Sialan."


...****************...