
Butuh waktu sekitar setengah jam sebelum mereka tiba di tempat parkir yang terletak disekitar lingkungan itu.
Chihiro keluar dari mobilnya dan membimbing Shishio ke lokasi asrama.
"Ayo pergi, Shishio."
"Ya, Chihiro-nee."
Shishio mengangguk dan menarik kopernya, mengikuti Chihiro.
Keduanya berjalan bersama hingga mencapai tujuan.
"Ini tempatnya." Chihiro memandang ekspresi Shishio sambil tersenyum dan berkata, "mulai sekarang, ini akan menjadi rumah keduamu, Shishio."
Shishio melihat asrama yang agak tua di depannya.
Dia harus mengakui bahwa desain tempat ini tidak jauh berbeda dengan rumah adat yang sering dia lihat di kyoto.
Tembok diluar sudah cukup tua, dan seharusnya sudah diperbaiki beberapa kali.
Dalam pemikiran Shishio, tempat ini terlihat agak kumuh, tapi seharusnya tidak ada masalah bagi seseorang untuk tinggal di tempat ini bukan?
Shishio kemudian melihat ke pelat pintu dengan nama asramanya sepertinya sedikit rontok dan kata-kata yang tertulis tidak
jelas, tapi dia bisa membacanya.
"Sakurasou (Asrama Sakura)?"
"Ya, nama asrama ini sakurasou." Kata Chihiro sambil tersenyum.
Shishio mengangguk sambil mengamati asrama.
Halaman diluar tidak terlalu besar dan dinding disekitarnya dibuat dengan dinding baru jepang yang dapat memberi perlindungan keamanan.
Dari lokasinya, dia bisa melihat tali jemuran yang digunakan untuk mengeringkan pakaian di balkon lantai dua, dan disebelah kanan juga ada pohon yang sangat rimbun, tapi dia tidak yakin pohon jenis apa itu.
Shishio kemudian melihat ke jalan batu di bawah kakinya, gerbang besi dengan sedikit karat di depannya, dan taman yang sekitar beberapa meter persegi di sampingnya.
Dia tahu bahwa dia akan berada di sini selama tiga tahun kedepan.
Namun, jika dia merasa tidak nyaman di masa depan maka dia harus berpikir untuk menyewa apartemen karena dia punya uang.
'Namun, mengapa nama ini sangat familiar?'
Shishio melihat pelat pintu dan mencoba mengingat dimana dia pernah mendengar nama "sakurasou" ini sebelumnya.
'Apa itu anime?'
Shishio bertanya-tanya apakah karakter anime yang dia lihat di kehidupan sebelumnya akan tinggal disampingnya mulai sekarang.
Sebenarnya dia kaget, akan tetapi dia sudah mati rasa, mengingat dia sudah berenkarnasi dan dia juga menerima sistem sehingga keterkejutan yang di bawa oleh pikiran untuk hidup bersama dengan karakter anime yang dia tonton di masa lalu bukan, tidak sebanyak itu.
"Shishio, jangan berdiri di luar terlalu mana, cepat masuk."
Chihiro mendorong gerbang kayu dan melambai ke Shishio, menyuruhnya masuk asrama.
"Bagaimana menurutmu?" Chihiro bertanya sambil tersenyum.
"... Ini agak mirip dengan kebanyakan rumah di kyoto." Kata Shishio jujur karena dia merasa tidak ada yang istimewa di asrama ini.
Chihiro menepuk keningnya dan berkata, "aku lupa kamu pernah tinggal di kyoto." Dia mengerti mengapa keponakannya tidak menunjukkan banyak ekspresi dan agak tenang ketika dia memasuki asrama ini.
"Nah, sebelum kamu masuk, aku akan memberitahumu beberapa peraturan di asrama ini."
"Tolong beritahu aku, Chihiro-nee."
Shishio mengangguk karena tempat ini adalah asrama dan tentu saja, ada beberapa peraturan yang harus dia ikuti.
"Pertama, kamu tidak boleh begitu gaduh dan bersuara pelan sehingga kamu tidak akan mengganggu penghuni lainnya, meskipun asrama ini berafiliasi dengan sekolah, itu dijalankan secara pribadi. Tidak semua orang yang tinggal di tempat ini adalah siswa."
Shishio mengangguk dan merasa sedikit terkejut di dalam hati karena entah kenapa settingnya sedikit berbeda dengan anime yang pernah dia tonton sebelumnya.
Chihiro tersenyum, tapi dalam hati, dia sedikit khawatir keponakannya akan meremehkan tempat ini karena sebagian besar orang yang tinggal di tempat ini ...
Setelah keduanya memasuki pintu masuk, Shishio menemukan bahwa bagian dalam rumah itu cukup besar, karena dia tidak bisa membedakannya dari luar sekarang.
Meski terlihat tua dari luar, namun interiornya tetap sangat rapi, rapi, dan bersih.
Bisa dilihat dari pintu masuk bahwa semua orang ditempat ini telah dibersihkan dengan hati-hati dan semua ditempatkan dengan tertib.
Dibagian samping pintu masuk terdapat lemari sepatu besar, dan dibagian samping dekat pintu terdapat beberapa rak untuk meletakan payung, dan dibuat dengan gaya jepang.
"Lemari sepatu no. 6 ini milikmu. Kamu bisa menggunakannya di lain waktu dan ingat untuk menjaganya tetap bersih. Penghuni lemari ini sudah pernah lulus sebelumnya dan sudah pindah. Selain itu, kamu bisa meminjam payung yang diletakkan di dekat pintu, tapi kamu tidak boleh merusak atau menghilangkannya, dan membawanya secara utuh setiap kamu menggunakannya, jika tidak, kamu perlu membeli yang baru untuk menggantikan yang rusak atau hilang."Kata Chihiro sambil menunjuk jarinya ke beberapa tempat.
Shishio mengangguk, menunjukan ,bahwa dia telah mengingat segalanya, dan menyuruhnya untuk tenang.
Tempat ini adalah asrama sekolah dan jika dia tidak mengikuti peraturan maka dia akan menimbulkan masalah bagi orang lain yang tinggal di tempat ini.
Apalagi yang membawanya adalah bibinya, yang merupakan pengelola asrama, jika dia membuat masalah, maka bibinya akan bermasalah dan kehilangan mukanya.
Mungkin kedengaran merepotkan, tapi itu tidak banyak, bagaimanapun juga, aturan dibuat agar semua orang bisa hidup nyaman, dan dia telah melihat aturan yang bahkan lebih merepotkan dari ini jadi dia tidak berpikir terlalu banyak.
Kemudian keduanya mengganti sepatu mereka menjadi sendal dan berjalan melewati pintu masuk.
Shishio melihat dua koridor panjang di sisi kiri dan kanan.
Dia bisa melihat bahwa di setiap sisi koridor ada pintu dan dia pikir itu mungkin kamar untuk penyewa.
Kemudian di dinding, dia melihat beberapa bingkai foto tergantung, tetapi karena cahayanya cukup redup, dia tidak yakin apa yang digambar disana.
Shishio juga bisa melihat halaman
yang cukup luas di tengah asrama yang membuatnya agak kagum dengan ukuran asrama ini, mengingat betapa terbatas dan mahalnya tanah di negara ini, terutama di kota besar seperti tokyo.
"Ahem, ada satu hal lagi yang perlu kamu ingat."
Tiba-tiba Chihiro memandang Shishio dengan ekspresi serius.
"Tolong beritahu aku, Chihiro-nee."
Meski Shishio merasa agak aneh karena Chihiro tiba-tiba menunjukan ekspresi serius.
"Aku tahu bahwa kamu adalah siswa sekolah menengah dan aku juga dapat memahami bahwa sebagai remaja laki-laki, kamu
penuh dengan rasa ingin tahu lawan jenis, tapi kamu harus ingat bahwa kamu tidak dapat melewati batas di tanah di sana. Oke? Tempat itu adalah asrama wanita dan jika kamu mencoba masuk kemudian tertangkap, aku harus ke kantor polisi untuk menjemputmu."
Chihiro menunjuk ke garis yang dipasang di Koridor kiri dan ketika dia menceritakan semua itu padanya, dia selalu menjaga ekspresi seriusnya, ingin mengatakan padanya bahwa dia tidak menceritakan lelucon karena dia tidak ingin membawa keponakannya ke kantor polisi.
"....."
Shishio tidak bisa berkata-kata, tapi dia mengangguk dan menunjukan ekspresi serius juga.
"Jangan khawatir, Chihiro-nee. Aku telah membuat catatan di otakku dan aku tidak akan membobolnya."
Shishio menjawab tanpa ragu-ragu
dan dia telah melihat garis merah yang telah digambar di tanah sebelumnya.
Ketika dia bertanya-tanya apa itu, dia tiba-tiba teringat dengan anime yang pernah dia tonton di kehidupan sebelumnya.
Shishio tidak dapat mengingat dengan baik karena sudah lama sejak ia menontonnya, terutama setelah dia memasuki masyarakat dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja dan bersosialisasi.
"Itu bagus."
Chihiro merasa puas dengan jawaban Shishio dan berkata, "sekarang, penyewa lain ada di luar atau mereka sudah beristirahat dikamar mereka sendiri, aku akan memperkenalkan mereka kepadamu besok. Sekarang, aku akan membawamu keruangan lain untuk membiasakan diri dengan tempat ini." Bagaimanapun, dia adalah manejer asrama, dan bahkan jika lawannya adalah keponakannya, dia tidak bisa memberinya hak istimewa untuk mencapai impian setiap remaja laki-laki.
"Ya, Chihiro-nee, tolong tunjukan jalannya."
\=\=\=
Terima kasih telah membaca dan semoga harimu menyenangkan.