I Am Infinty Season 2

I Am Infinty Season 2
Sunday is The Best Day



"biip biiip biiip" handphoneku berbunyi disamping bantal.


kulihat handphoneku pukul 8 a.m minggu 6 februari 2022. kudengar dari luar kamar


"Steve sarapanmu sudah siap, ayo turun." teriak mamaku.


"baik mom." aku pun bergegas turun.


kulihat ayahku sedang minum kopi dan roti. dengan piayamanya sambil memegang handphone. "morning steve." ucap papaku


"morning dad" aku sambil memakan roti mentega


" apa kamu ada acara hari ini?" tanya papaku.


"mmh tidak papa" sambil memakan roti.


"apa kamu semalam benar-benar ada dikamar? aku cek tidak ada. " tanya ayah.


" ya aku tertidur dibawah kasur" aku sedikit menyihir ayah ibuku di otaknya agar yakin.


"sekarang kamu tambah dewasa, ibu jadi ingat aku mencarimu ternyata kamu tertidur dibawah kasur." ucap ibu.


"hahah mom, masih ingat aja." aku sambil bercanda.


dari luar rumah terdapat segerombolan kelompok russel devil blood sambil membawa batu untuk menyerang rumah ini. sebelum mereka menghancurkan rumahku. aku sihir motor mereka mogok dengan memejamkan mata dan terjadi mogok masal, 30 motor mogok tidak jauh dari rumahku.


"ada apa ramai diluar?" tanya ayahku.


polisi berdatangan dan menangkap kelompok russel karena mengganggu ketenangan warga


kalau mereka berhasil sampai sini kasihan orang tuaku, mereka tidak tau apa-apa.


"mom dad , aku mau keluar dulu sebentar cari udara luar."


aku berjalan keluar rumah sambil mencari cafe terdekat.


" ah cafe situ sajalah lumayan." aku memasuki cafe dan memesan cappucino. Karena dekat warga sekitar aku tidak enak menghisap rokok .


"ini silahkan" Pelayan memberikan pesananku, secangkir capucino dan donat.


"thanks". aku menikmati kopi ini. hari yang membosankan. sebaiknya aku scan tempat dimana seseorang membutuhkan pertolongan. setelah scan dengan telepatiku tepat daerah gangnam korea selatan, terdapat wanita yang sedang dikejar pembunuh. baikklah aku akan teleport kesana. aku menuju toilet, dan memakai topengku. Teleport aktif, aku berada ditempat sepi gang , dan seorang wanita meminta tolong.


(cerita dibawah ini bahasa korea, karena tokoh utama memiliki kemampuan infinity maka mengerti bahasa korea)


"hahahaha mau kemana kau. teriak pun tidak ada yang menolong" pria membawa pisau.


"tolong jangan bunuh aku." wanita sambil sujud.


aku pun langsung memukulnya, dan pria itu terjatuh ,


wanita yang kutolong langsung lari ketakutan.


"kalau kau mencari masalah, ayo sini ." ucap aku


pria itu langsung berlari, aku tahu pria itu adalah pelaku pembunuhan berantai, dia memutilasi korbannya dan rata-rata wanita. Dengan kekuatanku aku sihir dia terjatuh tiba-tiba. dia ingin menyabetku dengan pisau tapi aku kebal sehingga membuat bajuku robek.


"hah siapa kau, jangan kejar aku." sambil terjatuh.


aku mendekatinya sambil jongkok


"min ju hyung, kau adalah pembunuh bengis, dan seorang tukang daging, 12 korban sudah kau bunuh dan semua adalah wanita. motifmu hanya sakit hati." aku sambil memegang mata pisau.


" siapa kau, haaa siapa kau," ucap pria itu sambil ketakutan tidak bisa berdiri marena sihirku.


"kau pilih mana? mati atau terpotong tangan dan kaki mu?" ucap aku sambil mengintimidasi.


"aarrgh tidak tolong tolong, maafkan aku, aku tidak akan melakukannya lagi arrgh." ucap pria itu


" sudah terlambat, tidak mungkin yang kau bunuh hidup lagi, aku akan mencabik-cabikmu." aku mengerutkan dahi, maka kedua tangan dan kedua kaki pria itu terlepas, dan kuhentikan perdarahannya seketika orang itu cacat.


"arrgh ampuun, arrgh,.... ampuun hiks hiks." orang itu menangis berbaring tanpa tangan kaki.


"kau tau hyung,namaku xman, manusia yang bisa membuatmu cacat seumur hidup karena kelakuan menjijikanmu itu, kau puas dengan membunuh sesuai keinginanmu, maka aku juga puas mencabik-cabikmu."


"siapa kau, apa kau bukan manusia," ucap pria itu,


"justru aku bertanya padamu seperti itu " ucap aku.


pria itu menangis dan kesakitan,


."sampai jumpa hyung semoga harimu menyenangkan. aku kalungkan rekaman semua pembunuhanmu di leher mu, aku tuliskan didadamu aku pembunuh lihat rekamanku dileher.


aku kembali teleport ke cafe tempat aku pesan kopi tadi. Didalam toilet aku merubah pakaianku dan menghilangkan topengku. aku keluar dari toilet menuju meja pesananku tadi, dan meminumnya.


"ehem" sambil meminum kopi dan melihat jam 12 a.m sambil mengecek berita hangat dari korea selatan,


HotNews ditemukan pria tangan dan kaki terputus dan bertuliskan didadanya aku pembunuh lihat rekamanku, dan mengaku telah di lukai oleh pria bertopeng yang mengaku sebagai xman. Rekaman yang menempel didadanya menampilkan pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku.


"wow sepertinya ramai sekali aku menjadi viral." nama xman jadi perbincangan korea selatan dan amerika. Semua media sosial membicarakannya sampai dibuat meme. Aku jadi ingat pelatihku case walker. Sepertinya aku sedang dapat pesan handphone.


"Hi steve, apa kamu sudah tahu kamu viral di internet?" pesan case.


"ha siapa?" tanyaku dalam pesan.


"apa kamu masih ingin berlatih di combat club?. " tanya case dalam pesan.


"ya tentu." jawab aku.


"datanglah tepat waktu," pesan dari case.


akupun beranjak pulang dan beristirahat menunggu sore tiba. Saat sore tiba, aku minta izin mommy untuk berangkat ke perpustakaan.


"mom aku berangkat dulu." ucap aku.


"jangan malam-malam." ucap mama sambil mencuci piring.


aku menaiki grab car, dan sampai ditujuan. aku melihat tempat clubku sedang renovasi dan aku masuk.


"hey sir," aku tos dengan case.


"hey my kid, lihat, terima kasih sebelumnya." ucap case berwajah ceria.


"tolong rahasiakan ini ya. apapun meski murid, pasti tidak ada yang tahu kan?" ucap aku. Aku melakukan scan otaknya memang dia benar-benar menjaga privasiku.


"semua aman" ucap case. "mungkin beberapa murid menaruh curiga padamu tentang pria bertopeng itu."


aku melakukan sihir agar murid yang curiga padaku berubah mindsetnya terhadapku dengan berkedip.


"tenang saja sir," ucap aku


"kau mau latihan atau hanya bersantai disini?ucap case.


" latih aku seperti kamu melatih amatir." ucap case.


" baiklah," aku meninju lambai lemah. Case melihatku aneh.


"serius? PUKUL DENGAN KUAT!!!" bentak case.


aku tetap berpura-pura lemah, sehingga membuat murid lain melihatku heran.


"Hey pelatih, aku ingin separing dengannya waktu itu aku tidak siap." ucap ashley yang sparing waktu itu.


"tidak ashley, no. kamu tetap dengan latihanmu." ucap case.


"baiklah ayo bertanding di ring.", ucap aku.


"hey tidak kau," sambil berbisik "apa yang kamu lakukan, katanya kau cuman berpura-pura?"


"sir, tenang, lakukan saja." ucap aku.


"baiklah anak-anak siapkan peralatannya." ucap case.


aku bertarung di ring dengan ashley. Aku berpura-pura kalah , ashley memukulku sampai aku berdarah, aku gagal memukulnya dan aku K.O.


"cih ternyata kekuatanmu cuman segini, berarti benar aku memang belum siap waktu itu, pelajaran buatku adalah jangan meremehkan musuh meski terlihat culun." ucap ashley.


aku berbaring penuh lebam wajah


"baik anak-anak rawat lukanya," ucap case.


aku ditandu dan dirawat luka oleh murid lain. "apa kau benar-benar kalah?" ucap murid itu.


"apa maksudmu, aku sudah sekuat tenaga tadi." ucap aku.


"ou, perkenalkan namaku Jay, salam kenal" ucap jay..


"ya salam kenal, aku mau pulang dulu, badanku sakit semua." ucap aku.


"pelatih, untuk selanjutnya aku tidak melanjutkan latihan disini. terima kasih latihannya aku tidak mampu. kapan-kapan kita ketemu lagi. " ucap aku


" ya senang bertemu denganmu, aku yang seharusnya berterima kasih." ucap case.


aku pun pulang dengan mencari bus dan duduk di belakang bus. kulihat handphone ku pukul 8 p.m. dengan sihirku, babak belurku hilang dengan sekejap. Alasanku masuk ke club combat hanya penasaran saja. Aku masih memikirkan orang yang menawarkanku pertarungan dengan telepatiku aku tahu orang itu adalah agen bertarung UFC, underground dan masih banyak instansi pertarungan yang dia urus namanya adalah Erick Kane, aku jadi penasaran untuk menemuinya.


"biip biip" handphoneku bergetar kulihat pesan dari ibuku


"kapan pulang makan malam sudah siap." /pesan ibuku.


"ya mom aku sedang perjalanan pulang." pesanku


30 menit berlangsung aku sudah sampai halte bus, saat turun kulihat segerombolan badguy dari kelompok MK -13 sedang nongkrong di halte bus. Aku tahu mereka akan menggangguku, tapi aku sihir mereka mengantuk dan aku berjalan santai di apartemen.


"aku pulang," ucapku sambil membuka pintu.


"ayo makan dulu." ucap ibuku


"hey nak kau terlalu malam untuk pulang , jangan sering-sering ya berbahaya." ucap ayahku.


"ya dad " aku sambil makan panekuk buatan ibuku.


Keluarga ini sangat nyaman, sepertinya aku harus teleport saat mereka tidur di kamar.


pukul 11 p.m aku mulai masuk kamar dan berbaring. sebenarnya ada berbagai cara untuk mengelabui ayah ibuku agar aku bisa keluar malam. pertama teleport kedua cloning. tapi jika cloning terlalu seram buatku. mungkin teleport langsung aku juga bisa cepat teleport jika aku akan ketahuan. aku akan menemui Erick Kane dengan menggunakan topeng dan baju formal. teleport dimulai aku masuk kedalam toilet sebuah gedung bertarung yaitu club vegas dan aku menghampiri erick. Aku sempat dihadang bodygguard.


"hey erick." aku memanggilnya.


"kalian berdua tenanglah kau silahkan xman kemarilah. duduk sini dengan santai. mau sampanye?" ucap Erick dengan santai ditemani wanita sexy kanan kirinya.


aku mendengar bisik-bisik dari kejauhan dan orang yang melihatku dari cctv intinya kenapa aku bisa masuk kesini.


"boleh 1 sampanye" ucapku sambil meminumnya.


"ada yang bisa aku bantu tuan xman?" ucap erick.


"aku tertarik penawaranmu saat ditoilet." ucap aku.


"oh bagaimana kamu tau itu aku. padahal kau masih didalam toilet. " tanya erick.


"ya aku tahu, dari suaramu, jadi bagaimana katanya ada penawaran menarik.?" tanyaku.


" kau mau yang resmi atau tidak resmi." ucap erick.


" aku mau bertarung asal tidak lepas topeng " ucap aku.


"kalau itu tidak resmi ilegal, kalau resmi harus lepas topeng." ucap erick.


"bagaimana ada?" tanyaku ke erick sambil meminum sampanye.


"ada, tanggal 9 agustus di blackpool combat club. datanglah pukul 7 p.m aku mendaftarkanmu." erick sambil mendaftarkanku di ipadnya.


"baiklah, aku akan datang , jangan lupa hadiahnya ya. terima kasih sampanye racunmu ini rasanya enak." aku minum sampai habis aku tahu kalau minumanku diracun namun karena aku infinity power racun sianida tidak sanggup membunuhku. erick ingin membunuhku karena khawatir semua petarungnya tidak bisa melawanku dia benar-benar licik.


"bagaimana kamu,?" ucap erick terkejut.


"aku mau tambah minum, ditambah sianidamu biar tambah manis." ucap aku


erick terkejut mengetahui rencananya mencoba membunuhku.


"Aku tahu kau tidak benar-benar mendaftarkanku, kau pikir kau berpura-pura otak atik ipadmu aku percaya.!" ucap aku.


erick terdiam dan menoleh kearah pesuruhnya aku tahu dalam hatinya akan membunuh waitersnya karena gagal membunuhku, dia bersiap-siap mengambil pistol dari tangannya langsung aku cegah dengan tanganku.


"jangan membunuh orang dihadapanku" ucap aku.


langsung bodyguardnya menodong pistol ke kepalaku. aku angkat tangan "baiklah tolong jangan lakukan apapun yang membunuh tenanglah."


aku sihir pistol itu tak berfungsi, sehingga saat menekan pistolnya tidak berhasil.


"hei kenapa lama" tanya erick.


"sory bos pistolku tidak berfungsi." ucap bodyguard itu.


"erick tenanglah, aku tahu sebenarnya waktu kau menawariku pertandingan di toilet, kau hanya ingin membunuhku karena telah kalah uang akibat judi last man standing." ucap aku, "kau hanya mencoba menipuku"


Baiklah saatnya aku pulang, "boleh aku pinjam kamar kecil erick." ucap aku


""silahkan dibelakang sana." ucap erik sambil menunjuk


aku menuju ke toilet, dan erick.memberikan aba-aba isyarat wajah ke pasukannya untuk mengikutiku.


Banyak bodyguard mengikutiku untuk bersiap membunuhku, aku masuk keruang toilet dan teleport ke rumah, kemudian 50 pasukan erick menembaki toilet yang aku masuki, kemudian memastikan aku mati salah satu mengecek, ternyata semua bingung aku menghilang. Aku yang sudah posisi di kamar mengubah pakaian dan topengku menjadi baju tidur. Aku mulai berbaring di kasur melihat handphoneku menunjukkan pukul 2 a.m kemudian aku tidur, selamat malam kota New York.


(cerita lanjut ke episode berikutnya)