
***** *****
"jagalah lisanmu wahai manusia, jangan sampai ia menyengat mu karena sesungguhnya ia adalah ular berbisa banyak orang terbunuh karena lisannya,padahal banyak pemberani takut bertemu dengannya"
_iman Asy-Syarifi'i_
***** *****
"jadi gini om 2 hari yg lalu tuh pas kita di Yogyakarta ketemu mas ini dan dia nabrak Anisa dan enggan meminta maff"cerita Andin
"apaan Lo bilang gw mas emang gw siapa lo" jawab Farhan dengan judes
"oh jadi gitu pantesan aja Farhan sama Anisa dari tadi cuman diem"jawab pa vendes
"Farhan minta maff sama Anisa"suruh Bu salma
"iya mah, eh aku minta maaf ya"maff Farhan dengan judes
"Farhan yg bener dong kalou minta maff, jangan ke Anisa aja tapi temanya juga" pinta pa vendes
"iya pa, aku minta maff ya atas ke salahan yg kemaren itu" maff Farhan dan mengeluarkan tangan nya kepada Anisa dan temannya
"iya kita maff pin"jawab Anisa,Andin, dan putri
coba aja kalou gak ganteng sama gak ada orang tua nya dah gw hajar ni (batin Andin)
"Nis, Din Ayo kita mau kumpul sama kiyai"bisik putri
"Om,Tan kita mau pamit ya kita di suruh kumpul dulu sama kiyai" izin Anisa
"Iyaa Om,Tan kita mau pamit dulu" izin putri
"yaudah silahkan takut dah di tungguin sama kiyai ya"jawab pa vendes
"nis tar ada waktu main ya" suruh Bu salma
"iya Tan kami pamit dulu ya" jawab Anisa dan mendudukkan Zahra di kursi
"Assalamualaikum" Salaam Anisa dan temannya dan bersalaman dengan pa vendes dan Bu salma
"walaikumsalam"jawab mereka
setelah kejadian itu Anisa tidak peduli karena memang sebelumnya Anisa sering bertemu dengan banyak orang yg tidak di kenal menjadi akrab
karena hari ini masih suasana liburan Anisa memutuskan untuk ke Jakarta hanya berjalan-jalan saja dan para temannya
Anisa ke Jakarta mengunakan kereta KRL bersama Andin mereka berhenti di stasiun Gambir karena tujuan pertamanya ke PRJ
karena Anisa berhenti di stasiun Gambir jadi Anisa berkeliling Monas karena masih pukul 13.00 WIB
saat Anisa dan Andin berkeliling Anisa melihat seseorang yg sedang duduk di taman Deket Monas
orang itu sendiri tapi sedang membaca buku
Anisa melihat wanita itu dia tidak memperdulikan ocehan Andin karena dia melihat orang itu ke sepiaan
wanita yg di lihat Anisa orangnya bercadar tapi gak tau kenapa Anisa memperhatikan nya terus
"nis,nis,haloooo Anisa"sahut Andin dan mengerakan jarinya di depan kepala Anisa
"eh iya apa Din"
"kamu kenapa Anisa kok malah diem sih"
"coba lihat deh wanita itu, sendirian kasihan"
"lah terus kenapa"
"kita ke sana yu samperin"
"Dih ngapain Nis mening Poto" aja deh"
"kasian,dah hayu mau ikut gak"
"Assalamualaikum ukhti" salam Anisa
"walaikumsalam" jawab wanita itu
"ukhti kok sendiri lagi ngapain di sini"
"Anisa ih kamu malah ninggalin aku" gerutu Andin dan duduk di samping Anisa
"maff"
"saya memang sendiri ke sini untuk mencari ke tenangan" jawab wanita itu
"nama ukhti siapa ya" tanya Anisa
"nama saya Khodijah, kalou kamu" jawab wanita itu iya wanita yg bercadar itu namanya Khodijah
"saya Anisa"
"Dan saya Andin"
"ukhti dari mana asalnya?" tanya Khodijah
"saya dari Bogor mau main aja ke sini, kalou ukhti dari mana"jawab Anisa
"saya asli Jakarta"
"oh, ukhti Anisa boleh tanya sesuatu gak"
"tanya apa?"
Adin yg di samping Anisa malah berbisik
"Nis jangan lama" kita Poto" yu" bisik Andin
"apaan sih Din bentar aja" bisik Anisa ke Andin
"ukhti saya mau nanya ukhti sejak kapan menggunakan cadar?"
"saya mengunakan niqob dari SMA karena saya SMA nya di pondok"
"apaa sih alasan ukhti mengunakan niqob"
"saya Ter motivasi sama seseorang karena dulu juga di pondok saya ada juga yg mengunakan niqob tapi cuman beberapa saja"
"kenapa ukhti mau mengunakan niqob kan itu hukumnya sunah ukhti" Tanaya Andin tiba"
"saya mengunakan niqob saya malu sama Allah"
"iya hukumnya memang sunah tapi bagi orang yg bisa mengerjakan nya itu wajib,dan supaya para akhwat tidak memandang kita karena bukan dia saja yg akan berdosa tapi kita juga yg dipandang akan dosa juga karena Manarik perhatian lawan jenis" jawab Khodijah
"ukhti apakan ukhti tidak ribet menggunakan niqob dan gerah" tanya Anisa
"memang pertamanya ribet, gerah karena belum terbiasa lama kelamaan jadi nyaman kok, karena itu ujian pertama kita"
"ukhti saya mau mengunakan niqob tapi saya gak tau nanti pendapat orang tua saya" Anisa
"bicara baik" sama orang tua pasti kalou tujuan nya baik akan di perbolehkan" jawab Khodijah
"saya dah ada niatan dari kecil dari masih SD saya tuh dah punya 3 cadar dan saya SMP, SMA beli lagi dan sekarang ada 12 biji tapi sama saya blm pernah di pake, karena keraguaan saya dan gimana nanti pendapat orang" yg di sekitar saya (Anisa) ukhti"
"sejak kapan kamu punya niqob nis" Tanaya Andin
"itu kamu sudah ada kemauan dan berusaha ke jalan yg lebih baik, itu bagus tapi kalou bener" mau kamu harus di segerakan dan bilang baik sama orang yg ngomong gin kamu di belakang emang itu salah satu ujian nya nis "
"makasih ukhti pendapat nya, ukhti mau ikut kita gak jalan" keliling sini aja dan ke PRJ"
"yaudah deh ukhti ikut bosen di sini terus gak ada teman ngobrol"
Dan mereka berkeliling Monas dengan asyik dan bahagia karena mempunyai teman baru dan berbagi cerita