
Ibu ku terbaring di ruang tamu, kapalanya berlumuran darah, ibu ku tak sadarkan diri.. apa sebenarnya yang terjadi...
GI min: Ibu-ibu ..tenang ibu aku akan segera membawa ibu ke rumah sakit..
ia tak tunggu , GI min langsung menggendong sang ibu...
air mata pun menetes membasahi Pipinya..
GI min membawa ibunya dengan berlari kilat,, jarak rumah sakit dari rumahnya , berkisar 100 Km.
dengan lari yang kencang ia pun tiba dengan selamat dalam waktu 5 menit saja.
GI Min: Suster tolong lakukan yang terbaik, di ruang UGD (Unit Gawat Darurat).
Suster: Adek, silahkan Tunggu di luar percayakan pada kami, tolong urus administrasi dan segala biaya..
GI min : baik Suster..
Suster: Dokter spesialis, telah tiba nak..
kami akan melakukan yang terbaik.
menunggu di luar..
ia menuju kasir , loket pengurusan administrasi dan Biaya-biaya..
suster loket: Nak silahkan tunggu kami sedang memproses..
.
Panik si GI min, ia teringat sang Ayah, ia langsung menelepon si ayah lewat telepon rumah sakit.
GI min: halo, Ayah Ibu sekarang di rumsh sakitt, di ruang UGD.
Ayah: baik nak, ayah segera kesana, bersama adikmu.
30 menit kemudian..
suster keluar dengan mengabarkan pada si GI min..
Suster: nak Ibumu, harus segera di operasi, ibumu mengalami benturan di kepala yang amat keras, di tambah lagi ibu butuh darah, akibat keluar darah yang banyak, kehabisan darah ..
dan Satu lagi, ingat segera urus administrasi, surat persetujuan dan Biaya harus di bayar dimuka...
GI min: Baiklah Bu, kalau memang harus operasi lakukan saja, untuk biaya pasti akan di bayar, ayah sedikit lagi tiba..
suster : ingatt!! carilah darah, ibu mu butuh darah sebanyak 5 kantong. ambil di ruang Stok Darah ..
GI min: aku segera mengurus administrasi semua, dan mengambil darah..
selesai mengurus administrasi..
GI min langsung menuju ruang Stok Darah...
tok tok tok..
masuklah GI min..
GI Min: (dengan Panik) selamat sore Bu, aku anak dari pasien yang akan di operasi, pasien butuh darah 5 kantong, golongan darah O+.
pas sekali, ini 5 kantong darah O +.
menuju Ruang operasi, menyerahkan 5 kantong darah itu.
lewat pintu ruangan yang hanya di buka sedikit..
Satu suster pembantu Dokter spesialis Operasi, menerima darah itu,trimaksih nak, silahkan tunggu di luar..
percayalah kami akan melakukan semampu kami yang terbaik.
GI min menunggu, posisi Duduk dibdwpan ruang operasi..
saat duduk ia bertanya tanya dalam dengan dirinya sendiri...sambil menundukkan kepala .
(sebenarnya apa yang terjadi,apakah ibu terjatuh sendiri, atau kah ada berbuat jahat sengaja melukai ibu ku, yang jelas kalau sampai orang yang melakukan pasti akan ku cari sampai ketemu,entah bagaimana pun caranya)..
Ayah ; Nak, dimana ibumu di rawat, tadi ke ruang UGD, katanya sudah di pindah ke ruang Operasi ..
GI min: iya , ayah ibu ada di dalam ruangan sedang di operasi..
tiba tiba dokter spesialis yang mengoperasi keluar, dan langsung jalan lewat depan mereka, ..
sang ayah: langsung menghentikan si Dokter itu,( Dok gimana keadaan istriku di dalam ?)
Dokter spesialis: maaf, Aku belum mengoperasi istri Bapak.?
Ayah; mengapa ?
Dokter spesialis: tidak mungkin aku operasi pasien yang surat persetujuannya di tanda tangani anak kecil yang belum dewasa, itu tak melanggar aturan Rumah sakit ini..
Ayah: dokter aku akan segera menandatangani surat persetujuan operasi...
Suster keluar: Bapak istri dari pasien?
Ayah: iya suster.. ada apa?
suster ; segera bapak bayar di kasir, biaya operasi , !
Ayah: baiklah, Jangan Khawatir suster, soal biaya segera aku bayar...asalkan Operasi istriku, ini segera si layani.
..
dan tolong suster Selamatkan istriku..
Suster: iya pak kami akan usahakan semaksimal mungkin agar operasi ini berjalan lancar..
bergerak sang ayah menuju loket pengurusan Administrasi dan pembayaran...
selesai lah...
akhirnya operasi langsung di berjalan..
di dalam ruang operasi..
Dokter ini spesialis Bedah kepala ..
dokter dibtemani 3 orang, 2 suster 1 mantri..
Dokter: suster tolong diapakan semua peralatan operasi, kita langsung mulai..
operasi di mulai,....
kondisi pasien (sang ibu si GI min), dalam keadaan koma, tak sadar kan diri,
sementara, di luar ruangan si GI min bersama sang ayah dan adik prempuan, menunggu diluar dengan panik, dan penuh Doa dan Harap semoga operasi berjalan Lancar,
semoga ibu ku selamat Ya Tuhan...
30 menit berlalu,...
bersambung..