
Gate adalah sebuah gerbang raksasa yang menghubungkan dua dunia yang didalamnya terdapat makhluk makhluk berbahaya dari dunia lain, maka dari itu lahirlah para manusia yang mendapatkan kekuatan super untuk menjadi pahlawan yang dapat menutup Gate, Gate akan terselesaikan Bila Boss Monster gate telah dikalahkan.
Namun terlepas dari mengerikannya Di dalam gate, manusia juga mulai bergantung dengan gate dimana manusia berbondong bondong menjadi seorang Hunter dan mencari uang dengan mengalahkan monster, Ketika monster dikalahkan akan muncul sebuah item dan mayatnya menghilang.
Akan ada pengecualian untuk makhluk high rank dimana mayatnya akan tetap ada walaupun sudah mati contohnya Adalah Red Dragon, Giant, Fallen Angel dan lain sebagainya yang masih belum sepenuhnya di konfirmasi Asosiasi.
Gate akan muncul secara acak di lokasi seluruh dunia, Gate tidak sepenuhnya aman dimana akan ada saatnya Gate akan membahayakan manusia yang berada di luar Gate, insiden tersebut dinamakan Gate Break.
Gate Break adalah Kondisi dimana Gate tidak diselesaikan dalam beberapa waktu yang lama sehingga energi kejahatannya terus berkumpul dan menghilangkan barier yang menahan makhluk dari dalam gate untuk keluar sehingga makhluk makhluk dari dalam gate pun keluar dan membahayakan manusia.
Hal itu terjadi disaat Gate pertama muncul di jepang dan kemunculan pertama Awakener.
.
.
.
Isagi yang sudah menentukan pilihannya yaitu mengembalikan kedamaian dunia yang sudah hilang karena kemunculan Gate, Isagi berjalan tak tahu arah sambil melihat daftar katalog item di shop System.
Ketika Di tengah perjalanan, Isagi bertemu dengan seorang gadis yang kalung nya dicopet walaupun Isagi berlagak tidak peduli, Isagi mengembalikan kalungnya yang diambil orang tersebut pada gadis itu dan isagi langsung kembali berjalan di atap perumahan.
Singkat cerita Isagi berjalan terus tak tahu arah dan jam sudah menunjuk pukul 22.00, karena hal itu Isagi membuka ruang dimensi lalu mengambil kunci Yggdrasil.
"Tak terasa sudah malam" Ucap isagi.
Isagi mulai menggunakan item kunci Yggdrasil dan membuatnya pergi ke Markas utama nya yang berlokasi kan di dimensi khusus yaitu Yggdrasil.
Dan kebetulan ketika isagi menghilang, tidak ada satupun orang orang yang berjalan melihat isagi sehingga tidak menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan.
.
.
.
Ruang Singgasana Markas Utama Yggdrasil.
Kembali lagi, Isagi muncul secara tiba tiba di aula utama ruang Singgasana dan di sekelilingnya terlihat banyak pasukan yang menunduk dan di depan isagi berbaris 10 perintah tuhan yang membungkuk hormat pada Isagi.
"Apa kabar kalian..." Ujar Isagi dan terus berjalan ke Tempat duduk di tengah aula.
"Selamat datang kembali master" Ucap Akemi.
Isagi yang melihat para NPC yang dia buat terlihat hidup masih membuatnya kepikiran seperti benar benar manusia asli, Isagi pun memanggil Akemi yang mana adalah Ketua 10 perintah tuhan untuk mendekat.
"Akemi, kemarilah sebentar"
Akemi yang dirinya dipanggil langsung berdiri kemudian berjalan mendekati Isagi, "Ada apa Master?" Tanya Akemi ketika akemi sudah berdiri tepat di depan isagi yang duduk.
Isagi mengelus elus rambut Akemi dengan tangan kanannya, Dia merasakan satu helai rambut yang dilewati sela sela tangannya, Isagi pun berpikir bahwa ini adalah kenyataan.
Kana yang melihat Akemi di elus elus oleh Isagi terlihat cemberut dan iri, Mau bagaimana pun Kana adalah karakter yang masih remaja dan masih butuh kasih sayang.
"Baiklah aku mengerti sekarang..." Ucap isagi.
Isagi pun berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju pintu masuk ruangan Singgasana, Sesampainya di depan pintu masuk Isagi membukanya dan memperlihatkan pemandangan Kota Yggdrasil yang dibuat Ilz Kun dari Atas.
Para 10 perintah tuhan menoleh ke arah Isagi dan beberapa dari mereka mengikuti nya dari belakang, Isagi melihat pemandangan yang ada di depan matanya dengan rasa takjub dan bangga.
"Master, apakah Itu adalah Spear of Longinus?" Tanya Salah satu 10 perintah tuhan yaitu Saito.
Saito menunjuk Tombak spear of Longinus yang digenggam oleh Isagi di tangan kanannya dan melihatnya dengan mata yang terbuka lebar.
Saito adalah Karakter yang diciptakan Isagi dengan ras Dark Elf, Rambutnya silver menutupi mata kirinya dengan warna mata yang kuning terang, saito berumur 170 Tahun namun dengan fisik yang masih remaja.
"Bolehkah aku menyentuhnya master?" Tanya Saito pada Isagi
Isagi hanya mengangguk dan menunjukkan spear of Longinus pada Saito karena kekuatan spear of longinus Isagi tetap memegangnya dengan erat dan kembali Isagi menatap ke arah pemandangan di depannya.
"Wahh...Jadi ini adalah salah satu Mythic Item..." Ucap Saito dengan kagum sambil mengelus elus spear of longinus.
"Em...Master? Apakah anda akan disini terus? Atau kembali ke dunia luar?" Tanya salah satu dari 10 perintah tuhan lainnya, yaitu Yuki.
Yuki adalah Karakter Gadis yang Isagi ciptakan, Dengan ras Manusia, memiliki rambut Coklat yang panjang, dengan warna mata hitam, Yuki berumur 25 Tahun.
"Sepertinya aku akan tetap disini untuk sementara dan melihat lihat bagaimana Yggdrasil yang sudah ku ciptakan ini..." Jawab Isagi.
"Baiklah, Aku akan turun sekarang...Apakah kau mau memegang ini Saito?" Ucap Isagi sambil menjulurkan Spear of Longinus kepada Saito.
"Eh? Apakah boleh Master?"
Spear of Longinus dapat diangkat hanya oleh Pemiliknya atau pun mendapatkan izin dari pemiliknya, itulah keistimewaan dari spear of Longinus
"Tentu saja" ucap isagi sambil memberikan spear of Longinus nya pada Saito.
Saito menerima spear of Longinus dan menggenggamnya dengan erat dan dapat diangkat dengan mudah, Setelah itu Isagi langsung menaiki pagar batu lalu melompat dari ketinggian 200 meter dari tanah.
*Brak
Isagi mendarat dengan aman karena durability tubuhnya yang terbilang sudah cukup untuk disebut super Human, Setelah mendarat Isagi langsung berjalan ke sebuah goa yang berada dibawah dari markas utama.
.
.
.
Goa Yggdrasil
Isagi memasuki Goa Yang berada di Bawah Markas utama, Didalam Goa tersebut terlihat sebuah pohon yang sangat besar hampir menutupi Goanya yang tak lain adalah pohon dunia yang menjadi nama Realm Isagi yaitu Yggdrasil.
"Aku kembali Pohon Dunia..." Ucap isagi sambil mengelus elus tangannya di batang pohon dunia.
Pohon dunia yang tingginya sekitar 200 meter dan akar akar yang memanjang memenuhi goa tiba tiba bercahaya terang seakan menanti kedatangan Isagi, dan kemudian terdengar suara "Master..."
Setelah Isagi mengelus elus batang pohon dunia, dia langsung keluar dari Goa dan kembali ke tempat para 10 perintah tuhan berada.
.
.
.
"Anda darimana Master?" Tanya Akemi pada Isagi
"Memberi sapa pada Pohon dunia..." Jawab isagi singkat.
Isagi berjalan memasuki ruang Singgasana lagi lalu duduk di kursi dan isagi memerintahkan semua pasukan beserta 10 perintah tuhan untuk keluar dari ruangan dan mengosongkannya.
"Aku ingin tidur, jadi kalian semua keluar lah..." Ucap isagi
Semuanya pun langsung keluar dari ruangan meninggalkan Isagi sendiri, dan beberapa pasukan berpikir padahal ada kamar pribadi untuk master tapi kenapa dia susah payah tidur di ruangan Singgasana? Pikir mereka.
Setelah Ruangan kosong, Isagi menutup matanya dan berusaha untuk tidur dan tidak memikirkan apa yang dipikirkan pasukannya.
\=Bersambung\=