
Hmm" Putri berjalan menjauhi kakaknya.
" Put... Bantuin abang" Pinta kakaknya dengan mata yang berbinar-binar
"Hahaha bercanda abang, nanti ya... Putri mau mandi dulu" Canda Putri berhasil memecah ketegangan yang sempat terasa tadi.
"Hih nyebelin banget sih kamu" Belum sempat Fathur mengejar adiknya, putri sudah lari menuju kamar mandi.
Setelah membersihkan diri ia sudah disambut oleh kedua laki-laki yang dari tadi sudah menunggunya sambil bersilang lengan.
"Put,cepetan buatin desain yang" Suruh Fathur sambil menarik lengan Putri.
"Kakak,bantuin Affan mewarnai" Pinta adik bungsunya sambil mengeluarkan aura imutnya.
"Apaan sih dek,kan abang dulu"bantah Fathur"
"Ngalah dong sama adek" Kini Affan mulai emosi.
"Nggak, pokoknya abang dulu"
"Adek"
"Abang"
"Adek!"
"Abang!"
Tiba-tiba telinga Fathur dan Affan ditarik oleh Putri, mereka yang tadinya marah sekarang nyalinya menciut saat melihat tatapan Putri yang tampak mengerikan, berbanding terbalik dengan sifat malaikatnya saat senang.
"Abangku tersayang Fathur Ash Sidiq dan adik bungsu tersayangku Affan Ash Asyraf, berantemnya mau dilanjut lagi nggak? Kalo dilanjut Putri mau tidur aja deh"
"E jangan dong put" cegah Fathur"
"Kalo gitu abang ngalah dulu ya, coba cari referensi dulu trus buat sendiri, nanti Putri benerin" Ujar Putri.
"Yee nasip jadi abang" Ujar Fathur yang kesal harus mengalah dengan adik bungsunya.
"Haha abang kalah dari Affan" Ejek Affan.
"Eh Affan nggak boleh gitu, ambil dulu kertas gambarnya sama Krayon gih" Bela Putri.
"Siap bos" Affan langsung lari untuk mengambil barang-barang yang sudah disuruh kakaknya.
Putri menyelesaikan semua tepat Adzan Isa' berkumandang,mereka pun sholat berjamaah dengan Fathur yang menjadi imamnya.kedua orang tuanya sangat sibuk dengan pekerjaannya.bahkan ia tidak sempat merawat anak bungsunya,Affan yang dari kecil selalu dirawat oleh Fathur dan Putri,tak banyak kenangan yaang membekas di benak mereka bertiga, namun mereka berusaha sebaik mungkin untuk Affan supaya tidak kekurangan kasih sayang,mereka tidak pernah menyalahkan kedua orang tuanya namun terkadang mereka merasa kesepian.
"Abang sama Affan makan duluan ya, Putri mau ngerjain tugas dulu" Baru Putri ingin melangkah lengannya sudah dicekal oleh kedua saudaranya menuju meja makan.
"Adik ku yang cantik Alya Putri Fawwaza,abang nggak percaya kalo udah nugas bakalan bisa makan,mendingan sekarang kita makan barengan aja"
"He he he tau aja Putri sering gitu" Ujarnya sambil mengambilkan nasi untuk Affan.
"Kakak harus makan, nanti kalo nggak mag nya bisa kambuh lagi" Cibir Affan sambil menyiapkan makanan di mulutnya.
"Iya,tapi kalo makan nggak boleh sambil ngomong ya" jawab putri sambil menghapus makanan yang tertinggal di samping bibir adiknya.
"Eh put,tumben kamu tadi liatin anak rohis" Tanya Fathur
"Nggak papa"
"Jangan-jangan kamu lagi suka sama anak rohis ya? Siapa? Abang kan ketua rohis pasti tau orangnya"
" Hah, sejak kapan abang jadi ketua? "
"Auk lah bang,Putri mau nugas aja.. Affan tidur sama abang ya"
"Siap bos"
Banyak lembar lembar kertas berserakan di seluruh penjuru kamar Putri.ia benar-benar bingung Bagaimana mengerjakan tugas ini,apalagi ia lemah dengan pelajaran matematika semua sahabatnya tidak bisa memecahkan soalnya, putri tidak bisa diam dan mengaku kalah pada soal Matematika itu.
" Sepertinya harus tanya dia deh" Ia menanyakan soalnya pada syafid karena dia juga pandai dalam matematika di kelasnya.
Betapa terkejutnya Putri saat mendapatkan pesan dari sang Pujaan Hati,Syafid menjelaskan semua soal matematika yang mana Putri bingung,Ia menjelaskan secara rinci sampai Putri benar-benar sangat paham,ia terkejut ternyata Syafiq sangat ramah meski jawabannya terdengar singkat.
" Bolehkah aku mengenalnya lebih jauh lagi?" Tanya Putri sambil memandangi rembulan yang menyinari sudut-sudut kamarnya.
Keesokan harinya nya Putri berangkat dengan mata panda karena tugas-tugas yang menumpuk membuat dia tidur sangat larut malam hari ini ia berangkat bersama Fathur karena mereka satu sekolahan.
" mata kamu kenapa Put, "tanya Fatur
" Habis nugas bang"
"Jangan keseringan lho put"
"Iya"
" Oh iya abang nanti ada rohis,mau nunggu enggak?"
"Nunggu aja deh"
"Oke,nanti kita ketemu di mushola" ujar Fatur yang tak lupa untuk mengusap pucuk jilbab adik perempuannya.
Putri Pun masuk kedalam kelasnya Iya masuk dengan tatapan dingin yang ditebarkan ke penjuru kelas,namun tak dengan sahabatnya.
"Dari mana aja lu, kok baru dateng" Tanya Kiki sambil merangkul Putri.
"Biasa, abang kelamaan siap-siap" Ujarnya sambil tersenyum, keempat temannya pun senang sangat malaikat telah kembali lagi.
Bagi teman-teman yang lain putri hanyalah anak-anaknya nakal yang kurang berinteraksi dengan temanan sekelasnya, tapi tidak bagi para sahabatnya dia adalah orang yang paling takut melanggar aturan dan sangat cerewet jika moodnya sedang bagus.
"Eh ini ada tugas nih" Ujar Aji yang selalu ketua kelas.
"Tugas apaan? " Tanya Adi yang santai.
"Kita suruh menggambar burung yang ada di sangkar atau nggak yang lagi terbang"jelas Aji lebih rinci lagi.
" Ck ribet banget sih" Ujar Rama
"Iya tuh, susah banget" Timpal Haikal.
Putri tidak menanggapi ocehan para sahabatnya karena ia sedang fokus mencari keberadaan sangat pujaan hati, ia melihat Syafid yang sedang fokus menggambar,namun sayangnya ia dikerubungi oleh banyaknya perempuan membuatnya enggan menghampiri.
"Put sini" Teriak para sahabat Putri yang sekaligus teman Syafid juga, ia pun duduk di kelompok laki-laki bersama dengan sahabat perempuan kesayangannya,ia kecewa karena tidak bisa dekat dengan sang pujaan hati, ia tidak terlalu dekat dengan perempuan dikelasnya kecuali sahabat Putri karena mereka sangat sering gaduh bahkan membicarakan kejelekan orang lain dan tidak membuat tugas. Berbeda dengan laki-laki yang bisa bergurau sambil mengerjakan tugas