Destny

Destny
Episode 1



Kriiiingg!!


bunyi jam weeker telah mengganggu tidur seorang gadis, dia menggeligat merentangkan tangannya yg berasa pegal, dia sangat malas karena hari ini dia kembali bersekolah setelah libur selama 2 minggu. ya dia adalah keyla anatasya.


dengan langkah ogah ogahan dia bergegas pergi ke dalam kamar mandi untuk melakukan yg biasa ia lakukan yaitu mandi.


...... ......


Setelah kurang lebih 15 menit dia di dalam kamar mandi, ia akhirnya keluar lalu bergegas menuju lemari pakaian untuk menggunakan seragam, keyla memang tidak pernah memoles wajahnya dengan aneka ragam makeup atau apalah, walaupun hanya menggunakan bedak bayi dan lippgols pun dia sudah cantik natural sehingga dia menjadi most wanted di sekolahnya dan dia sangat famous karena kecantikannya dan sikapnya yang sedingin es.


....... ......


keyla menuruni tangga menuju meja makan dan disitu telah ada laki laki dan perempuan sedang duduk di meja makan, siapa lagi kalau bukan papa dan mama keyla.


keyla menarik kursi untuk didudukinya lalu ia mengambil roti yg diolesi selai coklat lalu ia memakannya


Hening.


hanya keheningan yg terjadi diantara mereka bertiga, tidak ada satu orangpun yang ingin membuka suara entah itu untuk sekedar ngobrol ataupun menyanyakan keadaan.


ya keluarga mereka bisa dibilang tidak harmonis karena memang mama dan papa keyla tidak perduli satu sama lain apalagi dengan keyla.


keyla dari kecil hanya diasuh oleh pembantu yang ada dirumahnya karena mama dan papa mereka sibuk bekerja satu sama lain, yang dipikirkan hanya uang uang uang dan uang. mereka sma sekali tidak pernah memikirkan perasaan anak mereka yang kurang kasih sayang.


mama dan papa keyla bersikap begitu karena keduanya hanya dijodohkan oleh orang tua mereka untuk menikah demi mempererat hubungan bisnis perusahaan orang tua keduanya.


orang tua keyla menikah pun tanpa cinta, setelah satu tahun menikah akhirnya mereka mempunya anak dan anak mereka itu keyla, dan itupun mereka mempunyai anak karena paksaan kedua belah pihak keluarga mama dan papa keyla, dan jangan tanya lagi mengapa mereka bersikap seperti itu dalam keluarganya apalagi kepada keyla, tapi apakah itu bisa disebut keluarga?


keyla tersenyum hambar, lalu ia segera menyudahi sarapannya lalu segera pergi ke sekolahan sma nusa bangsa.


keyla memakirkan mobilnya lalu ia bergegas turun karena hari ini hari senin pasti akan diadakan upacara bendera. seperti biasa saat keyla melewati lapangan untuk ke kelas nya yg ada di kelas XI ipa 2 yang berada di lantai dua yang tentu saja melewati lapangan, saat ia berjalan sama seperti biasanya banyak tatapan memuji, iri, benci dan sebagainya. tapi keyla tidak pernah ambil pusing mereka semua, bagi keyla itu semua tidak penting.


..... .....


Saat sudah sampai di kelas keyla langsung menaruh tas nya di meja lalu ia duduk sebentar karena bel berbunyi 5 menit lagi, saat baru duduk, ada teriakan nyaring dari sahabatnya yang bernama sisil. mereka berdua memang most wanted sekolahnya, tapp sifat mereka berbanding balik. sisil yang notabe nya yang periang cerewet dan ramah senyum kepada siapa saja, berbanding balik dengan keyla yang notabe nya adalah gadis yang dingin cuek dan memiliki muka datar tanpa ekspresi.


"keylaaaaaa, aduh sumpah gua kangen banget sama lo, lo kangen ngga sama gua? " tanya sisil dengan muka cerianya


"Heem" jawab keyla


"aduh key sekali kali kek jawabnya agak panjangan dikit, terus pake senyum kek datar amat punya muka neng" ucap sisil


"bawel" jawab keyla jengah


"bodoo wleee" ucap sisil sambil mengeluarkan lidahnya.


keyla hanya memutar bola matanya jengah lalu ia menangkupkan kepalanya di meja.


sisil yang melihat itu hanya berbicara dalam hati "untung lo temen gua key, coba kalo ngga udah gua tendang lo sampe kutub utara biar tambah dingin sekalian beku" batin sisil.


" yaudah yuk ke lapangan tuh tadi udah bel" ucap sisil


"ayo" jawab keyla dengan segera berdiri untuk ke lapangan.


lalu sisil pun segera mengejar keyla dan mensejajarkan tubuhnya di samping keyla. 'ya kali di belakang udah kaya babu aja gua'batin sisil sambil cekikikan di dalam hatinya.