
malam berganti menjadi pagi yang cerah dan bersinar terang .sinar memasuki kamar raka aditya yang masih tidur.
tok tok tok
terdengar suara pintu dari luar.
"tuan raka ,tuan raka bangun sudah di panggil mama Vindi dan ayah di ruang makan!" kata si bibi dari luar kamar
raka yang mendengar suara dari luar pintu nya dan terbangun karena sudah jam pukul 7.
"iya iya bii ,bilang mama sama ayah Sebentar lagi .raka mandi dulu karena mau kuliah!" ucap raka dan langsung ke kamar mandi
bibi itu langsung memberitahukan kepada mama dan ayah yang berada di ruang makan
"nyonya, tuan besar kata tuan raka dia sebentar lagi"
"oke bi ,kami menunggu raka " nyonya Vindi
akhirnya raka pun datang dengan pakaian yang rapi untuk berang kuliah
"mahh ,yahh maaf raka lama " ucap raka
"iya iya gk papa sekarang kita makan dulu " nyonya Vindi ,mengambil lauk pauk dan piring
setelah beberapa jam ,mereka pun selesai. raka yang lansung berangkat ke kampus menaiki mobil sport nya yang mewah
sesampai di kampus
seperti biasa denis menunggu raka di tempat parkiran mobil ,setelah yang di tunggu raka pun sampe .
"rakaa kok lama sekali , aku sudah lama sekali menunggu kau" ucap denis sedikit marah ke dia dari tadi menunggu raka
"sorry aku kesiangan ,ayok masuk kita kan ada kelas" mereka pun berjalan bersama.
di lorong ² kampus banyak para para hawa melihat raka setiap raka melangkah ,tapi raka tidak menghiraukan mereka ,karena sudah terbiasa di lihat seperti itu ,karena raka sikap nya dingin terkadang sombong dan sedikit egois tetapi sebenarnya dia seorang baik, akhirnya mereka masuk ke kelas dan memulai pelajaran.
sedangkan lisa sudah siap untuk kelas hari ini ,tetapi lisa menunggu seseorang yaitu raka.
"dimana dia kan semalam belum selesai ngomong udah ada masalah kepada ayah ya,sekarang aku akan mendengarkannya bicara dan mengucapkan terimah kasih karena mau mengantarkan ke rumah sakit" ucap tegas lisa dan tanpa sadari silvia teman nya sudah ada di belakang
"ddoorr" mengejutkan lisa
"iihh silvia buat aku serangan jantung aja ,nanti kalau aku serangan jantung seperti ayah aku bagaimana mama aku yang sedih" berbicara panjangnya kepada silvia dan sedikit sedih karena mengingat ayah nya masih di rumah sakit.
"sorry lis ,aku cuma bercanda,tapi kata kau ayah mu kena serangan jantung" kata silvia yang kaget mendengar ayah kawan nya jatuh sakit
"iya sil ayah aku sakit sil" ucap lisa dan menundukkan wajah nya .
"maaf nya lis gara gara aku kamu jadi sedih"
"iya gk papa"
"Kamu jadi ketemu sama raka semalam,kalian ngomongin apa lisa penasaran aku" ucap silvia untuk mengalihkan pembicaraan
"jadi tapi hanya sebentar dan terpotong karena mama ku menelepon dan sekarang aku mau ketemu dia lagi karena ada juga mau ku omongin" kata lisa
"ouhh yah udh ,sekarang kamu cari dia "
kata silvia
"udah kucari tapi gak ketemu" kata lisa sedikit lesu
" masak si karena ini kan masih ada jam belajar ,mungkin di ada kelas jadi gak nampak tunggu aja sebentar ,selagi nunggu kita duduk dulu nya Lisa aku capek berdiri terus" kata lisa yang sedikit kecapekan gara² berdiri terus
"oke oke" kata lisa
mereka duduk di bawah pohon yang udara nya segar
........
setelah mencari akhirnya dia melihat lisa bersama kawannya di duduk dibawah pohon . raka pun memanggil nya
"Lisaa" berteriak
lisa pun mencari sumber suara itu darimana ,ternyata raka memanggil dia.
raka pun menghampiri nya tapi saat mau melangkah denis memanggil nya
"raka kamu mau kemana?"kata denis
"ya mau kesana lah" jawab raka dengan jutek. raka pun menghampiri lisa.
"bolehkah aku pinjam kawan mu sebentar" raka yang berbicara pada lisa
"ouhh silahkan,lis aku ke kantin nya" kata silvia dan langsung pergi
raka duduk di samping lisa dan melihat kalung yang di pakai lisa sama seperti yang di pakai nya
"lisa boleh kah aku nanya satu pertanyaan" kata raka sedikit gugup
lisa pun mengangguk bertanda iya
" apa kamu punya sahabat waktu kecil?" tanya raka
"ya kenapa?" jawab lisa dengan nada suara pelan
"coba ceritakan!?"kata raka
"ngapain kamu nanya kayak begitu!"
"ya sudah kalau kamu tidak memberitahukan " kata raka ,dalam hati raka dia seperti sudah lama mengenal dan kalau berbicara kepada orang lain biasanya dia dingin tapi tidak kepada lisa
"sebenarnya aku punya sahabat namanya juga sama dengan kamu yaitu raka ,kami berteman sejak kelas 3 dia pindahan dari sd makmur ....... kata lisa dengan panjang lebar berbicara.
"tapi setelah 1 tahun berlalu kata raka pindah keluar kota dan disitu kami tidak bertemu lagi tapi.. kata lisa
"tapi apa?"
"tapi aku sedih ,aku juga masih memakai kalung yang kami beli bersama.kata lisa sambil menunjukkan ke kalung yang dia pakai kepada raka
raka sedikit sedih sahabat kecil berbicara seperti itu
"lisa lihat lah kita memakai kalung yang sama" menunjukkan kalung yang dipakai raka
lisa heran dan berfikir
"lisa aku sahabat mu yang meninggalkan mu !"kata raka
"benarkah kamu raka sahabatku"
raka mengangguk kan kepala nya
"tapi kenapa kamu meninggalkan ku"
"iya pas pulang sekolah aku melihat bahwa mama dan ayah sudah berkemas mau pergi keluar kita mereka sebelumnya belum mengetahui ,aku sebenarnya masih mau disini tapi aku tidak diizinkan dan dengan terpaksa aku ikut"raka berbicara panjang lebar lisa dengan wajah yang menghadap ke depan
"berati kita telah bertemu kembali dong, akhirnya "
mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka.
bersambung......
"hai para pembaca novel ,saya dari Author berterima kasih atas kunjungan kalian ke sini jangan lupa like,komen,vote karena vote itu gratis ,maaf ada kesalahan type dan sedikit lebay dan membuat kalian membaca nya bocan
terimah kasih" Author .