
"Nay" panggil sese
"Hmm" jawab Naya
"Mau kemana Lo,ini kan jam pertama"
"Gue mau ke kantin bentar, haus banget gue" jawab Naya
Di kantin sekolah pada jam pertama sangat sepi, karna semua murid sudah masuk kelas, kecuali Arga.
Ia belum memasuki kelas nya dan masih duduk nyantai.
"Bukk, es teh satu yah" teriak Naya
"Iya nay" jawab Bu kantin tersebut
Naya duduk di kursi pojokan sambil menunggu pesanan nya datang. Ia tidak tau jika Arga ada di kantin itu juga.
"Ehh cewek" ucap Arga tiba-tiba dan mengagetkan Naya
"Ck, Lo bisa ga sih, ga usah ngagetin" kesal Naya
"Lo belum tanggung jawab dengan ucapan Lo waktu itu" ucap Arga
"Tanggung jawab, ucapan apa" tanya Naya bingung.
"Idih pura-pura ga tau lagi, waktu itu Lo udah ngerendahin gue" jawab Arga
"Gue ga pernah ngerendahin Lo" ucap Naya
"Lo aja yang ga ingat" balas Arga kesal
"Pokoknya Lo harus tanggung jawab, gue ga mau tau" lanjutnya
"Hah? Lo apa apaan sih, maksa banget" kesal Naya pada Arga
"Oke, ga masalah kalau Lo ga mau tanggung jawab, tapi, jangan salahin gue kalo gue sebarin foto Lo" ancam Arga dan memperlihatkan foto-foto Naya yang diambil nya.
Sontak saja itu membuat Naya kaget, bagaimana bisa Arga ada foto nya, dan ini astagaaaaa, aib diri nya semua, tidak ada foto yang bagus-bagus.
" Lo! Lo dapat itu semua dari mana" ucap Naya sambil menunjuk foto nya
"Dari kamera gue" ucap nya tersenyum samar dan itu membuat Naya semakin kesal
"Apa aja bisa gue dapetin, jangan kan foto Lo, hati Lo pun gue bisa dapetin" ucap nya percaya diri
"Jadi gimana Lo mau tanggung jawab atau foto ini gue sebarin" lanjutnya lagi
Naya ingin menjawab iya pada Arga, tidak masalah pikir nya jika foto nya di sebar, namun seperkian detik kemudian, ia berubah pikiran
Bagaimana jika banyak orang yang melihat foto nya, apalagi Arga adalah orang terpandang, pasti banyak followers nya.
"O-oke, gue bakal tanggung jawab, dan Lo hapus foto-foto itu dan jangan di sebarin" ucap Naya
"Serius Lo mau tanggung jawab" tanya Arga pada Naya
"i-iya gue bakal tanggung jawab" jawab Naya
"Tapi tunggu, gue harus ngapain biar dianggap tanggung jawab" tanya nya
Arga terdiam sejenak memikirkan hal-hal yang menurut nya menyenangkan dan bisa dibilang bertanggung jawab.
"Iya makasih buk" ucap Naya lalu meminum es teh nya
"Lo cium gue" ucap Arga
byurrrr
Semburan es teh keluar dari mulut Naya dan mengenai seragam Arga
"Loooo" ucap Arga kesal dan menunjuk wajah Naya
"ya ma-maaf, lagian Lo juga aneh-aneh" ucap Naya
"Oke, gue sebarin foto Lo sekarang juga" ucap Arga sambil membuka hp nya
"Ehh jangann, oke gue tanggung jawab" ucap Naya
Naya Melihat situasi dan keadaan di kantin tersebut, ia takut jika ada orang lain selain diri nya dan Arga
'Gila ni cowok, gue di suruh nyium, untung sepi kalo rame gimana, semoga aja buk kantin ga ngeliat' batin nya berharap
Lalu Naya pelan-pelan memajukan wajahnya pada Arga. Pelan dan sangat pelan
"Lama amat sihh" ucap Arga mendorong pipi nya pada bibir Naya.
"Lo apa apaan sih" ucap Naya
"Kelamaan, sempat mencair es di kutub Utara" jawab Arga
" Apa hubungannya dengan kutub Utara" jawab Naya kesal
"Lah kenapa Lo yang kesal, terpesona ya sama kegantengan gue, pasti Lo pengen cium gue lagi kan" ucap nya sambil berdecak pinggang
"Najis" ucap Naya lalu pergi
"Apa Lo bilang" ucap Arga mengejar Naya
......................
"Arga, Naya, berdiri di depan tiang bendera" ucap pak Bambang kesal
"Loh kok berdiri pak" tanya Naya
"Masih tanya, kalian berdua sudah terlambat 40 menit, dan sekarang bapak hukum kalian berdua, kalian boleh istirahat kalau sudah jam istirahat sekolah" ucap pak Bambang
"Tapi pak-"
"Ga ada tapi tapian, cepat berdiri sekarang" ucap pak Bambang dan di turuti oleh Arga dan Naya
"Ini semua gara-gara Lo" ucap Arga
"Kenapa malah nyalahin gue, jelas-jelas ini salah Lo" bela naya
"Iya ini salah Lo yang kelamaan buat tanggung jawab" ucap Arga
" Gue udah tanggung jawab bukan nya bersyukur juga, malah di salahin" ucap Naya kesal
Lalu kedua nya terdiam dan berdiri di depan tiang bendera hingga jam istirahat tiba
Jujur saja Naya malu karna banyak siswa-siswi yang melihat diri nya dan Arga yang tengah di hukum, ini pertama kalinya bagi Tanaya di hukum di depan tiang bendera.