
Arkan Amara berjalan dengan hati riang di tengah hutan yang hijau. Dia adalah seorang pemuda berusia 18 tahun yang hidup di Desa Mawar, sebuah desa kecil yang tenang di tepi Sungai Anggrek. Desa itu terkenal dengan keindahan bunga-bunga mawar yang mekar di setiap sudutnya.
Arkan memiliki kemampuan luar biasa sebagai seorang Hunter di dunia Desa Mawar. Sejak kecil, ia telah dilatih dalam seni bela diri dan mengasah keterampilannya dalam menguasai senjata tradisional. Ia juga memiliki naluri yang tajam dalam merasakan energi-energi magis yang mengalir di sekitarnya.
Namun, pada hari itu, takdir telah menyiapkan sesuatu yang tak terduga bagi Arkan. Ketika ia sedang menjelajahi hutan yang terletak di sebelah timur Desa Mawar, ia melihat cahaya yang memancar dari dalam goa yang tersembunyi di balik semak-semak.
Dipenuhi rasa penasaran, Arkan mendekati goa tersebut dan masuk ke dalamnya. Di dalam goa itu, ia bertemu dengan seorang pria tua yang duduk di atas batu besar. Wajah pria tua itu dipenuhi kerutan tanda usia, tetapi matanya masih berbinar penuh kebijaksanaan.
Pria Tua: Selamat datang, Arkan. Aku sudah lama menantikan kedatanganmu.
Arkan: (terkejut) Bagaimana Anda tahu namaku? Dan apa yang Anda maksud dengan menantikan kedatanganku?
Pria Tua: Aku adalah Penjaga Hikmat, pelindung rahasia kuno yang tersembunyi di Desa Mawar. Aku bisa merasakan energi magis yang tersembunyi dalam dirimu, Arkan.
Arkan: (bingung) Energi magis? Apakah Anda berbicara serius?
Penjaga Hikmat: Tentu saja, Arkan. Kamu adalah pemegang potensi luar biasa. Ada dunia lain yang menanti untukmu, dunia penuh dengan misteri dan keajaiban. Namun, untuk memasuki dunia itu, kamu perlu menemukan tiga benda kunci yang tersebar di tempat-tempat tersembunyi di sekitar Desa Mawar.
Arkan: (terperangah) Tiga benda kunci? Apa itu dan di mana saya bisa menemukannya?
Penjaga Hikmat: Ada yang bernama "Permata Tersembunyi" yang tersembunyi di dalam Gua Batu Permata. "Keris Kebesaran" yang hilang di Hutan Larangan. Dan "Tongkat Cahaya" yang tersembunyi di reruntuhan Puri Majapahit.
Dengan hati yang bersemangat, Arkan mempersiapkan diri untuk mencari tiga benda kunci yang disebutkan oleh Penjaga Hikmat. Dia menjelajahi goa yang gelap, melintasi hutan yang misterius, dan menelusuri reruntuhan puri kuno dengan tekad yang kuat.
Pencariannya berlangsung selama berbulan-bulan. Arkan harus mengatasi berbagai rintangan dan bahaya yang menghadang, tetapi semangatnya tidak pernah surut. Akhirnya, dengan kecerdikan dan keberanian, dia berhasil menemukan ketiga benda kunci yang dicari.
Saat itu, sinar cahaya yang terang memancar dari tiga benda kunci tersebut, dan Arkan merasa dirinya terangkat ke udara. Dunia sekitarnya memudar, dan ketika ia membuka mata, Arkan terkejut menemukan dirinya berada di dunia yang sepenuhnya berbeda.
Dia berada di sebuah tempat yang dipenuhi dengan keajaiban dan keindahan. Di hadapannya, seorang wanita dengan rambut panjang yang terhampar indah dan mata yang bercahaya menyambutnya. Wanita itu adalah Elena Nozomu, seorang penyihir dengan kekuatan yang luar biasa.
Elena: Selamat datang, Arkan. Aku sudah menanti kehadiranmu. Kamu adalah Sang Pembawa Cahaya, pahlawan yang ditakdirkan untuk melawan kegelapan yang mengancam dunia kita.
Arkan: (terkejut) Sang Pembawa Cahaya? Apa maksudmu?
Elena: Di dunia ini, kamu adalah penjaga terakhir dari kekuatan yang kuat. Kami membutuhkanmu dalam petualangan ini untuk melindungi dunia dari kejahatan.
Arkan: (tersenyum) Aku siap, Elena. Mari kita bersama-sama menjalani petualangan yang menantang ini dan melindungi dunia ini dari kegelapan.
Dengan itu, Arkan dan Elena bergabung untuk menghadapi dunia baru yang menantang. Mereka akan menemui Rama Ashwin, seorang pejuang yang tangguh, dan Maya Anjani, seorang pembunuh bayaran dengan keterampilan luar biasa. Bersama-sama, mereka akan membentuk tim yang tak terpisahkan dan menghadapi berbagai petualangan menakjubkan di dunia yang penuh dengan keajaiban dan misteri.