
Ketika Jimin Sharen dan Lisa akan segera pulang setelah bermain dan makan di Mall, di dalam mobil di parkiran , handphone Jimin berdering,,, Hyung Jin menelponnya.
Jimin pun keluar dari mobil,mengangkat telpon dari hyung nya, agar tidak ketauan oleh Sharen dan Lisa.
Agak jauh dari mobil,,,
"Iya hyung ada apa? " (tanya Jimin pada Jin dlm telpon)
"Kau dimana,,, Kenapa belum kembali, sampai sore seperti ini,,, kapan kau pulang,,, bikin khawatir saja,,,, managermu mencari mobilnya,, kau bawa ya... " (jawab Jin cerewet)
"Hyung,,, aku pulang nya nanti malam,,, iya memang aku yg bawa mobilnya,,, tapi tadi aku udah kasih tau sama dia kalau aku bawa mobilnya,,,, "
"Emang nya kau kemana sih,,? Ini Indonesia bukan Korea, jika kau tersesat bagaimana"
"Tenang,,ada Google Maps ko,,, lagipula aku udah lumayan tau jalan jalan yg ada di jakarta ini, gara-gara kemarin aku tersesat jadi agak banyak yg aku ketahui jalannya,,, "
"Dasar,,, jika kau tersesat aku tidak mau mencari mu lagi"
"Iyaa,, aku yakin gk akan tersesat lagi ko hyung... "
"Tadi Jungkook sempat mengikuti mu, tapi dia kehilangan jejak,,, kau ngebut sekali,,, "
"Oh,,,๐ kalau gitu, aku tutup dulu ya hyung telpon nya, lagi sibuk,,, Daaaa,,, "
Jin pun kesal Jimin menutup telpon nya tiba-tiba.
Jimin juga kesal, saat hyung nya mengatakan kalau jungkook sempat mengikuti nya tadi.
"Kenapa Jungkook mengikuti ku,,, Kepo banget ๐" (ucap Jimin dalam hati)
Jimin pun kembali ke mobil nya, dan masuk,..
"Hyung Nojinm,, abis ngapain tadi,,? " (tanya Sharen)
"oh(refleks) tadi abis ngangkat telpon dari hyung ku,,, "
"Penting ya sampai harus keluar,, " (saut Lisa)
"Iyaaaa,,, (terdiam sejenak) Eummm,,, abis ini kita mau kemana? " (tanya Jimin)
"Kita pulang yuukk, aku udah capek.. " (jawab Lisa)
"Okeh,,, kita kerumah kalian" (jawab Jimin)
Sharen pun hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Jimin. Jimin yg melihat itu membuat nya terpesona. Lalu Jimin pun mengendarai mobil nya menuju ke rumah Sharen dan Lisa. Sampai lah disana, Sharen dan Lisa pun turun sambil membawa barang barang nya,, Jimin juga ikut membantu membawakan sepedanya lalu memasukkan nya ke garasi. Habis itu, Sharen mengajak Jimin masuk ke dalam.
"Hyung,,, masuk dulu yuk,, kita bisa ngobrol ngobrol lagi di dalam๐" (ajak Sharen)
"emmm, baiklah ๐"
Jimin pun masuk,
Sharen mempersilahkan kan Nojinm nya itu duduk di ruang tamu. Jimin pun duduk, sambil melihat lihat disekitar ruangan itu, banyak sekali medali , piala yg tersimpan rapi di dalam lemari, serta Piagam Piagam yg terbingkai di dinding dinding. Sharen dan Lisa masuk ke kamarnya menaruh barang,,, lalu turun menemui Nojinm.
"Hy,,, Nojinm,, kau mau minum apa? " (tawar Lisa)
"Apa aja,, "
"Bentar ya,, aku bikinin,, "
"Makasih Lisa"
"Sama-sama,,, "
Lisa pun kedapur, Sharen duduk di sofa ruang tamu bersama Jimin/Nojinm.
"Ini semua,,, kamu yg dapet,, (sambil menunjuk ke arah seluruh medali piala dan Piagam ) " .(tanya Jimin)
"Iyyyaa,, ada punya ku, ada punya nya Lisa juga,,, dan penghargaan dari Ayahku".
" Oy ya,, Ayah Ibu mu mana,,, atau sedang tidak ada dirumah ya"
"Hemmm,,,, orang tua ku udah pergi jauuuuuhhhh bangett,,, " (kata Sharen)
"Maksudnya,, jauh keluar negeri gitu๐คจ"
"Mereka sudah tidak ada lagi di dunia ini, hyung.. "
"Tidak ada, lagi,, ๐ฒ"
Sharen pun hanya mengangguk.
"Aku turut berdukacita, Sharen,,, "
"Iya hyung, gpp,, aku disini sekarang tinggal nya sama Lisa doank"
"Hemmm,,, ๐, maaf ya"
"Iyya hyung,, gppย "
Lisa pun datang dengan membawa 3 cangkir jus jeruk.
"Hy... minuman datang,,, "
Lisa pun menaruh minuman nya di meja lalu duduk bersama.
"Ayo diminum.. Nojinm, eonni" (ucap Lisa)
"Okey" (jawab mereka kompak)
Mereka ber3 pun duduk sambil mengobrol ngobrol entah tentang apa, hingga jam 18:25 malam.
"Eonni , aku keatas dulu ya,, mau mandi.., sekalian aku mau istirahat,,, jadi aku tinggalin kalian berdua gpp kan,,, " (ucap Lisa memotong obrolan)
"Iyya,,,, gpp,, Aku juga masih ingin ngobrol sama Sharen " (jawab Jimin langsung)
"Ya udah,,aku tidak akan mengganggu, daaa,,, ".
Lisa pun keatas meniggalkan Sharen sendirian bersama Nojinm. Setelah tidak ada lagi Lisa.
Jimin bisa ngobrol berduaan dengan Sharen.
" Sharen,,, ๐,, "
"Emmmm, iya hyung.. ๐ค"
"Kamu pernah mencintai seseorang? "
"Pernah,,, "
"Siapa? "
"Aku mencintai orang tua ku, dan Lisa"
"Maksud ku bukan mereka, tapi seseorang yg spesial"
"Emmm,, belum ada hyung,,, " (sebenarnya ada, tapi Sharen tidak mau memberitahukanya)
"Hemmm๐" (Jimin hanya tersenyum, karena merasa dia masih punya kesempatan untuk menjadi seseorang yg dicintai oleh Sharen)
"Kamu bisa nyanyi gk,,, " (tanya Jimin)
"Bisa,,, "
"Boleh aku mendengar suara mu,,, "
"Boooleh,,,ayo ikut aku hyung.. "
Sharen pun berdiri mengajak Jimin ke suatu ruangan untuk menunjukkan sesuatu, Jimin pun mengikuti Sharen. Sampai di ruangan itu,
"Tempat apa ini Sharen? "
"Disini tempat aku sering memainkan musik sambil bernyanyi,,hyung"
"Ooo,,, banyak sekali alat musik nya,,, buku buku nya juga,,, "
"Iyya, hyung itu koleksi ayah ku, karena Ayah ku suka main musik,,, dan Ibu ku juga suka baca buku, jadi ini adalah kenangan yg terindah dari orang tua ku"
"Wahh, ayah mu suka main musik, musik yg seperti apa yg ayah mu sukai,,,? "
"Waktu ayah masih muda , beliau suka musik keroncong, tapi semenjak dari tahun 2000 an, sudah banyak lagu lagu modern, ayah ku jadi menyukai lagu Hip Hop , Rock, dll . ".
" Hemmm,,, ayahmu mengikuti jaman trending Sharen๐ , "
"Iyya hyung,, ๐
oh iya ini piano kesayangan ku,,, diberikan oleh ayah dan Ibu sebagai hadiah ultah ku" (kata Sharen smbil menunjukkan piano nya).
"Kau bisa bermain piano? "
"Bisa hyung,, hyung bisa,, "
"Bisa,,,
"Boleh,, "
"Mau nyanyi lagu apa? "
"Make it right, ๐"
"Hayuk, kita duet yaaa"
Sharen pun memainkan piano nya, sambil bernyanyi. Jimin pun ikut bernyanyi .
Setelah selesai bernyanyi,,, Jimin bertepuk tangan.
"Waaahhh,,, kau berbakat Sharen,,, suara mu merdu sekali, enak di dengar, kau cocok menjadi Idol." (puji Jimin)
"Terimakasih Hyung,,, Aku memang ingin jadi Idol,,, tapi nanti saja"
"Kenapa tidak sekarang,,,? "
"Aku ini sebenarnya mau jadi member BTS juga, jadi member baru"
"Ko gitu" (kaget Jimin)
"Ada lah,, hanya inginย mewujudkan mimpi"
"Kau punya mimpi yang seperti itu, jadi kau ini mau populer juga,,, "
"Emmm,,, iiyaa mungkin" (lalu dalam hati Sharen menggumam *sebenarnya tujuan ku bukan seperti itu hyung ๐ฃ*)
"Oke lah,, aku akan support kamu " (ucap Nojinm/Jimin)
Jimin pun berfikir,
*jika Sharen bener bener bisa menjadi Idol di tahun depan,maka Dia bisa menggantikanku untuk sementara, karena tahun depan aku akan wamil. *
Sharen pun mengajak Nojinm ngedance.
"Hyung , kita ngedance yuk,,, "
"Ayuk,,, lagu dance nya apa? "
"Fake love,,, "
"Wah kamu bisa,,, dance itu cukup rumit loh, "
"Bisa ko,,, aku kan udah latihan"
"Oke,,, "
Jimin dan Sharen ngedance dengan lincah. Melihat gerakan Sharen membuat Jimin mengucapkan ini dalam hati*Sharen punya bakat, aku yakin dia pasti akan menjadi salah satu dari kami*
Selesai sudah Sharen dan Jimin memainkan musik, bernyanyi bersama dan ngedance bareng dan melakukan kegiatan lain mengisi waktu yg tersisa bagi Jimin. Sudah jam 20:00 malam, Jimin /Nojinm mengajak Sharen bicara, di ruang tamu.
"Sharen,,, aku mau ngomong nih"
"Apa hyung.. "
"Besok aku akan kembali ke Korea"
"Apa๐ณ,,, cepat sekali hyung... kau tidak tinggal lebih lama disini "
"Tidak lah,, aku kan kesini cuma Konser,,, "
(keceplosan)
"Kooonnseeerr... ๐คจ"
"Eh๐ฒ, maksudku cuma nyiapin konser nya BTS"
"hemmmm ๐๐, aku akan merindukan mu hyung"
"Aku juga,,, pasti aku akan sangat merindukan mu, , kapan kapan aku akan kesini lagi ko,,, tapi ntah kapan"
"Sebentar sekali kita bertemu, hanya 3 hari, "
"He hemmm,, iya ya, baru 3 hari kita udah bisa seakrab gini"
"Iyya,, Lisa juga baru kenal hyung hari ini, udah akrab banget"
"Hemm๐ ,oh ya, kita kan udah punya no whatsapp nih, kalau misalnya aku rindu, aku kan bisa ngajak kamu vc an,, "
"Iya ya hyung,,, aku akan selalu vc hyung,,, akan ku usaha kan setiap hari aku akan mengabari hyung"
"Terimakasih ya, udah mau jadi temen aku, ini adalah untuk yg pertama kali aku bisa temenan dengan orang dalam waktu singkat loh,,, "
"Sungguh,,, "
" iiyaa sungguh,,
emm Sharen aku pamit ya, sebentar lagi udah mau jam 9 malam, kau harus istirahat dan aku juga mau istirahat agar besok tidak ketinggalan pesawat "
"Oh iya hyung,, aku bangunin Lisa dulu, "
"Nggak usah, aku tidak mau mengganggu nya tidur
, salamkan saja aku pada Lisa ya, katakan *Aku menyayanginya*
"Baik hyung,,, jangan lupakan aku dan Lisa ya hyung"
"Tidak akan,,, (Jimin menatap Sharen agak lama)
Aku mencintaimu" (kata itu keluar dari mulut Jimin)
"Kau mencintai ku,,, " (kata Sharen sedikit kagum)
"iyya,,, dah aku harus kembali, jaga dirimu, " (Jimin mengelus lembut kepala Sharen)
"Iyya hyung hati hati di jalan,,, ๐ข๐ฅ"
Jimin pun keluar, lalu menuju ke mobilnya,,, sebelum masuk ke mobil nya tapi sudah membuka pintu mobil. Sekali lagi Jimin melihat ke arah Sharen. Sharen ada di dekatnya saat itu, dia ada di sisi kanan mobil, sedangkan Jimin di sisi kiri mobil. Tak tahan Jimin ingin sekali memeluk Sharen, Jimin pun langsung mendekati Sharen langsung, lalu memeluknya.
Sharen pun sontak terkejut Jimin/Nojinm memeluk nya.
memeluk agak lama lalu...
"Sebenarnya, aku tidak ingin pergi, aku ingin tetap bersama mu, aku merasa nyaman didekat mu, aku tidak ingin jauh darimu, aku ingin membawa mu bersama ku, tapi pasti kau akan menolaknya. "
Kemudian Jimin melepas pelukan nya.
Mata Jimin terlihat sipit,
"Hyung Nojinm,, bolehkah aku melihat wajah mu,, "
Jimin terkejut,,, Jika Jimin menuruti kata Sharen, maka Sharen akan mengetahui siapa Nojinm itu sebenarnya.
"Maaf Sharen,,, ๐ท, Aku tidak bisa,,, wajah ku,,, sungguh menakutkan,,, "
"Ko bisa begitu,, bagiku kau tidak menakutkan"
"Iya karena aku menggunakan masker, aku punya luka bakar di samping kanan dan kiri bibir ku, jadi aku malu memperlihatkan nya" (ucap Jimin dengan alasan agar Sharen percaya)
"Kenapa kau tidak bilang hyung... "
"Maafkan aku,,,jika aku mengatakan nya, mungkin kau tidak mau berteman dengan ku, "
"Huh๐, Kata siapa aku tidak ingin berteman dengan mu,,, Aku tidak memandang orang lain untuk berteman hyung, mau dia jelek, mau dia cantik ganteng, dia cacat, dia miskin, dia gemuk, atau yg lainya, aku akan tetep menemani nya, Lisa seperti itu juga,,,"
"Benarkah, jadi kau masih ingin berteman dengan ku, setelah kau mengetahui mukaku cacat" (muka cacat bo'ongan sbg alasan)
"Tentu lah hyung,,, tapi lebih baik hyung buka saja masker nya, karna jika hyung pake masker gk panas apa,, luka nya bisa terasa perih loh"
"Gk ko, aku lebih nyaman seperti ini,,,
Kalu gitu aku berangkat ya,,, "
"Eh tunggu" (henti Sharen mendadak)
Sharen pun memeluk Nojinm dengan penuh kasih sayang, karena pas Jimin memeluk nya dia tidak membalas pelukan nya.
"Hyung,, jangan sedih, aku akan tetap menjadi temanmu,, aku menyayangimu hyung,, " (mengatakan nya disaat memeluk Jimin)
Lalu Sharen melepaskan pelukan nya,
"Kau gadis yg sangat baik,,, jangan sampai kau jadi milik orang yg tak bertanggung jawab Sharen"
Sharen pun mengangguk.
Jiminpun pergi meninggalkan tempat,, setelah berpamitan,, Jimin sudah menghidupkan mobilnya, dari dalam mobil, Jimin menatap Sharen dan merasa berat harus meninggalkan Sharen, tapi dia juga harus kembali. Jimin pun segera berangkat ,. Melihat Nojinm telah pergi jauh , Sharen pun masuk ke rumah lalu mengunci pintu, kemudian masuk ke kamar dan tidur bersama Lisa yg sudah nyenyak sekali tidur nya. ๐ด๐ด