Beautiful Time With You

Beautiful Time With You
8



Boston Logan Internasional Airport


Musim panas di Amerika Serikat pada bulan Juli memasuki puncaknya, suhu Di Boston saat itu mencapai 31' C, tapi di dalam bandara sangat sejuk dan nyaman


Pada saat ini, itu adalah waktu tersibuk di Bandara. Suara percakapan para penumpang serta gesekan roda koper yang bergulir membuat kebisingan


Hyera Salim mengenakan kaos hitam di padukan dengan gaun jumpsuit berwarna krem, rambut di punggungnya tersebar seperti rumput laut. Wajah oriental gadis Asia yang halus dan lembut, berada di antara kerumunan orang orang asing bermata biru dan rambut pirang membuatnya terlihat berbeda


Sepuluh hari yang lalu, setelah menerima buku laporan hasil belajar di akhir semester Hyera memutuskan terbang kemari. Prestasinya di sekolah selalu sangat baik, tidak terkecuali tahun ini. Liburan ke negara ini adalah bentuk apresiasi dari orang tuanya untuk hasil kerja kerasnya. Namun selain untuk berlibur dia juga sekalian datang mengunjungi kakaknya, Haydar Salim yang adalah seorang mahasiswa di universitas Harvard


Sekarang sepuluh hari telah berlalu, awal semester akan di mulai dalam tiga hari, dia sudah harus kembali


Haydar Salim selesai membantunya check in, berdiri di depannya mengenakan kemeja putih sederhana dan celana hitam, tinggi dan gagah. Dia memiliki satu tangan di sakunya sambil menyerahkan barang barang di tangannya ," ini paspor dan boarding pass mu "


Hyera bermain dengan ponsel, mendengar suara kakaknya dia mengankat kepalanya, mata aprikotnya yang cerah berkedip, menerima barang barang itu dengan tangan kanannya dan meletakkan di pangkuannya


Haydar sedikit tidak berdaya, dia duduk di sebelahnya, mengambil tiket dan memasukkan kembali ke tangannya ," simpan dengan baik , jangan sampai jatuh !!"


Suara itu lembut dan setiap gerakannya tenang dan elegan


" Oh " Hyera Salim memiliki wajah yang berprilaku baik dan manis, dia dengan patuh menyimpan barang barang ke dalam ransel kecilnya


Haydar mendesah, masih khawatir tentang adiknya" Bisakah kamu kembali sendiri kali ini ?"


Hyera sering keluar negeri, tapi ini pertama kalinya dia sendirian di pesawat.


" Tidak apa apa " Hyera menggelengkan kepalanya dan tidak terlalu peduli dengan kenyataan bahwa dia akan sendirian di pesawat selama kurang lebih dua puluh lima jam kedepan


Dia dalam keadaan bersemangat menikmati kemerdekaan yang langka


" Kalau begitu berhati hatilah, setelah pesawat transit, hubungi aku, " Kata Haydar


" aku tahu, " Hyera dengan tidak puas berkata ," jangan selalu memperlakukanku seperti anak kecil "


Haydar memiliki tinggi 1,85 meter, duduk di sampingnya masih lebih tinggi satu kepala darinya, dia menatap adiknya dengan mata rendah ," Hyera kami, tidakkah masih seorang gadis kecil ??"


" Aku bukan gadis kecil lagi, aku hampir mencapai dewasa " Hyera melihat ke atas, mata aprikotnya yang jernih sedikit terangkat, terlihat lincah dan cerdas dengan pesona menawan, wajah yang sedikit ke kanak kanakan terlihat serius


Haydar tersenyum ringan, tangan besarnya terangkat, menggosok rambut Hyera," Katakan lagi saat usiamu genap delapan belas tahun "


Hyera menghindari tangannya dengan cemberut ," Jangan mengacaukan rambutku "


Akibatnya, Haydar semakin mengacaukannya. Rambut Hyera sedikit kusut, merasa tidak terima dia pun membalas dengan menghancurkan kerapian bajunya


Pada saat ini ponsel di saku celana Haydar berdering, kedua orang itu lansung berhenti.


Haydar mengeluarkan ponsel


" ini ibu " katanya, lalu ia lansung menjawab telepon, " Bu, kenapa belum tidur ??"


Sekarang siang hari di Amerika, dengan perbedaan waktu 12 jam di sana seharusnya sudah tengah malam


Ibunya menjawab," ada sedikit pekerjaan, bagaimana dengan adikmu ??"


Haydar berkata ," Kami sudah di Bandara, aku baru saja membantunya check in, pesawatnya akan lepas landas kurang dari sejam"


Ibunya berpesan ," katakan pada adikmu untuk berhati hati dan jangan berlarian saat tiba di Bandara "


Haydar tersenyum ," Jangan khawatir bu, aku akan memberitahunya, ingatlah untuk mengirim sopir dan menjemputnya"


Ibunya berkata ," Bryan mendengar tentang kepulangan Hyera kemarin dan anak itu bersikeras untuk pergi menjemputnya, ibu akan berbicara dengannya lagi nanti"


Haydar mengiyakan, tidak keberatan dengan pengaturan ini. Mereka berdua berbicara beberapa kata lagi lalu kemudian menutup telepon. Haydar melihat jam di pergelangan tangannya dan sudah hampir waktunya, dia membantu Hyera mendorong kopernya hingga ke area pemeriksaan boarding pass


Hyera memegang koper di tangan kirinya, tangan kanannya memegang paspor dan boarding pass, dia menatap kakaknya dan berkata, " Aku pergi dulu, kamu harus menjaga kesehatanmu, ayah dan ibu tidak ada di sini, jika kamu sakit tidak ada keluarga yang akan menjagamu "


" ya "


" Jangan terlalu sering begadang, tidurlah yang cukup dan makan dengan tepat waktu "


" ya " Haydar merasa lucu dan geli ," apakah ada lagi ??"


" ya " Hyera mengangguk sungguh sungguh dan melanjutkan ," Ingatlah untuk mengirimkan hadiah ulang tahun yang kedelapan belas untukku "


" ... " Haydar sedikit tidak berdaya namun masih menginyakan


Hyera menghela nafas.. masih saja kakaknya yang terbaik. Dia maju dan memeluknya ," Haydar.. aku akan merindukanmu.."


Hyera tidak pernah suka memanggilnya kakak, dia lebih suka memanggil namanya secara lansung. Terkadang, dia juga suka memberikan beberapa nama panggilan aneh dan tidak jelas untuknya. Namun dia juga hanya bisa menerima, terhadap adik perempuannya ini, dia sangat memanjakannya..


Senyum di bibirnya semakin lembut ," Pergilah !! aku baik baik saja di sini "


" umm "


Hyera melepaskan pelukannya dan berbalik kepada petugas pemeriksaan, memperlihatkan Boarding passnya


Setelah proses pemeriksaan, Hyera berbalik dan menemukan Haydar masih berdiri di tempat mereka berdiri tadi. Dia melambaikan tangannya dan tersenyum " Haydar, selamat tinggal "


Ketika dia tersenyum, dua buah pusaran pir kecil di sudut bibirnya menjulang


Haydar tersenyum ringan tak berdaya, senyum di matanya memancarkan aura kuat yang memanjakan, dia melambaikan tangan dan membalas ," Selamat tinggal, Hyera kecil "


Lounge di kelas utama tidak memiliki banyak penumpang. Hyera menemukan sebuah kursi kosong dan duduk di sana, lalu ia mulai memperhatikan orang orang di sekitarnya. Ada satu keluarga berkebangsaan asing beranggotakan empat orang yang duduk di depannya, anak mereka adalah sepasang anak kembar laki laki, bermain dan berlarian di sekitarnya. Di sebelahnya ada pria paruh baya dengan setelan jas yang rapi, mengobrol dengan suara pelan dengan wanita muda di sebelahnya. Di sisi lain ada tiga gadis muda, masing masing dari mereka memegang kotak biola di tangan, diantaranya duduk seorang wanita usia tiga puluhan yang sesekali berbicara kepada mereka. Dari wajah dan bahasanya, mereka seharusnya orang yang sama dengannya. Para gadis gadis itu sesekali melihat ke arah tempat duduknya dengan wajah malu malu sambil berbisik bisik


" Lihat !! anak laki laki itu sangat tampan "


" Ahhh aku gila, benar benar tampan "


" Bisakah kita meminta kontaknya ?? "


" Coba saja , mungkin berhasil "


Hyera tidak ada hubungannya, dia menoleh dan menyingkir sesuka hati


Pemandangan itu kebetulan bertabrakan dengan orang orang yang duduk di sebelahnya


Itu adalah seorang pria muda, dia tinggi dan panjang, duduk di sana mengenakan celana hitam sederhana, kaos abu abu, sepasang sepatu kets yang bersih serta topi baseball yang menutupi mata. Dia berpakaian dengan cara yang tajam dan rendah hati, dengan tempramen menyegarkan dan bersih, mulia juga dingin. Karena dia tidak melihat ke arahnya, hanya satu sisi wajahnya yang terlihat


Lengkungan dari telinga ke dagu sangat indah, tulang hidung yang tinggi dan lurus, bibir merah cerah, dan garis rahang dengan kontur dingin


Sudut ini...


Bahkan hanya separuh wajahnya, Hyera sudah bisa menebak jika pria ini membalikkan wajahnya pasti adalah wajah tampan yang membuat orang orang terpukau


Mungkinkah ?? gadis gadis tadi membicarakan anak laki laki yang duduk di sebelahnya ??


Tapi, anak laki laki ini terlihat begitu acuh tak acuh


Semenjak dia duduk, dia hanya menundukkan kepala melihat ponselnya, jari jarinya yang bersih dan panjang memegang ponsel, tatapannya terlihat santai dan dalam tetapi mereka memiliki daya tarik fatal


Mungkin merasakan pandangannya, anak laki laki itu tiba tiba memalingkan wajah ke arahnya


Hyera, " ... "