Basic Human "Luna"

Basic Human "Luna"
Astoria



Chapter 18 : Astoria


Luna dan timnya tiba di kota Astoria, tempat tinggal Astraea the Starweaver. Mereka mengetahui bahwa Astraea adalah salah satu dari 100 Legiun Master Sorcerer Zoltan, yang memiliki kekuatan luar biasa dalam menciptakan pola bintang yang memperkuat sihirnya dan menghancurkan musuh-musuhnya. Tantangan ini tidak akan mudah, tetapi Luna dan Valeria bersiap untuk menghadapinya.


Mereka masuk ke dalam istana Astraea, di mana langit-langitnya dihiasi dengan pola bintang yang indah dan cahaya yang mempesona. Mereka berjalan melalui koridor-koridor yang dipenuhi dengan jebakan sihir yang rumit, tetapi dengan kekuatan sihir Luna dan kecerdikan Valeria, mereka berhasil menghindari bahaya-bahaya itu.


Akhirnya, mereka tiba di ruangan Astraea. Astraea, yang berdiri di tengah-tengah ruangan dengan tangan terangkat, sedang menciptakan pola bintang yang memancarkan energi yang kuat. Dia melihat kedatangan Luna dan Valeria dengan senyuman angkuh di wajahnya.


"Aku adalah Astraea the Starweaver," kata Astraea dengan suara bergetar yang menggema di ruangan. "Kalian berdua hanyalah sekumpulan lemah yang tidak akan mampu menghadapiku. Saksikan kekuatan bintangku yang tak tertandingi!"


Astraea melepaskan serangan sihir yang memenuhi ruangan, menembakkan proyektil-proyektil berbentuk bintang yang menuju Luna dan Valeria. Namun, Luna dengan cepat menggunakan kecepatan dan keahliannya dalam pengendalian angin untuk menghindari serangan itu, sementara Valeria menciptakan perisai magis yang kuat untuk melindungi mereka berdua.


Luna meluncur maju dengan kecepatan kilat, mencoba mendekati Astraea dan menghentikannya. Namun, setiap kali Luna mendekat, Astraea menggunakan kekuatan bintangnya untuk menciptakan pola pertahanan yang rumit, membelokkan serangan-serangan Luna.


Sementara itu, Valeria menyadari bahwa pola bintang yang diciptakan Astraea memberikan kekuatan tambahan padanya. Dia mengerti bahwa mereka harus memecahkan pola bintang itu untuk melemahkan Astraea.


Valeria dengan cepat mengamati pola bintang yang kompleks dan mengenali beberapa pola kunci yang harus dipecahkan. Dia menggunakan kekuatan magisnya untuk menghancurkan pola-pola tersebut, mengacaukan pola bintang Astraea dan melemahkannya.


Saat pola bintang yang diperkuat oleh Astraea mulai terganggu, kekuatan sihirnya melemah. Luna melihat peluang ini dan melancarkan serangan terakhir. Dengan kecepatan yang luar biasa, dia melompat ke udara dan melepaskan serangan yang menghantam Astraea dengan kekuatan yang dahsyat.


Astraea terpental ke belakang, terpukul oleh serangan itu. Kekuatannya mulai melemah, dan dia terpaksa menghentikan pola bintang yang sedang dia ciptakan. Luna dan Valeria berdiri di hadapannya, siap untuk mengakhiri pertarungan ini.


"Aku harus mengakui, kalian berdua lebih kuat dari yang ku bayangkan," kata Astraea dengan napas tersengal-sengal. "Kemampuan kalian memecahkan pola bintangku telah melumpuhkan kekuatanku. Kalian adalah lawan yang tangguh."


Dengan kekuatan terakhirnya, Astraea mencoba melancarkan serangan terakhir, tetapi Luna dan Valeria dengan mudah menghindarinya. Mereka bekerja sama untuk menggabungkan kekuatan mereka, dan dengan serangan gabungan mereka, Astraea akhirnya dikalahkan.


Dengan Astraea yang tidak sadarkan diri di hadapannya, Luna mengambil nafas dalam-dalam. Pertempuran yang berat itu telah berakhir, dan mereka berhasil mengalahkan salah satu dari 100 Legiun Master Sorcerer Zoltan.


"Dengan mengalahkan Astraea, kita telah membuka jalan menuju kemenangan," kata Luna dengan tekad di matanya. "Kami akan terus maju dan menghadapi Zoltan serta legiunnya yang tersisa. Kita akan memastikan bahwa kekuatan jahat mereka tidak akan menguasai dunia ini."


Valeria mengangguk setuju, penuh dengan keyakinan. "Kami adalah harapan terakhir. Kami akan melindungi dunia ini dari ancaman Zoltan dan memulihkan kedamaian yang telah dirampasnya."


Luna dan Valeria berdiri bersama, siap menghadapi tantangan selanjutnya. Pertempuran melawan Zoltan dan legiunnya telah dimulai, dan mereka bertekad untuk mengalahkan kekuatan jahat yang mengancam dunia ini.


Setelah mengalahkan Astraea, Luna dan Valeria melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari legiun berikutnya dari 100 Legiun Master Sorcerer Zoltan. Mereka menyadari bahwa musuh mereka mungkin menyamar dan menyembunyikan identitas mereka dengan cerdik. Namun, mereka tidak menyerah dalam upaya mereka untuk menghentikan kekuatan jahat ini.


Tim Luna bergerak melalui kota Astoria dengan hati-hati, mengamati setiap orang yang mereka temui dengan kecurigaan. Di tengah perjalanan, mereka melihat sebuah toko pakaian yang ramai, dan Luna mendapatkan firasat aneh tentang seseorang di dalamnya.


Luna dan Valeria masuk ke toko pakaian tersebut dan melihat seorang pria paruh baya sedang memilih baju dengan cermat. Dia tampak seperti pelanggan biasa, tetapi Luna tidak bisa mengabaikan perasaannya. Pria itu mengangkat kepalanya dan tersenyum kepada mereka.


"Pagi yang cerah, bukan?" kata pria itu sambil memandang Luna dan Valeria dengan mata tajam.


Luna dan Valeria saling pandang, memperhatikan kata-kata dan ekspresi pria itu. Mereka merasakan kehadiran sihir yang kuat di sekitarnya.


"Apa kamu adalah salah satu dari 100 Legiun Master Sorcerer Zoltan?" tanya Luna dengan hati-hati.


Pria itu tertawa, suaranya bergemuruh seperti guntur yang jauh. "Hebat, kamu bisa menebak dengan cepat. Aku adalah Cassius the Thunderclap, salah satu dari 100 Legiun Master Sorcerer Zoltan yang kalian buru."


Luna dan Valeria mempersiapkan diri untuk pertempuran, siap menghadapi kekuatan petir yang dimiliki Cassius.


"Sudah waktunya kalian merasakan kekuatan guntur yang mematikan ini!" seru Cassius sambil mengangkat tangannya ke langit-langit toko.


Seketika, langit-langit berubah gelap, dan gemuruh petir terdengar di kejauhan. Petir memecah langit dan memasuki toko, berputar-putar di sekitar Cassius. Dia memanipulasi petir itu dengan keahlian yang menakjubkan, menggunakannya sebagai senjata.


Luna dan Valeria menghindari serangan petir dengan lincah, melompat dan berguling di sekitar toko. Mereka memanfaatkan kecepatan Luna dan perisai magis Valeria untuk melindungi diri dari serangan-serangan yang menghancurkan itu.


Luna menggunakan kekuatan anginnya untuk menciptakan angin topan yang kuat, berusaha membuyarkan serangan petir Cassius. Namun, kekuatan petir itu terlalu kuat dan sulit diatasi.


Valeria merenung sejenak, mencari titik lemah di kekuatan Cassius. Dia menyadari bahwa sumber daya Cassius terpusat pada petir yang dia ciptakan. Jika mereka bisa mengganggu aliran energinya, mereka mungkin memiliki kesempatan untuk melawan.


Dengan gerakan cepat, Valeria meluncur ke dekat Cassius dan mengeluarkan serangan sihir yang mengganggu aliran energi petir. Cassius terkejut, dan dia terpaksa menghentikan serangannya untuk menghadapi Valeria.


Luna melihat peluang dan menyerang dengan kecepatan kilat. Dia melompat ke udara dan mengarahkan serangan sihirnya ke arah Cassius. Serangan itu mengenai sasarannya dengan kekuatan dahsyat, melemahkan Cassius dan menjatuhkannya ke lantai.


Cassius mencoba bangkit, tetapi dia terlalu lemah untuk melanjutkan pertarungan. Luna dan Valeria berdiri di hadapannya, menangkap nafas mereka.


"Aku harus mengakui, kalian adalah lawan yang tangguh," ucap Cassius dengan suara yang lemah. "Namun, jangan berpikir bahwa ini adalah akhir dari perburuan kalian. Masih banyak legiun lainnya yang akan kalian hadapi."


Luna menatap Cassius dengan tekad yang tak tergoyahkan. "Kami tidak akan mundur. Kami akan melawan legiun-legiun Zoltan yang tersisa dan mengakhiri kekuatan jahat mereka. Tidak ada lagi yang akan menderita karena mereka."


Valeria mengangguk, penuh dengan semangat. "Kami akan terus maju, tidak peduli berapa banyak tantangan yang kami hadapi. Kita adalah harapan terakhir, dan kita akan mengembalikan kedamaian ke dunia ini."


Dengan itu, Luna dan Valeria meninggalkan Cassius yang tak berdaya di toko pakaian tersebut. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, mengisi diri dengan tekad dan keberanian untuk menghadapi legiun-legiun Zoltan yang tersisa. Pertempuran melawan kekuatan jahat ini masih panjang, tetapi Luna dan Valeria bertekad untuk memastikan keadilan dan perdamaian kembali berkuasa di dunia ini.