
Pagi hari sepeeti biasa Anissa ibu dari 2anak kembar ini sedang memasak untuk sarapan.
Tak lama kemudian datanglah Ezra anak laki lakinya
"Mamah masak apa?" Tanya nya
"Hari ini mamah masak sup jamur sama ayam goreng " jelas nissa
"Kakak belum keluar mah?"
"Kamu kaya gak tau kakak kamu aja "
"Yaudah biar aku bangunin dulu" ezra yg ingin berdiri pun tak jadi karna mendengar kakaknya
"Gak perlu gue dah selesai" ucapnya yg menepuk bahu ezra
"Tumben pagi banget" ledek nissa
"Mamaaah bangun oagi salah kesiangan salah mau mamah apa sih" ucap ersya yg kesal dengan pertanyaan mamahnya
"Hahaha mamah cuma bercanda kok ini makan terus berangkat" ujar nissa yg meletakkan makanan di meja
"Oh ya mamah udah transfer uang jajan kalian seminggu ini ya jadi jangan boros boros" pesanya pada anak anaknya
"Iya mah" jawab mereka berbarengan
Setelah selesai makan ersya dan erza pun pamit berangkat sekolah sedangkan nissa saat ini sedang membereskan peralatan bekas sarapan mereka. Setelah meletakkan di wastafel ia pun bergegas keluar menunggu taxi online pesananya datang dan benar saja tak sampai 5 menit ia menunggu taxi pesanananya datang, taxi itu mengantarakan nissa ke butiknya yg memang agak jauh dari rumah.
Sesampainya butik
Nissa membayar ongkos taxi itu lalu masuk ke dalam. Telrihat 2 pekerjanya sedang merapih rapihkan barang sebelum butik di buka.
"Pagi bu nissa" sapa ke 2 asisten nissa
"Pagi, kalain udah sarapan?" Tanya nissa yg memang humble pada asistenya itu
"Sudah bu"
"Ooh baguslah, kalau begitu saya ke ruangan saya dulu ya" ucapnya dan pergi
Saat sampai di ruanganya aniss pun langsung mengecek pekerjaanya di laptop dan berkas yg ada di mejanya
Tok tok tok
Pintu ruangan nissa di ketuk
"Siapa?" Tanya nya dari dalam
"Saya bu, tika"
"Masuk aja tik"
"Ada apa tik" tanya nissa
"Itu bu pesanan bu lisa suda selesai mau di ambil kapan ya bu?"
"Oh iya, sebentar ya saya kabarin dulu"
Nissa pun tampak mengecek nomor yg bernama bu lisa, ia langsung menekan tombol panggilan pada nomor itu
Disisi lain kini arvin sudah selesai mengobati pasien, ia kini sedang memeriksa berkas pasien yg ia obati tadi. Namun dering telpon membuat pekerjaanya harus di tunda
Ia mengambil ponsel nya namun tak ada orang yg menelpon ia pun berpikir mungkin telpon itu berasal dari handphone keluarganya. Arvin langsung membuka laci dimana ia menyumpan semua ponsel almarhum keluarganya
Dan benar saja telpon kakak iparnya berdering
Ia pun segera mengangkat panggilan itu
"Halo?" Ucapnya
"Halo bisa bicara dengan bu lisa? " Tanya dari sebrang telpon
"Saya keluarganya ada apa ya?"
"Begini pak pakaian yg di pesan bu lisa hari ini sudah bisa di ambil, jadi kapan ya kira kira bu lisa bisa mengambilnya?"
"Begini saja nanti sekitar pukul 10 saya akan mengambilnya kalau boleh tau alamatnya dimana ya?"
"Baik saya akan kirim lokasi butik kami terimakaish pak maaf mengganggu"
"Iya tidak papa"
Begitulah kiranya isi telpon itu
"Kakak ipar pesen pakaian pasti untuk besok. Besok kan anniv 7 tahun pernikahan mereka" ucap arvin yg ingat jika besok adalah anniversary ke 7 tahun pernikahan kakaknya namun sayang tepat di bulan yg seharusnya mereka bahagia malah mereka pergi
Terlihat kesedihan arvin yg mengenang masa masa ia bersama keluarganya sebelum kecelakaan itu terjadi
"Aku harus kuat demi cleo, cuma dia keluargaku satu satunya" ujarnya menguatkan dirinya sendiri dan kembali bekerja