ALESKA

ALESKA
1



" alesha buruan turun " teriak mama diana


" bentar ma " teriak alesha dari balik kamar


" hem kak ales kebiasaan " gumam kenzo adik laki lakinya


" dosa lo ngomongin gw " ujar alesha


" ngak ada kak " ujar kenzo seraya tertawa kecil


" seterah lo aja " ujar alesha cuek


" buruan sarapan nanti telat " ujar mama diana


Setelah selesai sarapan mereka bertiga pun langsung pamit dan tak lupa untuk mencium kedua tanggan orang tuanya seperti biasa.


" alesha berangkat yah" ujar alesha tersenyum


" Hati hati " ujar mama diana lembut


" siap mama cantik " ujar alesha berlalu pergi dan di ikuti oleh kenzo


" kak gw nebeng " ujar kenzo santai


" enak bener lo yah " ujar alesha dan langsung masuk ke dalam mobil


" buruan kak gw telat entar " ujar kenzo


" sabar dikit napa bocah " ujar alesha dan langsung melakukan mobilnya


Tak butuh waktu lama mereka pun telah sampai di depan pagar SMP rakmajaya,,, setelah merasa kenzo telah masuk ke dalam lingkungan sekolah alesha langsung melakukan mobil nya menuju sekolah galaxsi tempat ia bersekolah.


" pakai istilah macet lagi " gumam alesha pelan


" otw ngebut nih " ujar alesha


Tak butuh waktu lama alesha telah sampai di sekolahannya dengan langkah cepat ia berjalan masuk menuju area sekolahnya yang begitu luas namun belum sempat ia melangkahkan kaki nya tiba -tiba  ketua osis yang di kenal dingin menghampiri dirinya dan menatap alesha dari atas kepala hinga ujung kaki.


" Telat " ujar arka dingin


" hmmm " balasnya tak kalah dingin


" sekarang lo ke lapangan baris sama yang lain " ujar arka dingin


" huff " dengus alesha dan berlalu pergi menuju lapangan begitu juga dengan arka


Sesampainya di lapangan alesha langsung berbaris dan sontak saja seluruh siswa memperhatikan dirinya pasalnya hanya dia cewe yang telat hari ini .


" wih bening juga nih cewe  " ujar alah satu siswa yang sendari tadi memperhatikan alesha


" janggan macam - macam  lo " ancam alesha


" woww sadisss " ujar mereka serempak


" mama bantu ales ma " gumam alesha namun bisa di dengar oleh arka


" diam semuanya " ujar arka tegas namun itu semua tidak membuat seluruh siswa diam


"Bagi nomornya dong " ujar lelaki berwajah tampan sembari merangkul pundak ales namun dengan cepat ales menepisnya


" berani banget lo ngerangkul gue  " ujar alesha mulai kesal


" iya dong sayang hahaha " ujar cowo itu dan di iringi tawa seluruh siswa


" sini dong peyuk " ujar lelaki itu mencoba memeluk alesha


"Cukup " teriak arka dan berhasil membuat mereka terdiam


" saya menyuruh kalian kemari buat berbaris bukan buat kekacauan mengerti " ujar arka penuh penekanan


"Santai dong pak ketos " ucap salah satu murid


" kita masih mau main sama cewe cantik ini  " ujar lelaki itu sembari mengelus puncak kepala alesha dengan lembut


" jangan berani -berani lo sentuh gue " ujar alesha dengan sekuat tenaga menahan tangisnya


" lo kira gue seperti cewe lain  lo salah besar ,malahan gue jijik lihat cowo brengsek seperti kalian " ujar alesha menangis dan berlalu pergi


  Alesha yang tak menerima di perlakukan oleh siswa di sana langsung bergegas pergi meningalkan lapangan, Sontak saja membuat arka terkejut dan langsung mengejar alesha dan menarik tangganya untuk kembali ke lapangan.


" siapa yang nyuruh  lo pergi " ujar arka


" lepasin tanggan gw " ujar alesha menepis tanggan arka dengan kasar


"  kembali ke kelapangan sekarang , atau gue akan hukum lo " ujar arka mengancam


" berani lo ngancam gw? siap siap jabatan ketua OSIS lo bakal hangus " ujar alesha tersenyum devil


" berani lo ngancam gw " ujar arka tak Terima


" kalau iya kenapa? lo pikir gw bakalan takut gitu anda salah besar " ujar alesha dan berlalu pergi meninggalkan arka yang masih terdiam


" sialan " gumam arka kesal