ALEA'S Ghost Environment

ALEA'S Ghost Environment
chapther 1



seorang anak perempuan yang lahir di keluarga yang kaya ayahnya adalah pemilik perusahaaan 1 yang terbesar di kotanya, ibunya adalah seorang pramugari, ia anak ke dua kakak pertamanya bernama aleo smith ayahnya bernama ranger smith dan ibunya gerogiana putri, sedangkan ia alea smith, alea sedari kecil memiliki kemampuan melihat mahluk yang tak bisa di lihat oleh orang lain begitupun dengan kakak laki lakinya.


meski alea terlahir di keluarga kaya namun alea tak pernah sombong bahkan ia lebih suka berpenampilan sederhana, untuk beberapa anak mungkin jika ia terlahir di keluarga kaya seperti lea ia akan memilih sekolah di luar negeri, tapi lea lebih suka sekolah di tanah kelahirannya, alea berumur 9 tahun, sedangkan kakak laki laki nya berumur 14 tahun.


di pagi hari


" MOMMY, DADDY, ABANG!? " triak lea sambil menuruni tangga.


" sayang masih pagi nih, jangan triak triak " sahut mommy lea.


" hehehe, abang mana? " sambil celingak celinguk mencari keberadaan abangnya.


"masih tidur kayanya"


"huuh dasar kebo" menaiki tangga.


"mau kemana?" tanya daddy lea.


" bangunin abang, hari ini kan dia mau latihan basket"


*di depan kamar bang leo*


di depan pintu ada sesosok perempuan menggunakan daster berwarna merah dengan rambut di urai, mukanya terlihat pucat dengan luka di pipi kanan nya, rambut nya yang kusut dan lepek, juga belatung yang keluar masuk dari mata sebelah kirinya.


" duh si tante masih pagi dah ganjen banget sih di depan kamar bang leo" dengan nada ketus.


" hihihihihihihi.." tawa sosok itu sambil menghilang.


" dasar tante silla" masuk kedalam kamar" bang, bang leo bangun" mengguncangkan tubuh leo pelan.


"hmmm, 5 menit lagi lea" dengan mata masih tertutup.


" nggak ada nggak ada, ini dah jam berapa, abangkan mau latihan basket hari ini" lea menarik selimut yang di pakai kakak laki lakinya.


" astaga abang lupa" aleo langsung masuk ke kamar mandi di kamarnya.


" huu dasar, BANG LEA TUNGGU DI BAWAH YA!" lea berlalu


dari kamar menuju meja makan.


*di meja makan*


" mana abang kamu lea?" tanya daddy pada alea yang sedang duduk di kursinya


" masih mandi dia"


"morning all" aleo datang dengan seragam basketnya dan bola basket di tangan kanannya


"morning too sayang" mommy dan daddy menjawab bersamaan


"kenapa? keselek bola basket?" ucap lea dengan polos


" dasar bocah pagi pagi dah ngajak ribut" ucap leo dengan kesal


" udah udah kok malah ribut nih pada makan"


"eh bentar deh" lea mendengus ke arah kakak laki lakinya


"apaan sih!"


"iih abang nggak mandi ya, pasti cuman cuci muka ama rambut doank mana make parfumnya banyak bener lagi" sahut lea sambil menutup hidungnya


"nih bocah ya kagak bisa bener sih tutul aib" ucap leo dengan nada ketus


" duh ni pagi pagi pada ribut aja, buruan abisin sarapannya trus berangkat sekolah"


"oke dad" ucap lea dan leo bersamaan


" mmm mommy mau kemana udah rapi aja?" tanya alea sambil mengunyah tomat hijau kesukaannya


" mommy mau kebandara, ada penerbangan"


" ooh.... kemana mom?"


" nggak tau sih, tadi nggak liat, cuman liat hari ini jadwal penerbangan" ucap mommy


" eeh bocah buruan, buru telat nih"


"sabar kali, perasaan tadi situ yang kebo" gumam alea


" ya udah mom leo sama lea berangkat dulu ya" seraya mencium punggung telapak tangan kedua orangtuanya bergantian, begitu juga dengan alea


" hati hati ya, leo jaga adeknya, jangan di jahilin mulu, kalo dia susah belajar bantuin, trus jangan kebo mulu ya"


" iya iya mom kalo masalah bocah mah gampang" ucap leo seraya tersenyum manis kepada kedua orang tuanya


" lea juga abangnya jangan di kerjain mulu, kalo dia kebo siram aja sama air keran biar bangun" ucap mommy seraya tertawa


" siap mom, kalo perlu mah air kobokan lea siram ke bang leo" sahut lea seraya tertawa mengikuti tawa mommy dan daddynya


" nah kan pagi pagi dah di bully, ayo bocah kita berangkat"


"hmmm, bye mom bye dad " seraya melambai ke pada kedua orangtuanya


"bye"